24, 2026
Nasional

Erik Ten Hag Sesali Keputusan Manchester United Melepas McTominay ke Napoli

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Keputusan Manchester United melepas Scott McTominay ke Napoli pada bursa transfer musim panas 2024 menjadi salah satu keputusan yang paling disesali Erik ten Hag selama menangani klub berjuluk Setan Merah tersebut. Pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa kepergian gelandang Timnas Skotlandia tersebut meninggalkan celah yang tidak mudah ditutup, terutama dalam hal karakter, intensitas, dan kontribusi gol dari lini kedua.

McTominay bergabung dengan Napoli pada akhir Agustus 2024 dengan nilai transfer yang dilaporkan berada di kisaran 30 juta euro. Kepindahan itu menandai berakhirnya perjalanan panjang pemain berusia 28 tahun tersebut di Old Trafford, tempat ia menempuh jenjang akademi sejak usia muda dan kemudian menjadi bagian dari tim utama selama beberapa musim.

Penyesalan Ten Hag atas Kepergian McTominay

Dalam sejumlah kesempatan setelah kepergiannya dari Manchester United, Ten Hag disebut menyoroti dampak langsung dari penjualan McTominay. Ia menilai sang pemain adalah tipe gelandang yang jarang dimiliki klub besar: pekerja keras, disiplin tanpa bola, dan memiliki naluri mencetak gol yang tinggi meski bermain dari posisi gelandang.

Penyesalan itu bukan tanpa dasar. Selama membela Manchester United, McTominay dikenal sebagai pemain yang kerap muncul dengan gol-gol penting, termasuk pada laga-laga besar melawan tim papan atas. Kontribusinya tidak selalu terlihat dalam statistik penguasaan bola, tetapi tercermin dalam gol penyelamat, tekanan di area tengah, dan kemampuan bermain di beberapa posisi sekaligus.

Ten Hag dilaporkan memandang bahwa sosok seperti McTominay merupakan fondasi penting bagi keseimbangan tim. Kehilangan pemain dengan karakter kerja seperti itu membuat lini tengah Manchester United harus mencari identitas baru, sementara sang pemain justru langsung berkembang pesat di Italia.

Performa Bersinar bersama Napoli

Sejak tiba di Naples, McTominay cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola Serie A yang menuntut taktik dan disiplin posisi. Di bawah asuhan Antonio Conte, ia ditempatkan dalam peran yang lebih menyerang dan diberi kebebasan masuk ke kotak penalti. Hasilnya, ia menjadi salah satu gelandang paling produktif di Italia dan dengan cepat merebut hati pendukung Napoli.

Sejumlah gol penting yang ia cetak membuat namanya masuk dalam pembicaraan sebagai salah satu pembelian paling menguntungkan di Serie A musim tersebut. Fleksibilitasnya memungkinkan Conte mengubah skema tanpa harus mengganti personel, sementara kemampuan duel udara dan ketenangannya di depan gawang memberi Napoli dimensi tambahan dalam menyerang.

Perkembangan tersebut memperkuat narasi bahwa Manchester United melepas pemain yang justru sedang memasuki masa terbaik dalam kariernya. Di sisi lain, Napoli mendapatkan gelandang dengan pengalaman bermain di kompetisi Eropa dan terbiasa menanggung tekanan di klub besar.

Alasan di Balik Keputusan Pelepasan

Tekanan Aturan Keuangan

Keputusan menjual McTominay tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan Manchester United memenuhi aturan keberlanjutan dan keuntungan (PSR) di Liga Primer Inggris. Pemain lulusan akademi klub dihitung sebagai keuntungan murni dalam pembukuan, sehingga penjualannya memberikan ruang finansial yang lebih besar untuk merekrut pemain baru.

Dalam kerangka itu, penjualan McTominay lebih merupakan keputusan struktural klub daripada murni keputusan taktik seorang pelatih. Ten Hag, sebagai pelatih, berada dalam posisi harus menerima konsekuensi dari kebijakan tersebut meski ia menyadari nilai olahraga yang hilang.

Kebutuhan Menyeimbangkan Skuad

Manchester United pada periode itu memang tengah berupaya merombak komposisi skuad, khususnya di lini tengah. Kedatangan pemain-pemain baru dianggap dapat memberikan profil yang lebih sesuai dengan rencana permainan. Namun, proses transisi tersebut tidak berjalan mulus, dan keseimbangan tim sempat menjadi persoalan yang berulang.

Dampak bagi Manchester United

Di sisi lain, kepergian McTominay turut menyoroti persoalan kedalaman skuad Manchester United. Ketika sejumlah gelandang utama mengalami cedera atau penurunan performa, tidak tersedia lagi sosok yang bisa diandalkan untuk mengisi beberapa peran sekaligus. Ketiadaan pemain dengan tipikal pekerja keras itu membuat tim kadang tampak kehilangan intensitas pada momen-momen krusial.

Bagi sebagian pendukung Manchester United, penjualan McTominay menjadi contoh bagaimana pertimbangan finansial jangka pendek berbenturan dengan kebutuhan tim di lapangan. Bagi sebagian lainnya, keputusan tersebut tetap dipahami sebagai bagian dari upaya klub memperbaiki struktur keuangan yang sempat tertekan.

Situasi Ten Hag dan Gambaran Lebih Besar

Ten Hag sendiri tidak lagi menangani Manchester United setelah klub memutuskan mengakhiri kerja samanya pada akhir Oktober 2024 menyusul rangkaian hasil buruk. Dalam refleksinya, ia disebut tetap menilai bahwa sejumlah keputusan transfer, termasuk pelepasan McTominay, menjadi bagian dari persoalan yang memperumit perjalanan tim.

Sementara itu, McTominay terus menikmati babak baru kariernya di Italia. Kebersamaannya dengan Napoli dan Conte memberinya peran yang lebih jelas serta kepercayaan yang tinggi, dua hal yang menurut banyak pengamat tidak selalu ia dapatkan di Old Trafford.

Kasus ini pada akhirnya menjadi cermin bagaimana sepak bola modern bekerja: keputusan transfer tidak pernah berdiri sendiri, melainkan hasil persinggungan antara kebutuhan taktik, aturan keuangan, dan proyeksi jangka panjang klub. Bagi Ten Hag, kepergian McTominay tampaknya akan tetap tercatat sebagai salah satu keputusan yang paling ia sesalkan selama menakhodai Manchester United.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter