21, 2026
Nasional

Ferry Komentari Sanksi Komdis untuk Persija: Tak Perlu Banding

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/21/6ad880610d855-direktur-utama-ileague-ferry-paulus_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus menilai Persija Jakarta tidak perlu mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Menurutnya, keputusan lembaga peradilan sepak bola itu merupakan bagian dari penegakan aturan yang harus diterima oleh seluruh klub peserta kompetisi, termasuk tim ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menanggapi keputusan Komdis yang menyasar Persija Jakarta. Ia menegaskan bahwa sikap legawa terhadap putusan komisi disiplin menjadi bagian dari kedewasaan sebuah klub dalam menjalani kompetisi. Alih-alih menempuh jalur banding, Ferry menilai Persija lebih baik berkonsentrasi pada pembenahan internal dan laga-laga berikutnya.

Sanksi Komdis dan Penegakan Aturan Kompetisi

Komisi Disiplin PSSI merupakan lembaga yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada klub, pemain, ofisial, maupun suporter yang terbukti melanggar regulasi kompetisi. Putusan komdis diambil melalui sidang berdasarkan laporan pengawas pertandingan, delegasi pertandingan, serta bukti-bukti pendukung lainnya. Sanksi yang biasa dijatuhkan mencakup denda, larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan, hingga pengurangan kapasitas atau penutupan sebagian area stadion.

Dalam kasus yang menimpa Persija, Ferry menilai proses yang berjalan di komdis sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Menurutnya, putusan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui pemeriksaan atas laporan dan bukti yang diterima komisi disiplin. Karena itu, ia memandang langkah banding tidak akan memberikan perubahan berarti bagi klub.

"Tidak perlu banding. Keputusan komdis itu bagian dari aturan yang harus dijalankan," kata Ferry Paulus di Jakarta.

Banding Dinilai Tidak Memberi Nilai Tambah

Ferry menjelaskan, jalur banding sebenarnya tetap terbuka bagi klub yang merasa keberatan atas putusan komdis. Regulasi kompetisi memberikan tenggang waktu tertentu bagi klub untuk mengajukan permohonan banding ke Badan Banding. Namun, ia mengingatkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit.

Menurut Ferry, energi klub sebaiknya diarahkan pada hal-hal yang lebih produktif, seperti memperkuat kedisiplinan internal, membenahi koordinasi dengan suporter, dan mempersiapkan tim menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Ia menilai pengalaman klub-klub lain menunjukkan bahwa banding jarang mengubah substansi putusan, terutama jika bukti yang dimiliki komdis dianggap kuat.

Ferry juga menyoroti pentingnya konsistensi penegakan aturan di seluruh kompetisi. Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan komdis merupakan bagian dari upaya menjaga integritas liga agar setiap pertandingan berjalan sportif dan aman. Ia menilai perbedaan perlakuan antar klub justru akan menimbulkan persoalan baru bagi kompetisi.

Dorong Klub Introspeksi

Lebih lanjut, Ferry mengajak Persija dan klub-klub lain menjadikan sanksi komdis sebagai bahan introspeksi. Ia menilai persoalan disiplin, terutama yang melibatkan suporter, tidak bisa diselesaikan hanya dengan hukuman. Dibutuhkan kerja sama berkelanjutan antara manajemen klub, aparat keamanan, dan kelompok pendukung untuk mencegah terulangnya pelanggaran.

Menurut Ferry, klub-klub peserta kompetisi telah memiliki panduan terkait penyelenggaraan pertandingan, termasuk kewajiban menjaga ketertiban di dalam dan sekitar stadion. Ia berharap setiap klub memperkuat sosialisasi aturan kepada suporter, sehingga risiko sanksi dapat ditekan sejak awal.

Ia juga menegaskan bahwa operator liga akan terus berkoordinasi dengan PSSI dan pihak keamanan untuk memastikan pertandingan berjalan kondusif. Menurutnya, kompetisi yang sehat hanya bisa terwujud jika seluruh pemangku kepentingan, mulai dari klub, pemain, ofisial, hingga suporter, sama-sama menaati aturan.

Fokus pada Sisa Kompetisi

Ferry menambahkan, perhatian publik sebaiknya tidak berlarut-larut pada persoalan sanksi. Ia menilai masih banyak agenda kompetisi yang membutuhkan konsentrasi, termasuk persaingan di papan atas dan perjuangan klub-klub menghindari zona degradasi. Menurutnya, kualitas pertandingan akan lebih baik jika klub dapat menjalani laga tanpa gangguan persoalan disiplin.

Ia pun mengingatkan bahwa setiap keputusan komdis bersifat mengikat dan wajib dijalankan, termasuk ketentuan mengenai pelaksanaan sanksi. Klub yang tidak melaksanakan putusan berisiko menghadapi konsekuensi tambahan sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan sikap tersebut, Ferry berharap Persija dapat segera menutup persoalan ini dan kembali fokus pada target kompetisi. Ia menilai klub sekelas Persija memiliki sumber daya yang cukup untuk menjadikan sanksi sebagai momentum pembenahan, baik dari sisi manajemen maupun hubungan dengan pendukung. "Jalani saja, lalu perbaiki ke depan," ujarnya.

Hingga saat ini, manajemen Persija belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan langkah banding. Operator liga memastikan akan terus memantau pelaksanaan sanksi dan memastikan seluruh klub memperoleh perlakuan yang sama di bawah regulasi kompetisi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter