11, 2026
Nasional

Gus Ipul Dukung Transformasi Polri, Dorong Pemberantasan Narkoba

Wakil Ketua PBNU, Gus Ipul, dukung Kapolri dalam pemberantasan narkoba dan transformasi Polri. Ia serukan sinergi masyarakat untuk melindungi generasi muda.]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gus Ipul Dukung Transformasi Polri, Dorong Pemberantasan Narkoba

Gus Ipul Dukung Transformasi Polri, Dorong Pemberantasan Narkoba

KH. Ahmad Sahroni atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan dukungannya terhadap program transformasi Polri yang saat ini sedang digalakakan. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini menyoroti pentingnya pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas dalam reformasi institusi kepolisian.

Dalam sebuah kegiatan di Jawa Timur, Gus Ipul mengungkapkan bahwa transformasi Polri merupakan langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan kinerja dan citra institusi kepolisian di mata masyarakat. Menurutnya, reformasi ini harus diiringi dengan peningkatan integritas dan profesionalisme personel polisi.

Transformasi Polri sebagai Kunci Perubahan

Gus Ipul menegaskan bahwa transformasi Polri bukan sekadar perubahan struktural, melainkan perubahan fundamental dalam budaya kerja dan pola berpikir aparatur kepolisian. Ia menyoroti empat pilar utama yang harus diperkuat dalam transformasi ini: profesionalisme, modernisasi, humanis, dan akuntabilitas.

"Transformasi Polri harus berujung pada kepolisian yang profesional, modern, humanis, dan akuntabel. Itu adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat," ujar Gus Ipul dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi Polri tidak bisa dinilai dari segi formalitas semata, tetapi harus terlihat dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan penurunan kasus-kasus penyimpangan yang merusak citra institusi.

Pemberantasan Narkoba sebagai Prioritas

Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus Gus Ipul dalam konteks transformasi Polri adalah pemberantasan narkoba. Ia menilai bahwa peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas bangsa.

Narkoba bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah keamanan nasional. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka ketergantungan narkoba di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan remaja. Situasi ini menuntuk tegasnya langkah pemberantasan dari pihak kepolisian.

Gus Ipul mendukung pendekatan holistik dalam penanggulanan narkoba yang menggabungkan aspek pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi. Ia menyoroti pentingnya pendekatan preventif melalui edukasi dan pemahaman akan bahaya narkoba sejak dini.

Peran Masyarakat dan Sinergi Institusi

Menurut Gus Ipul, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan oleh Polri sendirian. Diperlukan sinergi antara lembaga penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam membentang jaringan perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman narkoba.

"Kita perlu membangun sistem perlindungan yang komprehensif. Mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat secara keseluruhan. Polri sebagai penegak hukum perlu didukung oleh kekuatan kolektif ini," jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dan pemuka masyarakat dalam memberikan pemahaman dan arahan kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba. Dengan memanfaatkan jaringan keagamaan, informasi mengenai bahaya narkoba dapat disampaikan secara lebih efektif.

Tantangan dan Harapan

Meski mendukung penuh program transformasi Polri, Gus Ipul juga menyampaikan beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Ia menyoroti adanya resistensi internal dalam tubuh Polri yang mungkin menghambati reformasi. Selain itu, isu politisasi dalam penegakan hukum juga menjadi tantangan tersendiri.

"Transformasi ini tidak akan mudah. Ada banyak kepentingan dan kebiasaan lama yang harus diubah. Namun, jika ada tekad yang kuat dari pimpinan Polri dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, saya yakin perubahan positif akan terwujud," ujarnya.

Gus Ipul berharap transformasi Polri tidak hanya berfokus pada peningkatan citra, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi personel polisi agar mampu menghadapi tantangan kejahatan modern, termasuk kejahatan siber dan kejahatan terorganisir.

Ditengah-tengah perjalanan reformasi Polri, dukungan dari tokoh masyarakat seperti Gus Ipul diharapkan menjadi motor penggerak bagi percepatan transformasi. Dengan sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat, diharapkan Indonesia mampu mencapai kepolisian yang profesional, modern, humanis, dan akuntabel serta bebas dari narkoba.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter