03, 2026
Nasional

Eskalator Stasiun Duri Tiba-tiba Mundur, 12 Pengguna Terluka

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Eskalator Stasiun Duri Tiba-tiba Mundur, 12 Pengguna Terluka

Insiden kecelakaan kerja dan keselamatan transportasi publik kembali terjadi di kawasan ibu kota. Sebuah eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, dilaporkan tiba-tiba bergerak mundur ke arah berlawanan saat sedang digunakan oleh sejumlah penumpang. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna jasa kereta api commuter terkait standar keselamatan fasilitas publik, khususnya peralatan eskalator yang setiap hari digunakan oleh ribuan orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi pada jam sibuk ketika arus penumpang di Stasiun Duri sedang padat. Eskalator yang semestinya bergerak naik menuju peron atau area keluar mendadak berbalik arah dan meluncur turun dengan cepat. Sejumlah penumpang yang berdiri di atasnya kehilangan keseimbangan, terjatuh, dan saling bertumbukan. Kondisi tersebut diperparah karena sebagian korban merupakan pengguna lanjut usia serta penumpang yang membawa barang bawaan, sehingga mereka sulit menyelamatkan diri ketika eskalator berbalik arah secara mendadak.

Petugas stasiun dan petugas keamanan yang berada di lokasi segera bergerak cepat mengevakuasi para korban. Sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami luka ringan hingga sedang, seperti lecet, memar, dan benturan pada bagian tubuh tertentu. Mereka kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban dengan luka berat maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kronologi dan Respons Pihak Terkait

Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, eskalator tersebut sebelumnya beroperasi normal sebelum akhirnya mengalami gangguan secara tiba-tiba. Beberapa penumpang mengaku mendengar suara tidak biasa dari mesin eskalator sesaat sebelum perangkat tersebut berbalik arah. Mereka yang berada di bagian atas eskalator panik dan berusaha menahan tubuh agar tidak terjatuh ke bawah, sementara penumpang di bagian bawah berupaya menghindar untuk menghindari tumbukan.

Pihak pengelola stasiun langsung menutup sementara eskalator yang bermasalah dan memasang pembatas agar tidak digunakan oleh penumpang. Tim teknis dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap sistem kelistrikan, sensor, serta mekanisme penggerak eskalator. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti mengapa eskalator dapat berbalik arah, apakah karena kegagalan sistem pengereman, kerusakan komponen, atau faktor lain seperti beban berlebih dan kurangnya perawatan berkala.

Manajemen juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan audit keselamatan pada seluruh eskalator di stasiun tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada perangkat lain yang berpotensi mengalami gangguan serupa. Selain itu, petugas medis dan layanan bantuan penumpang dikerahkan untuk membantu proses klaim biaya pengobatan bagi para korban yang terdampak.

Penyebab Diduga dan Pentingnya Perawatan Rutin

Dalam berbagai kasus serupa yang pernah terjadi di sejumlah stasiun dan pusat perbelanjaan, eskalator yang bergerak mundur umumnya disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman atau kerusakan pada komponen penggerak. Faktor lain yang kerap menjadi pemicu adalah kurangnya perawatan berkala, usia peralatan yang sudah tua, serta beban penumpang yang melebihi kapasitas yang direkomendasikan. Kondisi ini diperparah apabila tidak ada pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh tim teknis bersertifikat.

Pengamat transportasi menilai insiden di Stasiun Duri harus menjadi peringatan bagi seluruh pengelola fasilitas publik. Eskalator merupakan perangkat yang menopang mobilitas harian masyarakat, sehingga kelayakannya wajib diperiksa secara berkala, mulai dari sistem kelistrikan, sensor keselamatan, hingga mekanisme pengereman darurat. Selain itu, perlu ada prosedur tanggap darurat yang jelas agar petugas di lapangan dapat bertindak cepat ketika terjadi gangguan.

Dari sisi pengguna, masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati saat menggunakan eskalator, terutama di jam-jam sibuk. Penumpang disarankan tidak memaksakan diri naik ketika eskalator terlihat penuh, berdiri pada posisi yang stabil, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kejanggalan pada perangkat. Kesadaran bersama antara pengelola dan pengguna menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Dampak terhadap Layanan dan Tuntutan Keselamatan

Insiden ini sempat menyebabkan terganggunya arus penumpang di Stasiun Duri, terutama pada jalur menuju eskalator yang ditutup. Petugas mengalihkan penumpang ke tangga biasa dan eskalator lain yang masih berfungsi normal. Meski demikian, kepadatan sempat terjadi karena jumlah penumpang yang cukup tinggi pada jam tersebut.

Sejumlah pengguna commuter mengaku khawatir dan berharap pemerintah serta pengelola stasiun segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas di seluruh stasiun. Mereka menuntut transparansi hasil investigasi serta jaminan keselamatan yang lebih baik, termasuk pemasangan kamera pemantau tambahan dan peningkatan frekuensi pemeriksaan alat. Tuntutan serupa juga disampaikan oleh organisasi konsumen yang mendesak adanya sanksi tegas apabila ditemukan kelalaian dalam pemeliharaan peralatan.

Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang berjanji akan mengumumkan hasil investigasi secara terbuka kepada publik. Sementara itu, seluruh korban yang mengalami luka terus mendapatkan pendampingan, baik dari sisi medis maupun administratif. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan fasilitas publik bukan sekadar tanggung jawab teknis, melainkan bagian dari perlindungan dasar bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada transportasi umum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter