Gibran Bawa Dokter Pribadi Tangani Korban Keracunan Makanan di Karo
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban keracunan makanan di RSUD Dr. Zainoel Abidin, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu (11/9/2023). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi tim dokter pribadinya untuk memberikan perawatan langsung kepada para pasien yang masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Kunjungan Gibran dilakukan menyusul insiden keracunan massal yang terjadi di Desa Sukananti, Kecamatan Simpang Empat, Karo. Sebanyak 24 warga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari sebuah acara adat. Dari jumlah tersebut, 20 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang bervariasi.
Kunjungan Langsung ke RSUD Karo
Gibran tiba di RSUD Dr. Zainoel Abidin sekitar pukul 10.00 WIB. Ia langsung menuju ruang perawatan untuk memeriksa kondisi para pasien. Dalam kunjungannya, Gibran turun tangan memberikan perhatian khusus dengan membawa tim medis dari dokter pribadinya.
"Kita bawa tim dokter pribadi untuk membantu memeriksa pasien-pasien di sini. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perawatan yang optimal," ujar Gibran saat ditemui di lokasi.
Tim medis yang dibawa Gibran terdiri dari dua dokter spesialis dan dua perawat profesional. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasien dan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai.
Kondisi Pasien Masih Dirawat
Dari 24 korban keracunan, 20 orang masih dirawat di RSUD Dr. Zainoel Abidin. Dari jumlah tersebut, empat pasien diketahui dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Sementara itu, 16 pasien lainnya menjalani perawatan di ruang perawatan biasa dengan kondisi yang membaik.
"Kondisi pasien-pasien di sini sudah mulai membaik. Namun kami masih akan melakukan observasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada komplikasi yang timbul," jelas Kepala RSUD Dr. Zainoel Abidin, dr. Hendra, M.Kes.
Gejala yang dialami para korban antara lain mual, muntah, diare, dan pusing. Beberapa pasien juga mengalami demam tinggi yang mengindikasikan adanya infeksi bakteri dalam makanan yang dikonsumsi.
Investigasi Penyebab Keracunan
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo telah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab keracunan massal tersebut. Sementara hasil sementara menunjukkan bahwa makanan dari acara adat tersebut terkontaminasi bakteri Salmonella.
Salmonella adalah bakteri yang biasanya terdapat pada daging, telur, atau susah yang tidak dimasak dengan sempurna. Keracunan akibat bakteri ini dapat menyebabkan gejala mulai dari 6 jam hingga 6 hari setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi.
Langkah Pencegahan dan Tanggap Darurat
Dalam menangani kasus ini, pemerintah daerah Karo telah mengaktifkan puskesmas terdekat untuk memberikan penanganan awal. Selain itu, tim dari Dinas Kesehatan juga melakukan sosialisasi pentingnya kebersihan dalam menyiapkan dan menyajikan makanan.
"Kami juga melakukan pendataan warga yang mengonsumsi makanan tersebut untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat. Saat ini monitoring masih berlangsung," tambah dr. Surya.
Gibran dalam kunjungannya juga memerintahkan pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian ini. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dalam mengolah makanan.
Bantuan untuk Korban
Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Presiden Gibran menyerahkan bantuan berupa dana sebesar Rp50 juta untuk membantu biaya perawatan para pasien. Selain itu, tim medisnya juga akan tetap membantu memantau perkembangan kondisi pasien selama dua hari ke depan.
"Kami akan tetap berada di sini untuk memastikan semua pasien mendapatkan perawatan terbaik. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi kesehatan masyarakat," tutup Gibran.
Insiden keracunan massal ini menjadi peringatan bagi masyarakat pentingnya memperhatikan kebersihan makanan. Pihak berwenang berencana melakukan sosialisasi intensif terkait penanganan makanan yang aman untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar (0)