Dewa United Tekuk Pelita Jaya 61-59, Comeback Dramatis
Dewa United berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 61-59 atas Pelita Jaya dalam laga seru yang berlangsung di GOR Padjadjaran, Bandung, Sabtu (15/7). Kemenangan ini menjadi bukti nyata karakter mental tim yang dibesut oleh Mario Antonio sebagai pelatih. Dewa United sempat tertinggal 15 poin di kuarter pertama namun berhasil bangkit dengan performa yang luar biasa di tiga kuarter berikutnya.
Hasil ini menempatkan Dewa United di peringkat ketiga klasemen sementara IBL (Indonesia Basketball League) dengan rekor 7 kemenangan dan 3 kekalahan. Sementara itu, Pelita Jaya harus puas berada di posisi keenam dengan catatan enam kemenangan dan empat kekalahan. Kedua tim sama-sama memainkan gaya basket yang cepa dan mengandalkan pergerakan cepan, sehingga pertandingan berlangsung sangat dinamis sejak awal.
Permainan Sengit Sejak Awal
Pertandingan berlangsung sangat sengit sepatutnya. Pelita Jaya tampil lebih agresif di kuarter pertama dengan mengandalkan akselerasi dari guard andalannya, Christian Ronaldo Sitepu. Ia berhasil mencetak 12 poin di kuarter pertama saja dengan efektivitas tembakan jarak jauh yang menggila.
Dewa United tampak kesulit mengimbasi serangan cepat dari Pelita Jaya. Tim asuhan Mario Antonio ini hanya berhasil mengumpulkan 14 poin di kuarter pertama, sementara Pelita Jaya sudah mencetak 29 poin. Keunggulan 15 poin ini membuat Pelita Jaya tampak sangat percaya diri memasuki kuarter kedua.
Revolusi Kuarter Kedua
Memasuki kuarter kedua, Dewa United mulai menunjukkan perubahan. Mario Antonio melakukan beberapa rotasi pemain yang membuahkan hasil. Guard muda, Andakara Pratama, tampil lebih aktif dan mulai menemukan celah di pertahanan Pelita Jaya.
Dewa United berhasil mengurangi defisit menjadi hanya 8 poin di akhir kuarter kedua. Andakara menjadi pahlawan dengan mencetak 10 poin di kuarter ini, termasuk dua tembakan tiga angka yang meledak. Permainan bola mati yang lebih disiplin juga membantu Dewa United mengendalikan tempo permainan.
Puncak Comeback di Kuarter Ketiga
Kuarter ketiga menjadi penentu arah permainan. Dewa United tampil sangat dominan dengan membangun serangan yang terkoordinasi dengan baik. Forward andalan, Rian Erawan, mulai menunjukkan keunggulan di bawah ring dengan mencetak 15 poin di kuarter ini.
Pertahanan Dewa United juga menjadi lebih ketat, menghasilkan 7 steal dan 4 blok di kuarter ketiga. Pelita Jaya kesulit menemukan celah karena tekanan yang diberikan oleh Dewa United di setiap lini. Di akhir kuarter ketiga, Dewa United berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 45-41.
Duel Serah Terima di Kuarter Keempat
Memasuki kuarter keempat, pertandingan semakin sengit. Pelita Jaya berusaha keras menyamakan skor dengan mengandalkan pengalaman dari pemain-pemain senior seperti Rony Gunawan. Sementara itu, Dewa United mencoba mempertahankan keunggulan dengan permainan yang lebih konservatif.
Skor terus berubah-ubah di kuarter terakhir. Dua menit sebelum pertandingan berakhir, skor imbang 56-56. Situasi ini membuat tekanan semakin tinggi bagi kedua tim. Dewa United berhasil mencetak dua poin lewat layup oleh Andakara Pratama, sementara Pelita Jaya hanya mampu menambah satu poin dari free throw.
Dalam 30 detik terakhir, Dewa United mengendalikan permainan dengan baik. Mereka berhasil mencetak tiga poin lewat free throw sementara Pelita Jaya gagal mencetak poin lagi hingga peluit panjang ditiupkan.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Mario Antonio, pelatih Dewa United, mengaku bangga dengan performa timnya. "Kami sempat tertinggal jauh, tapi para pemain tidak menyerah. Ini menunjukkan mentalitas juara yang kami bangun," ujarnya usai pertandingan.
Andakara Pratama, yang menjadi pahlawan kemenangan Dewa United, mencatatkan 28 poin, 6 rebound, dan 4 assist. "Ini kemenangan tim. Kami percaya bisa bangkit meski tertinggal jauh. Key-nya adalah fokus dan disiplin," kata pemain berusia 22 tahun ini.
Sementara itu, pelatih Pelita Jaya, Antonius Ferry, mengakui kekalahan ini adalah pelajaran berharga. "Kami kebobolan terlalu banyak di kuarter kedua dan ketiga. Ini kesalahan fatal yang harus kami perbaiki," ujarnya.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Dewa United menjelang pertandingan berikutnya melawan Pacific Caesar di Jakarta, 22 Juli. Sementara itu, Pelita Jaya akan berhadapan dengan Satya Wacana di Semarang, 20 Juli.
Komentar (0)