Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih dalam proses perbaikan hingga kini. Akibatnya, penumpang KRL Commuter Line yang hendak naik ke peron atau keluar dari stasiun terpaksa mengantre panjang, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi ribuan pengguna jasa transportasi publik yang melintasi salah satu stasiun tersibuk di lintas Cikarang–Tangerang tersebut.
Antrean Mengular di Jam Sibuk
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean penumpang mengular cukup panjang menuju tangga manual yang menjadi satu-satunya akses alternatif. Pada pagi hari sekitar pukul 06.30 hingga 08.00 WIB, arus penumpang yang turun dari kereta menuju pintu keluar harus bergantian menggunakan tangga yang sama dengan penumpang yang akan naik ke peron. Hal serupa terjadi pada sore hingga malam hari ketika jam pulang kerja.
Sejumlah penumpang mengeluhkan waktu tempuh yang bertambah. Mereka yang biasanya hanya membutuhkan hitungan detik untuk berpindah lantai melalui eskalator kini harus mengantre beberapa menit. Bagi penumpang dengan barang bawaan, anak kecil, atau kondisi fisik terbatas, situasi ini dirasa semakin menyulitkan.
“Kalau pagi antreannya panjang sekali, apalagi kalau ada kereta datang bersamaan. Kami harus sabar menunggu giliran naik tangga,” ujar salah satu penumpang rutin Stasiun Duri.
Dampak terhadap Mobilitas Harian
Stasiun Duri merupakan titik transit penting bagi penumpang yang berpindah antara lintas Tangerang dan lintas Cikarang melalui jalur layang menuju Stasiun Manggarai. Volume penumpang di stasiun ini tercatat tinggi setiap hari, dengan puncak kepadatan pada jam berangkat dan pulang kerja. Karena itu, terganggunya fasilitas vertikal seperti eskalator berdampak langsung pada kelancaran mobilitas harian.
Selain memperlambat perpindahan penumpang, antrean yang menumpuk juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama jika terjadi penumpukan di area tangga sempit. Petugas di lapangan tampak berupaya mengatur arus penumpang agar tetap tertib dan tidak terjadi desakan yang membahayakan.
Perbaikan Ditargetkan Rampung Bertahap
Pihak pengelola stasiun menyatakan perbaikan eskalator dilakukan karena adanya kerusakan pada komponen mesin yang memerlukan penggantian suku cadang. Proses perbaikan disebut membutuhkan waktu karena harus menunggu ketersediaan komponen dan pengerjaan yang dilakukan secara hati-hati demi keselamatan pengguna.
Selama perbaikan berlangsung, penumpang diimbau memanfaatkan tangga manual yang tersedia dan mengikuti arahan petugas. Pengelola juga mengerahkan personel tambahan untuk membantu mengatur antrean serta memberikan informasi kepada penumpang mengenai kondisi terkini fasilitas di stasiun.
Meski demikian, sejumlah pengguna berharap perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin. Mereka menilai eskalator merupakan fasilitas vital yang menunjang kenyamanan, terutama bagi penumpang lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Harapan Penumpang
Para penumpang berharap ada solusi sementara yang lebih memadai, misalnya penambahan akses tangga atau pengaturan arus penumpang yang lebih optimal selama eskalator belum berfungsi normal. Mereka juga meminta informasi perbaikan disampaikan secara transparan, termasuk estimasi waktu penyelesaian, agar dapat menyesuaikan waktu perjalanan.
Hingga saat ini, perbaikan eskalator Stasiun Duri masih berlangsung. Penumpang KRL diimbau datang lebih awal, terutama pada jam sibuk, agar tidak tertinggal kereta akibat antrean yang panjang. Pengelola diharapkan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama selama masa perbaikan.
Komentar (0)