Gempa M 5 Guncang Ruteng NTT
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5 mengguncang wilayah Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi. Gempa yang terjadi pukul 06:12 WIT ini berpusat di darat, tepatnya di 41 kilometer barat laut Ruteng dengan kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (PDIKK) BNPB Abdul Muhari mengatakan hingga berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa tersebut. "Tim dari BPBD Manggarai sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan," ujar Muhari melalui keterangannya.
Warga di sekitar Ruteng dilaporkan merasakan gempa dengan cukup kuat. Beberapa warga sempat panik dan langsung membuang diri keluar rumah demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. "Gempa terasa cukup lama dan kuat, kami langsung turun ke luar rumah untuk berjaga-jaga," kata salah satu warga setempat.
Kondisi Pasca Gempa
Setelah gempa utama, terjadi beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi. BMKG mencatat hingga pukul 08:00 WIT telah terjadi 5 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar 2.5 hingga 3.5. "Gempa susulan ini merupakan hal wajar setelah gempa utama terjadi," jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
BPDB Manggarai bersama tim SAR dan aparat TNI/Polri telah melakukan pendatakan kerusakan di beberapa titik. Sementara itu, akses transportasi di Ruteng dan sekitarnya masih normal. "Jalan utama yang menghubungkan Ruteng dengan beberapa kecamatan tetap terbuka dan aman," ujar Kepala BPBD Manggarai Yosep Riwu Kahar.
Respons Pemerintah Daerah
Gubernur NTT Viktor Laiskodat segera mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar. "Pemerintah daerah bersama BPBD sudah siap melakukan penanganan jika ada dampak dari gempa ini," kata Viktor dalam keterangannya.
Tim medis dari Puskesmas sekitar Ruteng juga diterjunkan untuk memantau kondisi warga terutama lansia dan anak-anak yang mungkin trauma akibat gempa. "Kami juga menyediakan posko kesehatan di beberapa titik untuk memberikan bantuan psikososial jika diperlukan," tambah Kepala Dinas Kesehatan Manggarai.
Sejarah Gempa di NTT
Wilayah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam jalur cincin api Pasifik yang rawan gempa bumi. Sejarah mencatat, wilayah ini pernah diguncang gempa bumi besar dan berdampak tsunami seperti gempa pada 1992 dan 2018. Pada 1992, gempa berkekuatan 7.5 mengguncang Manggarai dan menimbulkan tsunami yang mengenai pesisir barat Flores.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat di daerah rawan gempa untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana alam. "Kami terus memantau aktivitas tektonik di wilayah ini dan akan memberikan update jika ada perubahan," ujarnya.
Upaya Mitigasi Bencana
Pemerintah daerah NTT bersama BPDB telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana gempa. Beberapa gedung pemerintahan dan fasilitas umum telah dibangun dengan standar anti gempa. Selain itu, simulasi evakuasi rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah dan masyarakat.
"Kami juga sedang mengembangkan sistem peringatan dini gempa yang lebih cepat dan akurat. Diharapkan dengan sistem ini, warga bisa memiliki waktu lebih untuk mengantisipasi gempa," jelas Kepala Pelaksana BPBD NTT I Made Mardiana.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi aparat terkait. Informasi resmi mengenai gempa dapat diakses melalui website resmi BMKG atau media sosial BPBD NTT.
Komentar (0)