18, 2026
Nasional

Duka Away Surabaya, 4 Suporter PSS Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Ngawi-Caruban

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Duka Away Surabaya, 4 Suporter PSS Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Ngawi-Caruban

Empat suporter Persikabo 1979 asal Surabaya tewas dalam kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Ngawi-Caruban, Jawa Timur, Sabtu (19/11/2022) dini hari. Truk pengangkut suporter itu menabrak pohon setelah melaju ke luar jalur, menewaskan empat orang di lokasi dan melukai tujuh orang lainnya.

Kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Truk dengan nomor polisi L-9021-UU mengangkut 11 suporter Persikabo 1979 yang sedang dalam perjalanan untuk mendukung timnya dalam laga tandang melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kepala Polres Ngawi, AKBP Budi Santoso mengatakan, kecelakaan terjadi saat truk yang dikemudikan Suyitno (45) melaju dari arah Surabaya menuju Yogyakarta. "Saat di KM 584+500, trok tiba-tiba melencur ke kanan dan menabrak pohon di bahu jalan," jelas Budi Santoso dalam keterangannya, Sabtu (19/11/2022).

Menurutnya, empat korban tewas di lokasi kejadian, yakni Ahmad Fauzi (28), Mochammad Iqbal (22), Mochamad Rizki (24), dan Muhammad Rizky (20). Sementara itu, tujuh korban luka-luka langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit di sekitar Ngawi, RSUD Ngawi, RSUD Kedungmonggo, dan RSUD Caruban.

Salah satu korban luka berat, Ahmad Taufik (30), mengaku sedang tidur di dalam kabin saat kecelakaan terjadi. "Saya terbangun saat terdengar benturan keras dan mobil terbalik. Saya sempat panik tapi bisa keluar dari kendaraan," kata Taufik saat ditemui di RSUD Ngawi.

Kronologi Lengkap Kecelakaan

Menurut keterangan saksi mata, truk yang mengangkut suporter itu sebelumnya sempat melaju dengan kecepatan tinggi. "Kita lihat truk itu melaju kencang bahkan ada yang nyebut melebihi batas kecepatan," kata sepetugas tol yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat tiba di lokasi kejadian, truk terlihat sudah menabrak pohon di bahu jalan dengan bagian depannya. Kabin truk hancur parah dan bagian belakang terbalik. Mayat empat korban tewas tergeletak di dekat kendaraan, sementara korban luka masih berada di dalam atau di sekitar kendaraan.

Tim SAR Polres Ngawi beserta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam karena kendaraan yang rusak parah dan posisi korban yang tersebar di sekitaran lokasi.

Respons Klub dan Pihak Terkait

Manajemen Persikabo 1979 segera meresmi kejadian tersebut. Melalui akun resmi Instagram mereka, klub menyampaikan duka cita mendalam. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat suporter Persikabo 1979 dalam kecelakaan di Tol Ngawi-Caruban. Semoga mereka diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," tulis manajemen klub.

PSIS Solo, rival sekaligus saingan Persikabo di Liga 1, juga menyampaikan duka cita. "Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita suporter Persikabo 1979. Semoga mereka tenang di alam sana," tulis PSIS melalui akun resmi mereka.

Pemerintah Daerah Jawa Timur juga menyatakan turut prihatin. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan pihak terkait untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban. "Kami memerintahkan Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polri untuk segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini," kata Khofifah.

Pengamanan di Lokasi Laga

Menindaklanjuti kejadian ini, pihak kepolisian memperketat pengamanan di Stadion Maguwoharjo jelang laga Persikabo 1979 kontra PSS Sleman. "Kami akan meningkatkan pengamanan terutama untuk suporter yang datang dari Surabaya. Kami meminta mereka tetap tenang dan tidak terpancing emosi," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman, AKBP Eko Purnomo.

PSS Sleman juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. "Kami turut berduka atas kejadian yang menimpa saudara-saudara suporter Persikabo 1979. Semoga laga berjalan aman dan damai sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah meninggal," tulik klub dalam keterangannya.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam di kalangan suporter sepak bola Indonesia. Banyak pihak meminta agar transportasi suporter harus lebih diperhatikan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. "Ini bukan kali pertama terjadi kecelakaan dalam perjalanan suporter. Mungkin perlu ada aturan khusus atau transportasi terorganisir untuk suporter yang melakukan away," ujar salah satu suporter senior.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter