12, 2026
Nasional

Kronologi Perundungan Telkom University yang Viral di Medsos

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi Perundungan Telkom University yang Viral di Medsos

Peristiwa perundungan yang menimpa mahasiswa Telkom University akhir-akhir ini menjadi sorotan di media sosial. Insiden ini memicu reaksi luas dari berbagai kalangan, mulai dari rekan sejawat hingga masyarakat umum. Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa yang viral di berbagai platform media sosial.

Awal Mula Insiden

Peristiwa bermula pada pertengahan bulan Juni lalu ketika seorang mahasiswa Telkom University memposting video di akun media sosial pribadinya. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah mahasiswa lainnya melakukan perundungan terhadap seorang rekan mereka. Video ini merekam aksi perundungan yang dilakukan di lingkungan kampus, tepatnya di depan salah satu gedung fakultas.

Dalam video tersebut, korban terlihat dihina oleh beberapa orang dengan ucapan-ucapan yang tidak menyenangkan. Beberapa di antaranya bahkan mengancam korban secara fisik. Adegan ini direkam menggunakan ponsel pintar oleh salah satu pelaku dan kemudian diedarkan ke berbagai grup chat WhatsApp.

Penyebab Penyebaran Video

Video tersebut awalnya hanya tersebar di dalam grup chat mahasiswa Telkom University. Namun, karena isinya yang sangat mengganggu, video tersebut dengan cepat menyebar ke luar lingkaran tersebut. Beberapa mahasiswa yang merasa prihatin memutuskan untuk mempublikasikan video tersebut di platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan TikTok.

Dalam rentang waktu singkat, video tersebut menjadi viral dengan ratusan ribu tayangan dan ribuan komentar. Banyak pengguna media sosial yang mengecam keras tindakan perundungan tersebut. Tagar #StopBullyingAtTelkom dan #JusticeForVictim menjadi trending topic di Twitter selama beberapa hari berturut-turut.

Resmi Kampus

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Telkom University akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun media sosial resmi kampus. Dalam pernyataannya, pihak kampus menyatakan sedang melakukan investigasi internal terkait insiden tersebut.

"Telkom University mengecam tindakan perundungan dalam bentuk apa pun. Kami sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui fakta di balik insiden ini dan akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan kampus," demikian pernyataan resmi yang diterbitkan pada 25 Juni lalu.

Tindakan Korban dan Keluarga

Korban perundungan tersebut diketahui telah melapor kepada pihak keamanan kampus dan juga ke polisi. Keluarga korban juga turun tangan untuk mengungkap kebenaran di balik insiden tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, korban mengalami trauma psikologis akibat peristiwa tersebut.

Seorang kerabat korban yang bersedia bicara secara anonim mengatakan bahwa korban telah mengalami tekanan emosional yang berat sejak video tersebut viral. "Kami sangat prihatin dengan kondisi korban saat ini. Pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan pihak kampus dan juga pihak berwajib untuk menindaklanjuti kasus ini," ujar kerabat tersebut.

Reaksi Kampus dan Masyarakat

Setelah pernyataan resmi dari kampus, berbagai organisasi mahasiswa di Telkom University turut menyuarakan sikapnya. Beberapa organisasi mengecam keras tindakan perundungan dan meminta kampus untuk mengambil tindakan yang tegas terhadap pelaku.

Sementara itu, rektor Telkom University, Prof. Dr. Adi Suminto, M.Eng., Ph.D., mengadakan pertemuan dengan para pemangku kepentingan kampus untuk membahas solusi atas insiden ini. Dalam pertemuan tersebut, disepakati untuk membentuk tim khusus yang akan mengawal proses rehabilitasi korban dan penegakan disiplin terhadap pelaku.

Proses Hukum yang Berjalan

Polisi Resor (Polres) Bandung telah menerima laporan resmi terkait kasus perundungan ini. Pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden tersebut, termasuk video yang viral sebagai bukti utama.

Dampak bagi Lingkungan Kampus

Insiden ini memberikan dampak signifikan bagi lingkungan kampus Telkom University. Banyak mahasiswa merasa tidak aman dan khawatir akan menjadi korban serupa di kemudian hari. Beberapa pihak bahkan mengusulkan adanya program pencegahan perundungan yang lebih intensif di seluruh fakultas.

Seorang mahasiswa tahun kedua yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. "Ini bukan kali pertama terjadi perundungan di kampus kita. Saya harap pihak kampus bisa membuat program yang efektif untuk mencegah hal serupa terulang lagi," ujarnya.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Sebagai dampak dari insiden ini, Telkom University berencana untuk meningkatkan program pencegahan perundungan di kampus. Beberapa langkah yang akan diambil meliputi penyelenggaraan seminar edukasi, pembentukan tim layanan konseling, serta penegakan disiplin yang lebih ketat.

"Kami akan mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah perundungan di kampus. Selain itu, kami juga akan memperkuat sistem pelaporan dan penanganan kasus perundungan agar korban merasa aman dan terlindungi," jelas Dr. Rina, Kepala Biro Kemahasiswaan Telkom University.

Kesimpulan

Insiden perundungan di Telkom University menjadi pengingat bagi seluruh pihak tentang pentingnya menjaga budaya yang sehat dan bebas dari kekerasan di lingkungan kampus. Dengan adanya respon yang cepat dari berbagai pihak, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter