30, 2026
Teknologi

Ditemukan Retak, KAI Tarik 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KAI Tarik Tujuh Rangkaian KRL Buatan INKA Setelah Ditemukan Retak

PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menarik tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) dari operasional harian. Kebijakan ini diambil setelah inspeksi rutin menemukan indikasi keretakan pada sejumlah komponen struktur rangka bawah kereta. Penarikan tersebut berlaku sejak awal pekan ini dan mencakup KRL yang selama ini melayani sejumlah rute padat di kawasan Jabodetabek serta sebagian layanan komuter di wilayah lain.

Manajemen KAI menyatakan bahwa langkah penarikan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian demi menjamin keselamatan penumpang. Menurut keterangan resmi perusahaan, temuan retak terdeteksi pada bagian bogie dan sambungan rangka badan kereta saat proses pemeriksaan berkala yang dilakukan di depo perawatan. Meski belum ada laporan insiden yang membahayakan penumpang, KAI memutuskan untuk menghentikan sementara pengoperasian tujuh rangkaian tersebut hingga proses evaluasi dan perbaikan selesai.

Hasil Pemeriksaan Teknis dan Lokasi Temuan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, retakan ditemukan pada area sambungan las di bagian bawah kereta, tepatnya pada komponen yang menopang beban saat kereta beroperasi. Tim teknis mencatat bahwa retak yang teridentifikasi bervariasi, mulai dari retakan halus hingga celah yang memerlukan pengelasan ulang. Pemeriksaan dilakukan dengan metode inspeksi visual dan uji tidak merusak (non-destructive testing) untuk memastikan tingkat keparahan kerusakan pada setiap rangkaian.

KAI menyebut bahwa tujuh rangkaian yang ditarik merupakan unit yang telah beroperasi dalam rentang waktu tertentu dan menjalani jam operasional tinggi. Perusahaan menegaskan bahwa penarikan ini tidak berdampak pada seluruh armada KRL buatan INKA, melainkan hanya pada unit-unit yang terindikasi mengalami kelelahan struktur. Rangkaian lain yang dinyatakan laik operasi tetap melayani penumpang seperti biasa.

Langkah Perbaikan dan Koordinasi dengan INKA

KAI telah berkoordinasi dengan PT INKA sebagai produsen untuk melakukan investigasi bersama. Proses perbaikan akan mencakup pengelasan ulang pada titik retak, penguatan struktur, serta pengujian ulang sebelum kereta dinyatakan layak beroperasi. KAI menargetkan seluruh rangkaian yang ditarik dapat kembali melayani penumpang secara bertahap setelah menyelesaikan tahapan perbaikan dan sertifikasi kelayakan.

Pihak INKA menyatakan siap melakukan evaluasi teknis dan memberikan dukungan suku cadang serta tenaga ahli untuk mempercepat proses perbaikan. Produsen kereta dalam negeri itu juga menyatakan akan meninjau aspek desain dan proses produksi guna memastikan tidak ada masalah serupa pada unit lain yang masih beroperasi maupun yang sedang dalam tahap produksi.

Dampak terhadap Layanan Penumpang

Penarikan tujuh rangkaian KRL berpotensi memengaruhi jadwal perjalanan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. KAI mengakui bahwa jumlah armada yang tersedia berkurang sehingga frekuensi perjalanan pada beberapa rute mengalami penyesuaian. Perusahaan mengimbau penumpang untuk memantau informasi jadwal terbaru melalui aplikasi resmi dan kanal media sosial KAI sebelum melakukan perjalanan.

Meski demikian, KAI memastikan bahwa pengurangan armada tidak sampai menghentikan layanan secara total. Sejumlah rangkaian cadangan dikerahkan untuk menutupi kekurangan, sementara pengaturan ulang jadwal dilakukan agar mobilitas penumpang tetap terjaga. KAI juga menyiagakan petugas tambahan di stasiun-stasiun utama untuk membantu penumpang menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal.

Respons Pengamat dan Aspek Keselamatan

Pengamat transportasi menilai penarikan armada merupakan keputusan yang tepat dari sisi keselamatan. Menurut mereka, temuan retak pada struktur kereta tidak boleh diabaikan karena berpotensi menimbulkan risiko serius jika dibiarkan. Namun, pengamat juga menyoroti pentingnya perawatan berkala dan audit kualitas yang lebih ketat, baik di sisi operator maupun produsen, agar kejadian serupa tidak terulang.

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam industri perkeretaapian. Standar perawatan yang ketat dan pemeriksaan rutin merupakan bagian tak terpisahkan dari operasional kereta listrik yang mengangkut jutaan penumpang setiap tahun. KAI menyatakan akan memperkuat prosedur inspeksi dan meningkatkan frekuensi pemeriksaan pada komponen kritis, khususnya pada armada yang beroperasi dengan intensitas tinggi.

Komitmen Perawatan dan Transparansi

KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Perusahaan berkomitmen menyampaikan perkembangan hasil perbaikan secara berkala kepada publik. KAI juga membuka saluran pengaduan bagi penumpang yang terdampak perubahan jadwal akibat penarikan armada tersebut.

Dengan penarikan ini, KAI berupaya memastikan seluruh armada yang beroperasi berada dalam kondisi prima. Proses perbaikan dan evaluasi diharapkan selesai dalam waktu yang telah ditentukan sehingga layanan KRL dapat kembali normal. Perusahaan menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga keandalan transportasi publik sekaligus melindungi keselamatan seluruh pengguna jasa kereta api.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter