30, 2026
Hiburan

JPO Stasiun JIS Ditutup, Ini Skema Akses untuk Penonton Konser The Weeknd

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penutupan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi utara Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) menjadi salah satu penyesuaian arus penonton dalam rangkaian konser The Weeknd yang digelar di kawasan tersebut. Penutupan JPO ini dilakukan untuk mengatur pergerakan massa yang diprediksi membludak selama konser berlangsung, sekaligus meminimalkan risiko penumpukan penonton di area peron dan pintu keluar stasiun.

Keputusan menutup JPO diambil setelah koordinasi antara pengelola stasiun, penyelenggara konser, dan aparat keamanan. Alasannya, JPO tersebut selama ini menjadi jalur favorit penonton yang datang menggunakan kereta listrik untuk menuju kawasan JIS. Jika tidak dikendalikan, arus balik dan arus datang penonton berpotensi bertabrakan di ruang sempit tangga serta lorong JPO. Pengelola memilih menutup akses tersebut lebih awal daripada harus menghentikan perjalanan kereta secara mendadak saat konser berlangsung.

Alasan Penutupan JPO

JPO Stasiun JIS menghubungkan peron dengan sisi utara kawasan stadion. Secara kapasitas, jembatan itu tidak dirancang untuk menampung puluhan ribu orang dalam waktu singkat. Pada konser berskala besar, lonjakan penonton yang turun dari kereta bisa terjadi dalam rentang 30 hingga 60 menit sebelum pertunjukan dimulai. Kondisi itu membuat antrean mengular hingga ke peron, memperlambat waktu tempuh, dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang reguler yang tidak menonton konser.

Selain soal kapasitas, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama. Kepadatan di tangga dan lorong sempit berisiko menyebabkan desakan antre penonton. Penutupan JPO disebut sebagai langkah pengendalian arus yang lebih terukur, karena penonton diarahkan melalui rute yang lebih lebar dan terkontrol. Petugas juga dapat melakukan pemeriksaan tiket dan pengaturan antrean di titik-titik tertentu tanpa mengganggu jalur peron.

Skema Akses bagi Penonton

Penonton yang datang dengan kereta listrik diimbau tidak lagi menggunakan JPO sisi utara. Sebagai gantinya, akses diarahkan melalui pintu keluar utama stasiun menuju jalur pejalan kaki yang telah disiapkan penyelenggara. Dari pintu keluar utama, penonton mengikuti rambu dan arahan petugas menuju gerbang masuk kawasan konser. Jalur ini lebih panjang, namun lebih lebar dan memiliki titik pemeriksaan yang memadai.

Bagi penonton yang membawa kendaraan pribadi, pengelola menyediakan kantong parkir di beberapa lokasi sekitar. Dari kantong parkir tersebut, penonton diarahkan menuju titik kumpul sebelum masuk ke area konser. Penyelenggara juga menambah armada angkutan umum dan bus antar-jemput untuk mengurai kepadatan di sekitar stadion. Penonton diimbau datang lebih awal karena proses pemeriksaan tiket dan pemeriksaan keamanan membutuhkan waktu lebih lama dibanding acara biasa.

Rute Utama

Rute utama penonton dari stasiun dimulai dari pintu keluar sisi selatan. Setelah keluar, penonton mengikuti koridor pejalan kaki yang dibatasi pagar pembatas. Koridor ini mengarah langsung ke gerbang masuk utama kawasan. Petugas kepolisian dan keamanan penyelenggara ditempatkan di setiap persimpangan untuk memastikan penonton tidak berbalik arah atau mengambil jalur di luar koridor yang ditentukan.

Rute Alternatif

Rute alternatif disiapkan jika kepadatan di rute utama melebihi ambang batas. Penonton dapat dialihkan melalui sisi timur kawasan dengan jarak tempuh tambahan sekitar sepuluh hingga lima belas menit berjalan kaki. Rute ini hanya dibuka berdasarkan instruksi petugas di lapangan. Penonton diminta tidak berinisiatif mencari jalur sendiri karena berpotensi masuk ke area terlarang atau menghambat arus kendaraan di jalan sekitar stadion.

Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Umum

Penutupan JPO dibarengi dengan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar JIS. Pengalihan arus dilakukan secara situasional, terutama pada jam kedatangan dan jam bubaran penonton. Kendaraan dari arah tertentu dialihkan agar tidak melewati gerbang utama kawasan. Pengaturan ini bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti kondisi kepadatan di lapangan.

Untuk layanan kereta, pengelola stasiun menambah petugas dan memperbanyak pengumuman di dalam stasiun maupun di dalam kereta. Penumpang yang tidak menonton konser diimbau menghindari perjalanan pada jam sibuk sekitar waktu bubaran. Pengelola juga mengatur waktu tunggu di peron agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang turun maupun naik secara bersamaan.

Imbauan bagi Penonton

Penonton diimbau mematuhi arahan petugas, tidak memaksakan diri melewati JPO yang ditutup, dan mengikuti jalur yang telah ditetapkan. Tiket, kartu identitas, serta barang bawaan sesuai ketentuan sebaiknya dipersiapkan sejak sebelum tiba di titik pemeriksaan. Penonton juga diminta memperhatikan kondisi sekitar, tidak berlari di jalur pejalan kaki, dan segera melapor kepada petugas jika melihat situasi yang berpotensi membahayakan.

Dengan skema akses yang baru, pengelola berharap arus penonton dapat terurai secara bertahap dan tidak menumpuk di satu titik. Penutupan JPO Stasiun JIS bukan satu-satunya penyesuaian yang dilakukan, tetapi bagian dari rangkaian pengaturan menyeluruh untuk memastikan konser berjalan aman bagi penonton maupun pengguna transportasi umum yang melintas di kawasan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter