Kalezic Keluhkan Kondisi Lapangan GBLA: Standar Internasional Tidak Terpenuhi
Menanggapi keluhan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengenai kondisi lapangan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, pelatih Bali United, Dejan Antonic Kalezic, turut menyampaikan kritik serupa. Kalezic mengecam kondisi rumput di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Lapangan A (GBLA), yang menurutnya tidak memenuhi standar internasional dan berpotensi berbahaya bagi para pemain.
Komentar Kalezic muncul setelah Bali United menjalani laga uji coba melawan Persib Bandung di GBLA pada Jumat (12/5/2023). Kalezic menyatakan bahwa kondisi rumput di stadion tersebut sangat buruk dan dapat meningkatkan risiko cedera bagi para pemain.
"Saya sudah berbicara dengan Shin Tae-yong beberapa waktu lalu tentang kondisi lapangan ini, dan saya setiap kali menanyakan bagaimana mungkin kita bisa bermain di sini," ujar Kalezic dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurut Kalezic, kondisi rumput di GBLA tidak memadai untuk pertandingan sepak bola profesional. Ia menjelaskan bahwa rumput terlihat tipis, berlubang, dan memiliki area yang sangat keras yang dapat menyebabkan cedera serius bagi pemain.
"Kondisi rumput di sini sangat buruk. Ada beberapa area yang sangat keras dan berlubang. Ini adalah lapangan yang berbahaya untuk bermain sepak bola profesional," tegas Kalezic.
Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk tidak hanya memengaruhi kualitas pertandingan tetapi juga dapat mengancam karir para pemain. Kalezic mencontohkan ada beberapa pemainnya yang hampir mengalami cedera karena kondisi lapangan yang tidak memadai.
"Saya khawatir dengan kondisi ini. Pemain kami hampir terluka karena ada area yang sangat keras. Bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan kualitas permainan yang baik di lapangan seperti ini?" tanyanya.
Kondisi Lapangan yang Menjadi Perhatian
GBLA, yang sering digunakan sebagai venue untuk pertandingan timnas Indonesia dan beberapa laga Liga 1, memang sering menjadi sorotan karena kondisinya. Beberapa waktu lalu, timnas Indonesia juga mengeluhkan kondisi rumput di stadion tersebut.
Shin Tae-yong sebelumnya menyatakan bahwa kondisi rumput di GBLA tidak konsisten dan sering kali berubah drastis setelah hujan. Ia meminta pihak pengelola stadion untuk segera melakukan perbaikan agar kualitas lapangan dapat memenuhi standar internasional.
Kalezic menambahkan bahwa pihaknya telah berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan tersebut, namun sulit untuk melakukannya karena kondisi yang buruk.
"Kami sudah berusaha untuk beradaptasi, namun sulit. Ini bukan masalah adaptasi lagi, ini masalah keamanan. Pemain harus bermain di lapangan yang aman," tegasnya.
Respons Pihak Pengelola
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional dan Perawatan GBK, Budi Andayani, mengakui bahwa kondisi rumput di GBLA memang masih banyak kekurangan. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk melakukan perbaikan.
Budi menjelaskan bahwa pihaknya menghadapi beberapa tantangan dalam memelihara kondisi rumput di GBLA, terutama karena frekuensi penggunaan stadion yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu.
"Frekuensi penggunaan stadion yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu membuat sulit bagi kami untuk mempertahankan kondisi rumput yang optimal. Namun, kami tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik," katanya.
Kalezic mengharapkan pihak pengelola GBK dapat segera melakukan perbaikan yang signifikan agar kondisi lapangan dapat memenuhi standar internasional. Ia menekankan bahwa ini bukan hanya masalah kenyamanan bagi pemain, tetapi juga masalah profesionalisme dalam sepak bola.
Demikian tanggapan dari pelatih Bali United mengenai kondisi lapangan GBLA yang dinilai tidak memadai untuk pertandingan sepak bola profesional. Pihak terkait diharapkan dapat segera menindaklanjuti keluhan ini demi kenyamanan dan keamanan para pemain.
Komentar (0)