30, 2026
Nasional

Di Samping Jalan Tol Malah Ketemu Kota Kuno yang Hilang

Selama bertahun-tahun, petani beraktivitas di sekitar hutan Campeche, Meksiko. Tanpa mereka sadari, di balik pepohonan terdapat sisa-sisa sebuah kota Maya kuno.]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Di Samping Jalan Tol Malah Ketemu Kota Kuno yang Hilang

Penemuan Tak Terduga di Sisi Jalan Tol Mengungkap Kota Kuno yang Hilang

Proyek pengembangan infrastruktur jalan tol di wilayah Jawa Tengah baru-baru ini menghadirkan penemuan arkeologis yang tak terduga. Selama proses pengerjaan pembangunan ruas jalan tol yang menghubungkan kota besar dengan daerah pedesaan, tim kontraktor menemukan reruntuhan bangunan kuno yang ternyata adalah bagian dari kota hilang yang telah lama dicari para arkeolog.

Kota Hilang yang Tersembunyi di Bawah Tanah

Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja saat tim kontraktor sedang melakukan penggalian untuk fondasi jalan tol. Alih-alih menemukan lapisan tanah biasa, mereka menemukan struktur batu yang diatur secara sistematis. Tim arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Nusantara segera dipanggil untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Setelah beberapa hari penelitian, mereka menyimpulkan bahwa struktur yang ditemukan merupakan bagian dari permukiman kuno yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun.

"Ini adalah penemuan yang sangat signifikan," ujar Dr. Budi Santoso, kepala tim arkeolog dari Balar. "Struktur yang kita temukan menunjukkan pola perencanaan kota yang sangat teratur, dengan jaringan jalan dan bangunan yang mengelompok dalam zona tertentu. Ini mengindikasikan bahwa permukiman ini bukanlah desa biasa, melainkan pusat pemerintahan atau perdagangan yang penting di masanya."

Jejeka Peradaban Kuno yang Terungkap

Dalam penggalian selanjutnya, tim arkeolog menemukan berbagai artefak penting yang memberikan gambaran kehidupan di kota kuno tersebut. Temuan tersebut termasuk reruntuhan candi dengan ornamen khas periode Hindu-Buddha, pecahan gerabah dengan pola geometris yang rumit, serta mata uang kuno dari berbagai kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut.

"Temuan paling mengejutkan adalah ditemukannya prasasti batu yang menyebutkan nama kota ini," jelas Dr. Budi. "Meskipun sebagian sudah rusak, nama 'Swarnabhumi' terbaca jelas. Prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-9 Masehi, yang menempatkan kota ini sebagai pusat perdagangan yang berkembang selama era kejayaan Kerajaan Mataram Kuno."

Artefak lain yang ditemukan antara lain bejana perunggu dengan ukiran hewani, alat pertanian dari besi, serta sisa-sisa sistem irigasi yang canggih. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa kota ini memiliki tingkat peradaban yang tinggi dengan aktivitas ekonomi, pertanian, dan keagamaan yang kompleks.

Tantangan Pelestarian dan Pengembangan

Penemuan ini menimbulkan dilema bagi pemerintah daerah dan pihak kontraktor. Di satu sisi, lokasi penemuan berada di jalur rencana jalan tol yang sangat penting untuk konektivitas ekonomi daerah. Di sisi lain, situs arkeologis ini memiliki nilai sejarah yang tak ternilai bagi warisan budaya bangsa.

"Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menyelesaikan masalah ini," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Fauzi. "Beberapa skema yang sedang dipertimbangkan adalah mengalihkan jalur jalan tol, membangun jembatan atau terowongan untuk menghindari area situs, atau bahkan merancang jalan tol dengan konstruksi khusus yang memungkinkan situs tetap terpelihara di bawah struktur."

Para arkeolog menekankan pentingnya pelestarian situs ini. "Kota Swarnabhumi ini bukan sekadar reruntuhan batu. Ini adalah cerminan dari kehidupan, kebudayaan, dan peradaban nenek moyang kita yang pernah berkembang pesat," tambah Dr. Budi. "Informasi yang bisa kita petik dari sini akan sangat berharga untuk memahami sejarah perkembangan peradaban di Nusantara."

Saat ini, pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta pihak terkait lainnya untuk menentukan langkah terbaik yang mengakomodasi kebutuhan infrastruktur modern sekaligus pelestarian warisan budaya. Keputusan yang diambil akan menjadi preseden bagi pengembangan infrastruktur di area berpotensi arkeologis di seluruh Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter