30, 2026
Nasional

Dikaitkan dengan Ojol Melva yang Viral, Politisi PDIP Ellen Taroreh Lapor ke Polda Metro

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/12/09/5dedf4373fe8d-gedung-polda-metro-jaya-sudirman_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Politisi PDIP Ellen Taroreh Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Terkait Video Ojol Melva

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ellen Taroreh melapor ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik yang dikaitkan dengan dirinya dalam video ojol (ojek online) Melva yang viral di media sosial. Ellen yang juga anggota DPR RI ini mengaku merasa dirugikan dengan adanya video yang menyebutkan dirinya sebagai orang yang terlibat dalam insiden tersebut.

Dalam laporannya yang dilayangkan pada Rabu (15/11), Ellen menjelaskan bahwa video tersebut telah menyebarkan informasi yang tidak benar dan merusak nama baiknya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan insiden yang ditampilkan dalam video ojol Melva yang tengah menjadi perbincangan di masyarakat.

"Saya melapor karena merasa dirugikan dengan adanya video yang menyebutkan nama saya tanpa alasan yang jelas dan bukti yang kuat. Saya ingin kejelasan hukum terkait hal ini," ujar Ellen saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (16/11).

Kronologi Video Viral yang Mengaitkan Ellen Taroreh

Video yang menjadi dasar laporan Ellen menunjukkan seorang perempuan yang mengaku sebagai korban kekerasan oleh seorang sopir ojek online. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa pelaku adalah politisi PDIP Ellen Taroreh. Informasi ini kemudian menyebar pesat di berbagai platform media sosial dan menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat.

Ellen menegaskan bahwa video tersebut telah diedit secara sengaja untuk menjelekkan nama baiknya. Ia menyebutkan bahwa dalam video tersebut, ada bagian yang dipotong dan diedit sehingga menimbulkan kesan bahwa dirinya terlibat dalam insiden tersebut.

"Ada potongan video yang diedit secara tidak wajar untuk menunjukkan bahwa saya terlibat. Padahal dalam video aslinya tidak ada keterlibatan saya sama sekali," jelas Ellen.

Tanggapan Resmi dari Pihak Terkait

Diketahui, Ellen Taroreh telah menjadi anggota DPR RI sejak 2019 mewakili daerah pemilihan Papua. Sebagai politisi senior di PDIP, nama seringkali menjadi sorotan publik. Namun, kasus ini menurutnya telah melampaui batas dan telah merusak karir serta citra baiknya di mata masyarakat.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai pengusung Ellen juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambilnya. Ketua Fraksi PDIP di DPR RI, Puan Maharani, menyatakan bahwa partai mendukung langkah Ellen untuk melapor apabila merasa dirugikan.

"Kami mendukung langkah Bunda Ellen untuk melapor apabila dirasa ada pihak yang telah mencemarkan nama baiknya secara tidak benar. PDIP selalu mengedepankan hukum dan akan mendukung anggotanya yang menjadi korban pencemaran nama baik," ujar Puan.

Langkah Hukum yang Akan Ditempuh

Dalam laporannya, Ellen meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait asal usul video dan siapa di belakang penyebaran informasi yang tidak benar tersebut. Ia juga berharap agar pelaku dapat diusut tuntas sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Saya meminta agar pihak kepolisian bisa melakukan penyelidikan objektif dan menyeluruh. Siapa yang membuat video, siapa yang menyebarkannya, dan apa motif di balik penyebaran informasi yang tidak benar ini," tambah Ellen.

Wakil Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus, mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Ellen Taroreh. Ia menegaskan bahwa semua laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan objektif.

"Kami akan proses sesuai prosedur yang berlaku. Semua laporan warga akan kami tindaklanjuti dengan serius dan profesional," ujar Yusri.

Dampak Kasus bagi Publik dan Politik

Kasus pencemaran nama baik yang menjerat Ellen Taroreh ini menunjukkan betapa rentannya publik figur terhadap isu-isu yang menyebar di media sosial. Fenomena ini semakin marak dengan adanya teknologi digital yang memungkinkan informasi, baik benar maupun tidak, menyebar dengan cepat tanpa verifikasi yang matang.

Dalam dunia politik, kasus seperti ini dapat berdampak signifikan terhadap karir seorang politisi. Selain merusak citra diri, kasus ini juga dapat mempengaruhi dukungan konstituen terhadap politisi tersebut. Oleh karena itu, langkah hukum yang diambil oleh Ellen dianggap sebagai langkah yang tepat untuk membela diri dan memulihkan nama baik yang telah tercemar.

Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan terkait laporan yang disampaikan Ellen. Pihak berwenang berjanji akan memberikan kejelasan mengenai perkembangan kasus ini dalam waktu dekat. Bagi Ellen, langkah ini bukan hanya untuk membela diri, tetapi juga untuk memberikan contoh bahwa setiap orang berhak mendapatkan keadilan hukum jika dirugikan oleh informasi yang tidak benar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter