12, 2026
Nasional

Dilaporkan Hilang, Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur di Kebun Teh Sumedang

Yogi Sarapudin, 35, dilaporkan hilang dan ditemukan terkubur di Sumedang. Polisi amankan dua orang diduga terkait kasus pembunuhan ini.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dilaporkan Hilang, Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur di Kebun Teh Sumedang

Dilaporkan Hilang, Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur di Kebun Teh Sumedang

Seorang sopir taksi online dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas terkubur di kebun teh di wilayah Sumedang, Jawa Barat. Korban bernama Ahmad Fauzi (32), warga Kecamatan Cimalaka, ditemukan oleh petani setempat saat sedang melakukan aktivitas rutin di kebun teh tersebut pada Rabu (15/3) pagi.

Kepala Polres Sumedang AKBP Budi Santoso mengatakan, penemuan jenazah korban berawal dari laporan seorang petani yang menemukan tanah baru galian yang mencurigakan di tengah kebun teh. "Petani tersebut merasa aneh karena ada tanah yang baru digali di tengah kebun teh yang biasanya tidak aktif diolah. Setelah digali, ia menemukan jenazah dalam kondisi terbungkus karung plastik," jelas Budi Santoso dalam konferensi pers di Mapolres Sumedang.

Kronologi Kehilangan dan Penemuan

Ahmad Fauzi dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Minggu (12/3) lalu. Menurut istri korban, Siti Aminah (28), suaminya pergi bekerja seperti biasa menggunakan aplikasi taksi online sejak pukul 06.00 WIB. Namun, hingga malam hari, Fauzi tidak pulang ke rumah dan juga tidak menghubungi keluarga.

"Kami sudah mencoba menghubunginya melalui telepon, tapi tidak ada jawaban. Saya juga sudah cek aplikasi taksi online yang digunakan suaminya, dan status terakhirnya tercatat di wilayah Cimalaka sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Sini sambil menangis.

Keluarga kemudian melaporkan kehilangan Fauzi ke Polsek Cimalaka. Polisi langsung melakukan pencarian dengan memeriksa rekaman CCTV sekitar area aktivitas korban. Dari rekaman tersebut, terlihat Fauzi terakhir terlihat naik sepeda motor jenis beat warna biru yang diduga milik seorang pria tidak dikenal.

Proses Identifikasi dan Penyelidikan

Jenazah korban yang sudah dalam kondisi bengkok akhirnya berhasil diidentifikasi oleh keluarga berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. "Korban masih mengenakan seragam taksi online yang biasa dipakai saat bekerja. Kami juga menemukan ponsel milik korban yang masih dalam saku celana korban," ucap Budi Santoso.

Tim forensik dari Polda Jawa Barat yang melakukan otopsi menyatakan korban meninggal dunia akibat dibunuh dengan cara dicekik. "Ada tanda tangan leher korban yang menunjukkan adanya tindakan kekerasan. Selain itu, korban juga mengalami lukan memar di bagian wajah dan tubuh," jelas Kepala Tim Forensik dr. Hendra Gunawan.

Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti di lokasi penemuan jenazah, termasuk sepeda motor milik korban yang ditemukan tidak jauh dari lokasi. "Kami juga menemukan jejak sepeda motor di sekitar lokasi penemuan yang diduga milik pelaku. Saat ini tim kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan identitas pelaku," tambah Budi Santoso.

Muncul Tersangka

Setelah melakukan penyelidikan intensif selama dua hari, polisi akhirnya berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Rudi (35), warga Kecamatan Cimalaka. Rudi ditangkap di kediamannya berdasarkan laporan sejumlah saksi yang melihatnya bersama korban sebelum kejadian.

"Saksi mata melihat Rudi bersama korban di sebuah warung kopi di Cimalaka pada Minggu (12/3) siang. Mereka terlihat serius berbicara dan sempat terjadi adu mulut. Setelah itu, mereka pernah bersama-sama naik sepeda motor," ujar Budi Santoso.

Saat ini, Rudi masih dalam pengembangan polisi guna mengungkap motif pembunuhan dan mengetahui apakah ada pelaku lain terlibat dalam kasus ini. Polisi juga masih menyelidiki apakah ada motif bisnis atau dendam di balik peristiwa tragis ini.

Keluarga korban yang masih berdua tangan meminta keadilan atas kematian Ahmad Fauzi. "Kami hanya minta keadilan. Suamiku adalah tulang punggung keluarga. Kini kami tidak tahu harus berbuat apa," ujar Siti Aminah sambil menangis.

Polres Sumedang berjanji akan menyelesaikan kasus ini secepat mungkin dan menyerahkan tersangka kepada kejaksaan guna proses selanjutnya. "Kami akan memberikan yang terbaik dalam penyelesaian kasus ini. Tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh terjadi dan harus dihukum berat," pungkas Budi Santoso.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter