03, 2026
Nasional

FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Tak Menyangka Singapura Dihajar Malaysia 0-6

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih kepala Timnas Singapura, John Herdman, mengaku tidak menyangka timnya mengalami kekalahan telak 0-6 dari Malaysia pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Jumat malam. Kekalahan itu menjadi salah satu hasil terburuk Singapura dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen sepak bola antarnegara ASEAN.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Herdman menyatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan timnya akan kalah dengan margin sebesar itu. Menurutnya, persiapan yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir berjalan sesuai rencana, namun eksekusi di lapangan berjalan jauh dari harapan. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai malam yang sangat menyakitkan bagi seluruh pemain, staf pelatih, dan tentu saja bagi para pendukung Singapura yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan dari rumah.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Malaysia tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi yang diterapkan lini depan Malaysia membuat barisan pertahanan Singapura kesulitan keluar dari tekanan. Gol pembuka lahir pada menit ke-12 melalui serangan cepat dari sisi kanan yang diselesaikan dengan tembakan keras ke sudut gawang. Keunggulan itu semakin menambah kepercayaan diri tuan rumah.

Malaysia menggandakan keunggulan pada menit ke-27 lewat skema bola mati. Sundulan pemain tengah Malaysia memanfaatkan umpan silang akurat dari sepak pojok, sementara kiper Singapura tidak mampu menjangkau bola. Singapura sempat mencoba merespons dengan meningkatkan penguasaan bola, tetapi pressing ketat Malaysia kembali memaksa mereka melakukan kesalahan di lini tengah.

Gol ketiga dan keempat tercipta dalam rentang waktu sepuluh menit sebelum babak pertama berakhir. Dua kesalahan beruntun dalam umpan pendek di area sendiri dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Malaysia. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum, memaksa Herdman melakukan perubahan taktik di ruang ganti.

Babak Kedua Tanpa Perbaikan Signifikan

Memasuki babak kedua, Herdman memasukkan dua pemain segar untuk menambah daya gedor dan memperkuat lini tengah. Namun, perubahan tersebut tidak mampu membendung dominasi Malaysia. Tim tuan rumah tetap mengendalikan jalannya pertandingan dan menambah gol kelima pada menit ke-58 melalui serangan balik cepat yang melibatkan tiga pemain.

Gol keenam tercipta pada menit ke-77, kali ini melalui penalti setelah pemain Singapura dianggap melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih tanpa keraguan, dan eksekutor Malaysia menjalankan tugasnya dengan tenang.

Sepanjang 90 menit, statistik pertandingan menunjukkan dominasi Malaysia hampir di semua aspek. Mereka mencatatkan penguasaan bola lebih dari 60 persen, melepaskan belasan tembakan ke arah gawang, dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Singapura sendiri hanya mampu menciptakan beberapa peluang yang tidak cukup merepotkan kiper Malaysia.

Reaksi dan Evaluasi

Herdman menegaskan bahwa hasil ini menjadi pukulan berat bagi moril tim, tetapi ia menolak menyalahkan satu atau dua pemain secara individu. Menurutnya, kekalahan adalah tanggung jawab kolektif, termasuk dirinya sebagai pelatih yang menyusun strategi dan memilih pemain. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum laga berikutnya, terutama terkait organisasi pertahanan, transisi saat kehilangan bola, dan mentalitas pemain ketika berada dalam tekanan.

Pelatih asal Inggris itu juga menyoroti kualitas permainan Malaysia yang menurutnya tampil sangat efektif dalam memanfaatkan setiap celah yang ada. Ia menilai Malaysia pantas meraih kemenangan besar tersebut, terutama karena agresivitas dan ketajaman mereka di sepertiga akhir lapangan.

Dampak bagi Singapura di Grup A

Kekalahan 0-6 membuat posisi Singapura di Grup A berada dalam tekanan besar. Selisih gol yang buruk dapat menjadi faktor penentu jika persaingan menuju babak berikutnya berlangsung ketat. Singapura masih memiliki beberapa pertandingan sisa, tetapi mereka wajib meraih hasil maksimal sekaligus memperbaiki selisih gol agar tetap memiliki peluang lolos.

Di sisi lain, kemenangan besar ini menjadi modal berharga bagi Malaysia untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri pemain dan memberikan dukungan moral bagi para pendukung tuan rumah yang memenuhi stadion.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi edisi pertama turnamen dengan format dan penamaan baru setelah sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF. Perubahan ini membawa konsekuensi pada peningkatan ekspektasi dari setiap negara peserta, termasuk Singapura yang memiliki target untuk tampil kompetitif di level kawasan. Hasil di Bukit Jalil menjadi catatan penting bagi Herdman dan timnya untuk segera bangkit atau berisiko tersingkir lebih awal dari turnamen dua tahunan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter