24, 2026
Politik

Gianni Infantino Bertemu Erick Thohir di Kongres Luar Biasa AFC, Terima Surat Dukungan dari Presiden Prabowo

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu dengan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir di sela Kongres Luar Biasa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Pertemuan itu menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian forum organisasi sepak bola tertinggi Asia tersebut, sekaligus menandai penguatan hubungan antara FIFA, AFC, dan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menyampaikan surat dukungan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Infantino. Surat itu memuat dukungan terhadap komitmen pembinaan sepak bola nasional serta terhadap berbagai program pengembangan sepak bola yang dijalankan FIFA, termasuk di kawasan Asia.

Pertemuan di Sela Agenda Kongres

Kongres Luar Biasa AFC digelar untuk membahas sejumlah keputusan organisasi, termasuk penyesuaian regulasi dan agenda kompetisi di tingkat konfederasi. Kehadiran Infantino dalam forum itu menunjukkan perhatian FIFA terhadap dinamika sepak bola Asia, yang dinilai memiliki pasar besar dan potensi pertumbuhan tinggi.

Di sela forum, Infantino dan Erick Thohir membahas sejumlah isu, mulai dari pembinaan usia muda, pengembangan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas kompetisi domestik. Keduanya juga menyinggung soal tata kelola organisasi dan pentingnya stabilitas kepengurusan sebagai prasyarat kemajuan sepak bola suatu negara.

Menurut penjelasan yang beredar di lingkungan PSSI, pertemuan itu berlangsung hangat dan berlangsung dalam suasana kerja yang konstruktif. Infantino disebut memberikan apresiasi terhadap arah pembenahan yang dilakukan PSSI dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada aspek transparansi keuangan, pembinaan wasit, dan pengembangan sepak bola putri.

Surat Dukungan Presiden Prabowo

Surat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian yang disorot dalam pertemuan itu. Dukungan pemerintah pusat dinilai penting karena pembinaan sepak bola membutuhkan sinergi lintas kementerian, mulai dari penyediaan infrastruktur, pembinaan atlet, hingga dukungan anggaran.

Dalam konteks itu, pemerintah menempatkan sepak bola sebagai salah satu prioritas olahraga nasional. Dukungan tersebut juga dipandang sebagai pesan bahwa Indonesia serius mengembangkan ekosistem sepak bola, bukan hanya pada level tim nasional, tetapi juga pada pembinaan usia dini dan kompetisi antarklub.

Bagi FIFA, dukungan pemerintah menjadi indikator penting. Organisasi sepak bola dunia kerap menekankan bahwa kemajuan sepak bola suatu negara bergantung pada tiga pilar, yakni federasi yang kredibel, pemerintah yang mendukung, dan keterlibatan publik yang luas.

Hubungan FIFA dan Indonesia

Hubungan FIFA dan Indonesia tercatat mengalami pasang surut, tetapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perbaikan. Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, sebuah perhelatan yang dinilai berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan. Pengalaman itu menjadi modal bagi Indonesia untuk kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah berbagai turnamen internasional.

Prestasi tim nasional juga menjadi bahan pembicaraan. Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, capaian yang belum pernah diraih sebelumnya. Sementara itu, tim U-23 sempat berjuang hingga laga playoff melawan Guinea dalam upaya meraih tiket Olimpiade, meski akhirnya gagal.

Dalam pertemuan itu, Erick Thohir disebut menyampaikan sejumlah rencana pengembangan, antara lain peningkatan kualitas liga domestik, pembinaan pemain muda melalui akademi, serta upaya menarik lebih banyak investasi di sektor sepak bola. Ia juga menekankan pentingnya dukungan teknologi, termasuk pemanfaatan analisis data untuk pembinaan atlet.

Agenda Kongres dan Peta Kekuatan Asia

Kongres Luar Biasa AFC sendiri menjadi ajang konsolidasi bagi federasi-federasi anggota di kawasan. Sejumlah negara mendorong pembahasan mengenai format kompetisi, jadwal pertandingan, dan pemerataan kesempatan bagi asosiasi anggota yang lebih kecil.

Di sisi lain, forum itu juga menjadi ruang bagi para pengurus federasi untuk membangun komunikasi politik olahraga, termasuk menjelang pemilihan jabatan di lingkungan AFC dan FIFA. Kehadiran Infantino memberi kesempatan bagi asosiasi anggota untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Pengamat sepak bola menilai pertemuan antara Infantino dan Erick Thohir memiliki arti strategis. Selain memperkuat posisi Indonesia di percaturan sepak bola Asia, pertemuan itu juga membuka peluang kerja sama teknis, seperti pelatihan pelatih, program pertukaran wasit, dan pengembangan sepak bola putri.

Harapan ke Depan

Dari pertemuan tersebut, sejumlah harapan mengemuka. PSSI berharap dukungan FIFA dan AFC dapat mempercepat pembenahan tata kelola, sementara pemerintah berharap prestasi tim nasional dapat terus meningkat dan berdampak pada kebanggaan nasional.

Yang tak kalah penting, dukungan yang tertuang dalam surat Presiden Prabowo dipandang sebagai sinyal bahwa pembinaan sepak bola akan dijalankan secara berkelanjutan, melampaui siklus kepengurusan organisasi. Dengan begitu, target jangka panjang, termasuk kualifikasi Piala Dunia dan penyelenggaraan turnamen internasional, dinilai lebih realistis untuk dicapai.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lanjutan dari FIFA maupun AFC mengenai hasil pembicaraan secara rinci. Namun, pertemuan di sela Kongres Luar Biasa AFC itu setidaknya menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian penting dari peta sepak bola Asia dan dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter