30, 2026
Teknologi

DLH DKI Imbau Warga Kurangi Kegiatan Luar Ruangan Imbas Abu Anak Krakatau

DLH DKI Jakarta imbau warga kurangi paparan abu Anak Krakatau. Imbau waga pakai masker di luar ruangan.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

DLH DKI Imbau Warga Kurangi Kegiatan Luar Ruangan Imbas Abu Anak Krakatau

DLH DKI Imbau Warga Kurangi Kegiatan Luar Ruangan Imbas Abu Anak Krakatau

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau warga untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan akibat hujan abu yang berasal dari Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini terjadi akibat aktivitas vulkanik yang meningkat di kawasan tersebut.

Kepala DLH DKI Jakarta, Agus Radjiman, mengatakan bahwa pihaknya telah memantau kondisi udara di ibu kota sejak Sabtu (19/8/2023). Menurutnya, konsentrasi partikulat matter (PM) udara di beberapa titik di Jakarta telah mencapai tingkat yang memerlukan perhatian khusus.

"Kami mendeteksi adanya peningkatan konsentrasi PM10 di udara Jakarta. Ini diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu," ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (20/8/2023).

Menurut data yang dikeluarkan DLH DKI, konsentrasi PM10 di Jakarta pada Minggu pagi mencapai 84,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Nilai ini berada di atas ambang batas standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yaitu 75 µg/m³.

Kondisi ini berpotensi berdampak khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang menderita penyakit paru-paru kronis. Oleh karena itu, DLH DKI meminta warga untuk bersikap proaktif dalam menjaga kesehatan.

Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Dokter spesisi paru-paru dari RSUP Persahabatan, dr. Siti Aminah, menjelaskan bahwa paparan partikulat matter dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Gejalanya antara lain batuk, pilek, dan mata berair.

"Untuk kelompok rentan, paparan abu vulkanik dapat memperburuk kondisi seperti asma, bronchitis, atau bahkan pneumonia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi seperti ini," ujar dr. Siti.

Ia menambahkan bahwa warga yang harus beraktivitas di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker dengan kualitas baik, seperti masker N95 atau KN95. Masker tersebut dapat membantu menyaring partikel-partikel halus yang masuk ke saluran pernafasan.

Upaya Pemantauan dan Penanganan

DLH DKI Jakarta telah meningkatkan frekuensi pemantauan kualitas udara di seluruh titik pengukur yang tersebar di 5 wilayah DKI. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk memantau perkembangan situasi.

"Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Jika kondisi memburuk, kami akan segera melakukan koordinasi dengan BPDKI dan pihak terkait untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," jelas Agus.

Sementara itu, BPDKI Jakarta telah mengimbau warga untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pemerintah terkait kondisi kualitas udara. Warga diminta untuk tidak terpancing isu yang tidak berdasar mengenai kondisi abu vulkanik.

Tips Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

DLH DKI juga memberikan beberapa tips bagi warga untuk melindungi diri dari dampak abu vulkanik. Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka. Kedua, pastikan rumah tetap tertutup dengan baik dan gunakan air conditioner atau humidifier untuk menjaga kelembapan udara.

Ketiga, jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan lakukan perawatan kebersihan diri secara rutin setelah kembali ke rumah. Keempat, lindungi mata dengan mengenakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.

Agus menambahkan bahwa DLH DKI akan terus memberikan pembaruan mengenai kondisi kualitas udara melalui berbagai kanal komunikasi resmi. Warga diminta untuk tetap waspada namun tidak panik menghadapi situasi ini.

"Kami minta warga untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menjamin kenyamanan dan keamanan warga," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter