25, 2026
Nasional

Gandeng Ibu ke Job Fair, Cerita Pemuda 19 Tahun Buang Gengsi Demi Masa Depan

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gandeng Ibu ke Job Fair, Pemuda 19 Tahun Buang Gengsi Demi Masa Depan

Sebuah apek tidak biasa terlihat di salah satu job fair yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Se pemuda berusia 19 tahun, yang kemudian diketahui bernama Rizki, datang ke acara tersebut bukan sendirian, melainkan membawa ibunya. Apek tersebut pun langsung menjadi perhatian banyak orang karena sikapnya yang tidak segan-segan meminta bantuan ibunya dalam mencari pekerjaan.

Rizki, lulusan SMK jurusan Teknik Mesin, mengaku merasa tidak percaya diri jika mencari pekerjaan sendirian. Alasan utamanya adalah karena ia masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. Keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri dan membebaskan orang tua dari beban biaya hidup menjadi pendorang utamanya untuk menghadapi tantangan mencari kerja.

"Saya merasa lebih percaya diri ketika ibu ikut membantu. Ibu lebih berpengalaman dalam menghadapi orang dan tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. Saya hanya bisa ikut belajar dari ibu," ujar Rizki saat diwawancarai di lokasi job fair.

Langkah Berani yang Menginspirasi

Tindakan Rizki yang meminta tolong ibunya untuk ikut mencari pekerjaan ternyata mendapat respons positif dari banyak pihak. Banyak yang menganggap langkah tersebut sebagai bentuk kematangan dan keterbukaan seorang pemuda. Alih-alih merasa malu, Rizki justru menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap masa depannya.

"Saya tidak melihat ini sebagai hal negatif. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa pemuda tersebut tidak malu untuk mengakui kekurangannya dan bersedia meminta bantuan. Itu adalah sikap yang sangat positif," kata Ahmad, salah satu pengunjung job fair yang juga seorang HRD.

Rizki mengaku sudah beberapa kali mencari pekerjaan secara mandiri namun selalu gagal. Setiap melamar pekerjaan, ia selalu merasa minder dan tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan wawancara dengan baik. Kepercayaan diri yang rendah ini menjadi hambatan utamanya untuk bisa diterima di perusahaan mana pun.

Peran Penting Keluarga dalam Mencari Pekerjaan

Keberadaan ibu, Siti, ternyata menjadi faktor penentu keberhasilan Rizki dalam mendapatkan pekerjaan. Selama job fair berlangsung, Siti aktif membantu anaknya berkomunikasi dengan pihak perusahaan yang ada. Ia ikut menanyakan informasi mengenai persyaratan pekerjaan dan gaji yang ditawarkan.

Sebagai seorang ibu, Siti merasa bangga dengan sikap anaknya yang tidak segan-segan meminta bantuan. Ia mengakui bahwa mencari pekerjaan di zaman sekarang memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang masih belum berpengalaman.

"Saya hanya ingin membantu anak saya. Kalau bisa bekerja, ia bisa mandiri dan tidak terus-terusan meminta biaya ke kami. Ini untuk masa depannya," ujar Siti dengan penuh harap.

Hasil yang Memuaskan

Usai job fair, Rizki berhasil mendapatkan tawaran kerja dari sebuah perusahaan swasta sebagai staff administrasi. Ia pun segera menerima tawaran tersebut dan akan memulai kerjanya minggu depan.

Rizki mengaku sangat bersyukur atas bantuan ibunya. Tanpa dukungan dan bimbingan dari ibunya, ia yakin tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Ia berjanji akan bekerja keras untuk membuktikan diri dan tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan perusahaan.

Kisah Rizki ini menjadi inspirasi bagi banyak pemuda yang sedang mencari pekerjaan. Ia membuktikan bahwa tidak ada salahnya meminta bantuan orang tua atau orang yang lebih berpengalaman dalam menghadapi tantangan hidup. Sikap rendah hati dan keberanian untuk mengakui kekurangan justru menjadi kelebihan tersendiri dalam meraih kesuksesan.

Tanggapan Ahli Psikologi

Menurut Dr. Fitri, seorang psikolog, sikap Rizki yang tidak segan meminta bantuan ibua dalam mencari pekerjaan menunjukkan kematangan emosional. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kepercayaan diri tinggi, terutama saat menghadapi situasi baru seperti wawancara kerja.

"Meminta bantuan bukanlah tanda kelemanan, melainkan bentuk kecerdasan emosional. Mengakui kekurangan dan mencari cara untuk mengatasinya adalah sikap yang sangat positif," jelas Dr. Fitri.

Ia menambahkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam proses pencarian pekerjaan terutama bagi mereka yang baru memasuki dunia kerja. Dukungan moral dari orang tua dapat menjadi penguat kepercayaan diri bagi para pemuda.

Kesimpulan

Kisah Rizki membuktikan bahwa tidak ada jalan yang salah selama tujuannya benar. Ia tidak segan-segan membuang gengsi demi meraih masa depan yang lebih baik. Dengan bantuan dan dukungan keluarga, ia berhasil mendapatkan pekerjaan dan memulai karir baru.

Untuk para pemuda lain yang sedang menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan, kisah Rizki menjadi motivasi bahwa setiap tantangan dapat diatasi dengan sikap positif dan dukungan yang tepat. Tidak ada yang namanya gagal total, selama masih ada usaha dan keberanian untuk terus mencoba.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter