Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi Setelah Penutupan Tiga Bulan
Stasiun Duri kembali menyediakan layanan eskalator bagi penumpang Kereta Commuter Line (KRL) Commuter Jabodetabek setelah menjalani proses perbaikan selama tiga bulan. Eskalator yang terletak di sisi barat stasiun ini kembali beroperasi mulai hari ini, Rabu (15/11), sekitar pukul 05.00 WIB.
Kepala Stasiun Duri, Budi Santoso, mengatakan bahwa penutupan eskalator tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. "Kami telah melakukan perbaikan komprehensif pada eskalator yang bermasalah sejak Agustus lalu. Setelah melalui serangkaian uji coba dan inspeksi, kami yakin eskalator ini sudah aman digunakan kembali," ujar Budi saat ditemui di lokasi.
Proses Perbaikan yang Teliti
Proses perbaikan eskalator ini melibatkan tim teknisi dari PT KAI Commuter Indonesia dan pihak ketiga yang berpengalaman dalam perawatan sistem eskalator. Selama tiga bulan, tim teknisi melakukan penggantian beberapa komponen krusial, termasuk sabuk penggerak, roda, dan sistem kontrol elektronik.
"Kami tidak hanya memperbaiki yang rusak, tetapi juga melakukan peningkatan pada beberapa komponen untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan. Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik kepada penumpang," jelas Budi.
Selama eskalator dalam kondisi tidak beroperasi, stasiun menyediakan petugas bantuan untuk membantu penumpang, terutama penyandang disabilitas, lansia, dan penumpang yang membawa barang berat. Petugas tersebut bertugas membantu penumpang menaiki turun tangga yang berjumlah 83 anak tangga di lokasi tersebut.
Dampak terhadap Aktivitas Penumpang
Dengan kembali beroperasinya eskalator, diharapkan aktivitas penumpang di Stasiun Duri akan lebih lancar dan nyaman. Stasiun Duri merupakan salah satu stasiun transit penting di jalur Commuter Line dengan tingkat aktivitas tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
"Banyak penumpang yang menunggu eskalator ini beroperasi kembali. Terutama bagi mereka yang membawa tas berat atau membawa anak-anak. Kini mereka bisa lebih mudah dan aman menaiki atau turun dari peron," kata salah satu penumpang reguler, Ahmad, yang biasa naik KRL dari Stasiun Duri menuju Stasiun Jakarta Kota.
Menurut data dari PT KAI Commuter, rata-rata penumpang yang menggunakan Stasiun Duri mencapai 35.000 orang per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% di antaranya menggunakan eskalator untuk berpindah antara lantai dasar dengan peron kereta.
Perencanaan Pemeliharaan Masa Depan
Untuk mencegah masalah serupa, PT KAI Commuter merencanakan agenda pemeliharaan berkala yang lebih ketat pada semua eskalator di seluruh stasiun yang dikelolanya. "Kami akan meningkatkan frekuensi pemeriksaan dan perawatan preventif pada eskalator. Tujuannya adalah untuk mendeteksi potensi masalah sebelum benar-benar terjadi," jelas Budi.
Selain itu, PT KAI Commuter juga berencana melakukan peningkatan fasilitas di sekitar area eskalator, termasuk penambahan pencahayaan yang lebih baik, tanda petunjuk yang lebih jelas, dan area istirahat bagi penumpang yang menunggu.
Penumpang diminta tetap waspada dan mematuhi petunjuk petugas saat menggunakan eskalator. "Kami menghimbau penumpang untuk tidak berlari saat menggunakan eskalator, memegang pegangan pegangan dengan erat, dan tidak membawa barang yang terlalu lebar atau berat yang dapat mengganggu operasional eskalator," tambah Budi.
Kembalinya eskalator beroperasi di Stasiun Duri diharapkan dapat meningkatkan kepuasan penumpang dan menunjukkan komitmen PT KAI Commuter dalam memberikan layanan transportasi massal yang berkualitas dan aman.
Komentar (0)