23, 2026
Nasional

3 Hidden Gem Touring di Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Bikers

Temukan tiga hidden gem di untuk touring sepeda motor: Puncak Telomoyo, Gunung Salak, dan Puncak Malino. Nikmati pengalaman berkendara yang tak terlupakan!]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

3 Hidden Gem Touring di Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Bikers

3 Hidden Gem Touring di Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Bikers

Touring sepeda motor di Indonesia tidak selalu harus menyusuri jalur yang sudah ramai dikenal. Sejumlah rute dengan pemandangan khas, tantangan medan, dan budaya lokal yang kuat masih relatif jarang masuk pembicaraan umum. Bagi bikers yang mencari pengalaman berbeda, tiga kawasan berikut kerap disebut sebagai hidden gem touring karena menawarkan kombinasi lanskap alam, jalan berkelok, dan interaksi dengan masyarakat setempat. Rute-rute ini bukan tanpa risiko. Kondisi jalan, cuaca, dan fasilitas pendukung perlu dipersiapkan sebelum perjalanan dilakukan.

1. Jalur Pantai Selatan Sumbawa: Taliwang–Maluk–Sekongkang

Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat dikenal memiliki jalur pantai yang panjang dan masih relatif sepi. Salah satu ruas yang menarik perhatian bikers adalah jalur dari Taliwang menuju Maluk dan berlanjut ke Sekongkang. Rute ini melewati kawasan pesisir dengan bukit, tanjung, dan garis pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Bagi pengendara, kombinasi tikungan, tanjakan, dan turunan membuat perjalanan terasa dinamis tanpa harus selalu berada di jalur utama yang padat.

Maluk dan Sekongkang dikenal sebagai kawasan dengan pantai berpasir terang dan ombak yang cocok untuk aktivitas selancar. Meski demikian, bukan berarti kawasan ini hanya untuk wisatawan dengan anggaran besar. Beberapa desa di sepanjang jalur menyediakan penginapan sederhana, warung makan, dan tempat istirahat. Bikers dapat menjadikan Taliwang sebagai titik awal, lalu bergerak ke selatan menuju Maluk. Dari Maluk, perjalanan dapat dilanjutkan ke Sekongkang dengan jarak yang tidak terlalu jauh, tetapi tetap membutuhkan kewaspadaan karena beberapa ruas memiliki tikungan tajam dan pandangan terbatas.

Faktor cuaca menjadi catatan penting. Pada musim hujan, permukaan jalan di beberapa titik bisa licin, terutama di area yang berdekatan dengan bukit dan vegetasi lebat. Sinyal telepon seluler juga tidak selalu stabil di ruas tertentu. Karena itu, bikers disarankan membawa bekal air, memeriksa kondisi rem dan ban, serta tidak memaksakan perjalanan malam jika belum mengenal medan. Kelebihan jalur ini terletak pada suasana yang relatif tenang, pemandangan laut yang terbuka, dan kesempatan berhenti di pantai-pantai kecil yang belum ramai.

2. Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan: Loksado dan Sekitarnya

Kalimantan sering diasosiasikan dengan hutan tropis dan sungai besar, tetapi Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan menyimpan jalur touring yang menantang. Kawasan Loksado dan sekitarnya dikenal dengan perbukitan, hutan, serta sungai berair jernih. Rute menuju Loksado dari Kandangan dan Hantakan menjadi salah satu alternatif bagi bikers yang ingin merasakan medan pegunungan tanpa keramaian jalur wisata utama.

Jalur di kawasan Meratus memiliki karakter yang berbeda dari rute pantai. Pengendara akan menemui tanjakan, turunan, dan jalan sempit yang diapit vegetasi. Di beberapa ruas, permukaan jalan berupa aspal, tetapi di ruas lain bisa ditemui jalan beton, tanah, atau kerikil. Kondisi ini menuntut kendaraan dengan ground clearance memadai, ban yang masih layak, dan kemampuan mengendalikan motor di medan tidak rata. Sepeda motor matik masih dapat digunakan pada ruas tertentu, tetapi bikers perlu menyesuaikan kecepatan dan rute.

Loksado juga dikenal dengan budaya masyarakat Dayak Meratus dan tradisi sungai. Bikers dapat beristirahat di desa-desa sekitar, mencoba kuliner lokal, atau melihat aktivitas masyarakat. Namun, fasilitas wisata di kawasan ini tidak sepadat destinasi populer di Jawa atau Bali. Penginapan tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga perencanaan akomodasi menjadi penting, terutama pada akhir pekan atau musim libur. Bensin juga perlu diperhitungkan karena tidak semua ruas memiliki stasiun pengisian yang berjarak dekat.

Dari sisi keselamatan, perjalanan di Meratus sebaiknya dilakukan pada pagi hingga sore hari. Kabut dan hujan dapat mengurangi jarak pandang. Bikers yang membawa barang bawaan perlu memastikan beban terdistribusi dengan baik agar motor tetap stabil di tanjakan dan turunan. Rute ini cocok bagi pengendara yang tidak hanya mencari keindahan, tetapi juga tantangan teknis dan suasana pedalaman.

3. Bajawa–Riung, Flores: Jalur Vulkanik Menuju Taman Laut

Flores, Nusa Tenggara Timur, telah lama menjadi tujuan wisata, tetapi jalur darat dari Bajawa menuju Riung masih terbilang jarang dibahas dalam agenda touring sepeda motor. Rute ini menghubungkan kawasan pegunungan vulkanik dengan pesisir utara Flores. Sepanjang perjalanan, bikers dapat menjumpai pemandangan bukit, lembah, dan perkampungan tradisional. Beberapa titik menawarkan panorama gunung dan laut yang berubah seiring arah perjalanan.

Bajawa dikenal sebagai kawasan dengan udara sejuk dan tradisi masyarakat Ngada. Dari Bajawa, perjalanan menuju Riung membutuhkan waktu beberapa jam tergantung kondisi jalan dan frekuensi berhenti. Riung sendiri dikenal dengan Taman Nasional Laut Riung dan gugusan pulau kecil. Bagi bikers, kombinasi perjalanan darat dan wisata bahari menjadikan rute ini menarik untuk perjalanan beberapa hari. Namun, akses menuju beberapa titik wisata tetap memerlukan koordinasi dengan pemandu lokal atau penyedia jasa perahu.

Kondisi jalan Bajawa–Riung umumnya dapat dilalui sepeda motor, tetapi tetap ada ruas dengan tikungan tajam, tanjakan, dan permukaan yang tidak merata. Pada musim hujan, longsor kecil atau material di badan jalan dapat muncul di beberapa titik. Bikers disarankan memeriksa informasi cuaca dan kondisi jalan terbaru sebelum berangkat. Jarak antarfasilitas juga perlu diperhatikan. Stasiun pengisian bahan bakar, bengkel, dan layanan kesehatan tidak selalu tersedia di setiap ruas.

Nilai tambah rute ini terletak pada kombinasi lanskap vulkanik, budaya lokal, dan pesisir. Bikers dapat mengatur perjalanan agar tidak terlalu padat, misalnya bermalam di Bajawa sebelum melanjutkan ke Riung. Dengan perencanaan yang matang, jalur ini dapat menjadi pengalaman touring yang tidak hanya menantang secara teknis, tetapi juga memberi ruang untuk memahami kehidupan masyarakat Flores.

Persiapan Sebelum Berangkat

Ketiga rute tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi prinsip persiapan touring tetap sama. Kendaraan harus diperiksa, mulai dari rem, ban, rantai atau CVT, lampu, hingga sistem pendingin. Bikers perlu membawa perlengkapan hujan, obat-obatan pribadi, power bank, dan uang tunai secukupnya. Peta offline dan informasi kondisi jalan terbaru membantu mengurangi risiko tersesat atau terjebak di ruas yang sedang diperbaiki.

Faktor fisik juga tidak kalah penting. Perjalanan di jalur pegunungan dan pesisir menuntut konsentrasi tinggi. Istirahat cukup, hindari berkendara saat lelah, dan patuhi batas kecepatan. Menghormati masyarakat setempat serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari etika touring. Dengan pendekatan itu, hidden gem touring di Sumbawa, Meratus, dan Flores bukan hanya menjadi daftar tujuan, tetapi juga perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkesan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter