30, 2026
Politik

Gus Ipul Dorong Lulusan Poltekesos Jadi Agen Perlinsos

Menteri Sosial Gus Ipul mengajak wisudawan Poltekesos Bandung jadi Agen Perlindungan Sosial. Mereka diharapkan aktif dalam program sosial dan Sekolah Rakyat.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gus Ipul Dorong Lulusan Poltekesos Jadi Agen Perlinsos

Gus Ipul Dorong Lulusan Poltekesos Jadi Agen Perlinsos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mendorong para lulusan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung untuk menjadi agen pelaksana program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di tengah masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam prosesi wisuda dan pengukuhan lulusan Poltekesos Bandung, yang menjadi momen penting bagi para sarjana pekerjaan sosial untuk terjun langsung ke lapangan.

Dalam keterangannya, Gus Ipul menegaskan bahwa lulusan Poltekesos memiliki kompetensi khusus yang dibutuhkan dalam memastikan program perlindungan sosial tepat sasaran. Menurutnya, keberadaan tenaga pekerjaan sosial profesional menjadi kunci dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan riil warga di tingkat akar rumput.

Peran Strategis Lulusan Poltekesos

Gus Ipul menjelaskan bahwa Kementerian Sosial membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori kesejahteraan sosial, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata di lapangan. Lulusan Poltekesos dinilai memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan fungsi tersebut, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga pendampingan penerima manfaat.

Menurutnya, program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, Program Keluarga Harapan, dan berbagai skema jaminan sosial lainnya memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Kehadiran agen perlinsos diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya.

Gus Ipul juga menyoroti pentingnya peran pekerja sosial dalam mengidentifikasi kebutuhan khusus kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak, dan perempuan kepala keluarga. Pendekatan yang berbasis pada praktik pekerjaan sosial dinilai lebih efektif dalam menangani permasalahan sosial yang bersifat kompleks dan multidimensi.

Respons dan Tantangan di Lapangan

Dorongan agar lulusan Poltekesos menjadi agen perlinsos mendapat respons beragam. Sejumlah akademisi menilai gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan sistem perlindungan sosial nasional yang selama ini dinilai masih menghadapi persoalan data dan ketepatan sasaran. Tenaga pekerja sosial dianggap mampu memperkuat sisi humanis dari program bantuan pemerintah.

Namun, tantangan tetap ada. Jumlah lulusan Poltekesos setiap tahun dinilai belum sebanding dengan luasnya wilayah dan besarnya jumlah penduduk yang membutuhkan pendampingan. Selain itu, persoalan distribusi penempatan tenaga kerja sosial di daerah-daerah terpencil menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah.

Sejumlah pengamat juga mengingatkan perlunya skema kejelasan status dan kesejahteraan bagi para agen perlinsos yang direkrut dari lulusan Poltekesos. Tanpa dukungan insentif yang memadai, dikhawatirkan peran strategis ini tidak dapat dijalankan secara optimal dan berkelanjutan.

Penguatan Sistem Perlindungan Sosial

Kementerian Sosial terus berupaya memperkuat ekosistem perlindungan sosial melalui berbagai terobosan, termasuk pemanfaatan data tunggal dan integrasi program. Gus Ipul menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tenaga profesional di bidang kesejahteraan sosial menjadi prasyarat utama keberhasilan kebijakan tersebut.

Ia berharap para lulusan Poltekesos tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial di komunitasnya. Dengan kemampuan advokasi, fasilitasi, dan pendampingan yang dimiliki, lulusan Poltekesos diharapkan mampu mendorong kemandirian warga penerima manfaat agar secara bertahap lepas dari ketergantungan bantuan.

Selain itu, Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini dinilai dapat memperluas jangkauan layanan perlindungan sosial sekaligus memperkaya pendekatan yang digunakan di lapangan.

Harapan bagi Para Lulusan

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan harapan agar para lulusan Poltekesos menjunjung tinggi nilai integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan sosial adalah profesi yang menuntut kepekaan, empati, dan komitmen jangka panjang terhadap perbaikan kondisi masyarakat.

Para lulusan diharapkan mampu menjadi teladan dalam pelayanan publik, khususnya dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan transparan dan akuntabel. Gus Ipul juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan kapasitas diri seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tantangan sosial yang semakin dinamis.

Dengan dorongan ini, Poltekesos Bandung diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga kerja sosial profesional. Kontribusi para lulusannya di bidang perlindungan sosial diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan yang selama ini menjadi sasaran utama kebijakan sosial pemerintah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter