Neville Kritis Kinerja Gelandang Manchester United
Manchester United gagal meraih kemenangan dalam laga tandang melawan Tottenham Hotspur di ajang Premier League. Hasil imbang 2-2 yang diraih Setan Merah menjadi bahan kritik tajam dari legenda klub, Gary Neville. Mantan bek kanan timnas Inggris itu khususnya menyoroti penampilan dua gelandang yang dinilai tidak cocok bermain bersama dalam laga yang berlangsung di Stadion Tottenham, Minggu (15/10/2023).
Dalam analisisnya, Neville menyatakan bahwa kombinasi antara Scott McTominay dan Kobbie Mainoo gagal memberikan keseimbangan yang dibutuhkan di lini tengah. Menurutnya, keduanya sama-sama pemain yang cenderung menyerang sehingga meninggalkan ruang kosong di belakang yang dimanfaatkan oleh pemain Tottenham.
Analisis Performa di Lini Tengah
McTominay yang biasanya berposisi sebagai gelandang bertahan dalam laga ini terlihat lebih maju ke depan. Ia mencatatkan 91% presisi passing dan berhasil melakukan 3 tekel sukses. Namun, Neville berpendapat bahwa agressivitas McTominay sering membuatnya meninggalkan posisi defensif yang mengakibatkan Tottenham memiliki ruang lebih banyak di area depan kotak penalti.
Di sisi lain, Mainoo yang tampil sebagai pengganti dalam laga ini menunjukkan potensi dengan 89% presisi passing dan 1 assist. Meski begitu, Neville menilai bahwa Mainoo terlalu fokus dalam membawa bola maju sehingga kurang memberikan proteksi untuk bek tengah. "Keduanya sama-sama memiliki kemampuan untuk maju, tetapi tidak ada yang mampu mengisi peran sebagai gelandang yang benar-benar bertahan," ujar Neville.
Dampak pada Performa Tim Secara Keseluruhan
Kekurangan keseimbangan di lini tengah berdampak langsung pada performa tim secara keseluruhan. Manchester United kebobolan dua gol dalam rentang waktu hanya 7 menit di babak kedua. Kedua gol tersebut tercipta dari serangan yang dimulai dari area tengah yang tidak terkontrol dengan baik.
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, mengakui bahwa timnya perlu meningkatkan performa di lini tengah. "Kita kebobolan gol karena kita tidak mampu mengontrol lini tengah dengan baik. Kedua gol tersebut bisa dicegah jika kita lebih disiplin secara kolektif," ujar Ten Hag dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Perspektif Taktis dari Para Ahli
Analisis Neville sejalan dengan pandangan beberapa ahli taktis lainnya. Mantan gelandang Arsenal, Patrick Vieira, menilai bahwa Manchester United perlu mempertimbangkan untuk menggunakan formasi yang berbeda untuk mengoptimalkan kekuatan pemain di lini tengah. "Mungkin mereka perlu mencoba menggunakan tiga gelandang dengan satu di antaranya berfungsi khusus sebagai penjaga garis," ujar Vieira.
Sementara itu, mantan gelandang Chelsea, Frank Lampard, menyoroti pentingnya komunikasi di antara pemain lini tengah. "Komunikasi adalah kunci dalam permainan lini tengah. Jika mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik, maka ruang yang ditinggalkan akan menjadi masalah besar," tambahnya.
Masa Depan Gelandang Manchester United
Kritikan yang dilontarkan Neville menimbulkan pertanyaan tentang masa depan McTominay dan Mainoo di Manchester United. Kedua pemain ini dianggap memiliki potensi besar, namun kombinasi mereka belum menunjukkan hasil yang maksimal.
Manchester United dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mendatangkan gelandang baru di bursa transfer musim dingin mendatang. Beberapa nama seperti Moisés Caicedo dari Brighton & Hove Albion dan Enzo Fernández dari Chelsea sedang menjadi target utama klub.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Manchester United perlu segera menemukan solusi untuk masalah di lini tengah jika ingin bersaing memperebutkan gelar Premier League dan meraih hasil maksimal di kompetisi lainnya.
Komentar (0)