Detik-detik ROV Disiapkan Susuri Bangkai KM Virgo Transport 8, Cari 125 Penumpang Belum Ditemukan
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Selat Maluku pada Rabu (20/9/2023) terus berlanjut. Tim SAR Basarnas Special Group (BSG) bersama tim pendukung lainnya terus melakukan upaya evakuasi dengan menggunakan Remote Operated Vehicle (ROV) untuk menyelidiki bagian dalam kapal yang tenggelam. Operasi ini dilakukan guna menemukan 125 penumpang dan awak kapal yang hingga kini belum ditemukan.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi SAR Basarnas, Jamarun Lubis, tim SAR telah menyiapkan ROV untuk menyelidiki bagian dalam kapal. "ROV telah disiapkan untuk memantau kondisi di dalam kapal. Kami berharap dapat menemukan korban yang masih berada di dalam ruangan-ruangan tertentu di kapal," ujar Jamarun dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/9/2023).
Kondisi Bangkai Kapal
Bangkai KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Ambon menuju Jayapura itu tercatat memiliki panjang 85 meter dan berat sekitar 3.000 ton. Kapal tenggelam pada Rabu (20/9/2023) pukul 14.30 WIT di koordinat 0-40.00 LS dan 131-50.00 BT, sekitar 30 mil dari pelabuhan Ternate, Maluku Utara.
Tim SAR yang melakukan penyelaman di lokasi tenggelam melaporkan bahwa bangkai kapal terletak pada kedalaman sekitar 70 meter dengan posisi miring sekitar 45 derajat. Kondisi ini membuat proses pencarian menjadi lebih sulit dan berisiko bagi tim penyelam yang akan melakukan penetrasi ke dalam kapal.
"Kondisi bangkai kapal yang miring dan kedalaman yang cukup signifikan membuat kita harus berhati-hati. Kami menggunakan ROV terlebih dahulu untuk memetakan kondisi di dalam kapal sebelum tim penyelam melakukan penetrasi," tambah Jamarun.
Upaya SAR Terus Dilakukan
Sejak kejadian, tim SAR dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan beberapa instansi terkait telah diterjunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Sebanyak 15 kapal SAR termasuk KRI Rigel dan KRI Teluk Banten telah terlibat dalam operasi ini. Selain itu, dua pesawat Hercules juga digunakan untuk melakukan pencarian dari udara.
Hingga Kamis (21/9/2023) siang, tim SAR telah berhasil menyelamatkan 86 orang yang terdiri dari 84 penumpang dan 2 awak kapal. Sementara itu, 125 orang lainnya masih dalam status hilang. Korban yang berhasil diselamatkan sebagian besar mengalami hipotermi dan kelelahan, serta mendapatkan perawatan di rumah sakit dan posko pengungsian di Ternate.
Kepala Basarnas Air Marshal (Purn) F Haryono menyatakan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan. "Kami tidak akan berhenti sebelum semua korban ditemukan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia," tegasnya.
Masa Darurat Dinyatakan
Gubernur Maluku Utara, Muhammad Abdurrahman, telah menyatakan status darurat bencana di provinsi tersebut. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membuka posko pengungsian dan memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban dan keluarganya.
"Kami telah menyiapkan tempat pengungsian di Ternate dan memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, serta perlengkapan dasar. Kami juga menyediakan layanan konseling bagi korban dan keluarga yang trauma," ujar Gubernur Abdurrahman.
KM Virgo Transport 8 membawa 211 orang terdiri dari 208 penumpang dan 3 awak kapal. Kapal ini membawa penumpang dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari Papua dan sekitarnya. Kejadian ini menimbulkan kecemasan besar bagi keluarga korban yang menunggu kabar tentang kerabat mereka.
Investigasi Dimulai
Seiring dengan operasi SAR, pihak berwenang juga telah memulai investigasi untuk mengetahui penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kapal ini diduga terbalik karena kondisi laut yang ekstrem dan muatan yang berlebihan. Namun, pihak berwenang masih menyelidiki secara mendalam penyebab pastinya.
Tragedi KM Virgo Transport 8 ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait tentang pentingnya keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap standar operasional dalam pengoperasian kapal. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi sistem pengawasan dan penerapan standar keselamatan di semua kapal penumpang di Indonesia.
Komentar (0)