Di Balik Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda sejak Sabtu (15/7) lalu. Kapal motor KM Karya Bahari 1 yang membawa lima awak media tersebut ditemukan hanyut di perairan Ujung Kulon pada Selasa (18/7) pagi, namun para jurnalis dalam keadaan belum ditemukan.
Kepala Basarnas Banten, Eko Priyo Purnomo, mengatakan tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD masih melaksanakan operasi pencarian dengan menggunakan tiga kapal patroli dan satu pesawat udara. "Pencarian kami laksanakan secara sistematis dengan membagi area pencarian menjadi beberapa zona," ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (18/7).
Kronologi Kejadian
KM Karya Bahari 1 dengan nakhoda Suryana (45) meninggalkan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jumat (14/7) sekitar pukul 09.00 WIB dengan tujuan mengabadikan fenomena alam gerhana matahari cincin. Lima jurnalis yang ikut dalam perjalanan tersebut adalah Ferry (35), editor di salah satu media cetak; Rudi (40), kameraman; Budi (38), reporter; dan dua awak media lainnya, Doni (32) dan Andi (28).
Menurut laporan keluarga, KM Karya Bahari 1 seharusnya kembali ke Pelabuhan Ratu pada Sabtu (15/7) pukul 18.00 WIB, namun hingga malam harinya kapal belum juga tiba. Keluarga kemudian melapor kepada pihak berwenang pada Minggu (16/7) pagi.
Tim SAR menemukan KM Karya Bahari 1 dalam keadaan hanyut di perairan Ujung Kulon pada Selasa (18/7) pagi. Kapal tersebut dalam kondisi tidak berawak dengan kondisi mesin masih hidup namun tidak berfungsi dengan baik. "Kapal ditemukan dalam keadaan terbalik sebagian dengan muatannya masih utuh," kata Eko.
Kondisi Cuaca dan Potensi Penyebab
Berdasarkan data dari BMKG, pada saat kejadian, wilayah Selat Sunda mengalami kondisi cuaca yang tidak stabil dengan tinggi gelombang mencapai 2-3 meter. Kepala BMKG Stasiun Maritim Pelabuhan Ratu, Ahmad Fauzi, mengatakan kondisi cuaca tersebut berpotensi membahayakan navigasi kapal kecil.
Sejauh ini, tim SAR belum menemukan jejak para jurnalis yang hilang. Eko Priyo Purnomo mengatakan tim masih fokus pada pencarian di darat dan perairan dekat lokasi ditemukannya kapal. "Kami juga meminta masyarakat di sekitar lokasi untuk membantu memberikan informasi jika menemukan sesuatu yang mencurigakan," tambahnya.
Respons Pihak Terkait
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan prihatin dengan kejadian yang menimpa para jurnalis tersebut. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menginstruksikan jajarannya untuk memantau perkembangan pencarian dan memberikan dukungan penuh.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga menyatakan keprihatinannya dan meminta pihak berwenang untuk segera menyelesaikan pencarian. "AJI mengimbau seluruh pihak untuk bersatu dalam membantu pencarian rekan-rekan jurnalis kita yang hilang," kata Ketua Umum AJI, Abdul Manan.
Dampak dan Implikasi
Kejahan ini menyoroti risiko yang dihadapi jurnalis dalam melaksanakan tugas khususnya saat meliput di area maritim. Kepala Dewan Pers, Yosep Caniago, mengatakan kejadian ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait.
Sementara itu, keluarga para jurnalis yang hilang masih menunggu hasil dari pencarian. "Kami masih optimis mereka akan ditemukan selamat. Kami terus berdoa dan berharap tim SAR segera menemukan mereka," kata salah satu keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Pencarian para jurnalis hilang di Selat Sunda masih terus dilaksanakan oleh tim SAR gabungan. Pihak berwenang berharap dengan semakin banyaknya personel dan alat yang digunakan, para jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Komentar (0)