Dikejar Pelajar Bawa Sajam, 2 Remaja Tewas Kecelakaan di Alam Sutera Tangsel
Tragedi mengerikan menghantui jalur protokol di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu malam. Dua remaja tewas seketika dalam kecelakaan tunggal yang melibatkan sepeda motor. Menurut keterangan saksi, kecelakaan tersebut terjadi saat korban sedang dikejar oleh seorang pelajar yang membawa sajam.
Kronologi Kecelakaah Tragis
Insiden ini berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Protokol Alam Sutera, tepatnya dekat dengan gerbang perumahan elit tersebut. Menurut Kepala Polres Metro Tangerang Selatan Kompol Andi Surya, korban bernama Rizki Pratama (17) dan Fajar Ramadhan (18) tewas di tempat setelah sepeda motor yang dikendarai hilang kendali menabrak pembatas jalan.
"Kedua korban tewas di lokasi kejadian. Jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Tangerang untuk autopsi," ujar Andi Surya dalam konferensi pers singkatnya.
Saksi mata, Ahmad (22), mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, korban tampak sedang dikejar oleh seorang remaja lain yang menggunakan sepeda motor. "Saya melihat motor korban terlihat panik, lalu ada motor lain yang mengejar dari belakang dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba motor korban oleng dan menabrak pembatas jalan," jelasnya.
Pelaku Dibekuk Dengan Sajam
Polisi berhasil mengamankan pelaku pengejaran yang diketahui bernama Dika (17), seorang pelajar SMA di kawasan yang sama. Dika berhasil diamankan oleh warga sekitar setelah kejadian. Dalam pengejaran itu, polisi menemukan senjata tajam (sajam) yang dibawa pelaku.
"Pelaku sudah kita amankan bersama barang bukti sajam yang digunakan saat mengejar korban. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik perbuatannya," tambah Andi Surya.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula saat korban Rizki dan Fajar sedang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba, Dika yang berada di sepeda motor lain mendekati dan mengancam korban dengan sajam. Korban panik dan mencoba melarikan diri, namun dalam keadaan terburu-buru itu, kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan.
Reaksi Pihak Terkait
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Ema Sumarna, menyatakan kepeduliannya atas insiden yang menewas dua remaja ini. "Kami menyayangi kejadian ini. Kedua korban adalah pelajar yang sedang berada di usia produktif. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut," ujar Ema.
Wakil Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengaku terpukul dengan kejadian ini. "Ini sebuah tragedi yang menyedihkan. Kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Polisi akan menindak tegas pelaku yang menggunakan senjata tajam di jalur umum," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Selatan AKBP Budi Santoso mengingatkan para pengendara untuk selalu waspada dalam berkendara terutama saat malam hari. "Kami mengimbau para pengendara untuk tidak terpancing emosi saat di jalan. Gunakan jalur protokol dengan baik dan patuhi aturan lalu lintas," pesannya.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Polisi masih menyelidiki motif pasti di balik pengejaran yang dilakukan Dika. Diduga, insiden ini bermula dari perselisihan antara korban dan pelaku di media sosial sebelum kejadian. "Kami sedang memeriksa ponsel milik korban dan pelaku untuk melihat komunikasi mereka sebelum kejadian," kata Andi Surya.
Mayat kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian ini berencana melaporkan kasus ini ke pihak yang berwenang.
Insiden ini kembali menyoroti masalah kekerasan remaja di kawasan perkotaan. Beberapa waktu lalu, serupa juga terjadi di Jakarta Utama di mana sekelompok remaja saling serang menggunakan senjata tajam. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Komentar (0)