30, 2026
Nasional

Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Data Center 25 GW pada 2034, PLN Perkuat Infrastruktur

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/23/6ab37d9ab2f31-pln_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik dari industri data center yang diproyeksikan mencapai 25 gigawatt (GW) pada 2034. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional yang tengah berjalan pesat.

Permintaan Listrik Data Center Tumbuh Eksponensial

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendorong masifnya pembangunan pusat data atau data center, baik oleh pelaku usaha domestik maupun perusahaan global. Kehadiran layanan komputasi awan, kecerdasan buatan, serta kebutuhan penyimpanan data dalam jumlah besar membuat permintaan pasokan listrik yang andal dan berkapasitas tinggi meningkat tajam.

Berdasarkan proyeksi internal PLN, kebutuhan listrik untuk data center pada 2034 diperkirakan menembus angka 25 GW, atau meningkat berkali-kali lipat dibandingkan kebutuhan saat ini. Angka tersebut mencerminkan besarnya peluang sekaligus tantangan bagi PLN dalam memastikan ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan bagi sektor industri digital.

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transmisi dan Gardu Induk

Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN mempercepat pembangunan infrastruktur penyaluran listrik, termasuk jaringan transmisi bertegangan tinggi, gardu induk, serta sistem distribusi yang terintegrasi. Perusahaan juga mengembangkan skema pasokan khusus atau dedicated power bagi kawasan industri dan data center yang membutuhkan keandalan pasokan di atas standar umum.

Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya difokuskan di Pulau Jawa yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga merambah ke wilayah-wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali dan Nusa Tenggara. Pemerataan infrastruktur ini dinilai penting mengingat kebutuhan data center tidak lagi terpusat di satu wilayah, seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pemerataan pembangunan digital.

Dukungan Pasokan Energi Hijau

Selain aspek keandalan, PLN juga menyiapkan opsi pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) bagi para pelaku industri data center. Banyak perusahaan global yang mengoperasikan pusat data menetapkan target keberlanjutan dengan menuntut penggunaan energi hijau dalam operasionalnya. PLN merespons kebutuhan ini melalui layanan sertifikat energi terbarukan serta skema penyediaan listrik ramah lingkungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

Dengan potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah, seperti tenaga surya, air, panas bumi, dan angin, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menarik investasi data center yang mengedepankan aspek keberlanjutan. Pemanfaatan energi hijau dalam memasok data center juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam transisi energi menuju target net zero emission pada 2060.

Tantangan Keandalan dan Kontinuitas Pasokan

Industri data center memiliki karakteristik kebutuhan listrik yang sangat khusus. Pasokan listrik harus tersedia secara terus-menerus tanpa gangguan karena pemadaman sekecil apa pun berpotensi menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi finansial maupun kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, PLN mengembangkan sistem kelistrikan dengan tingkat keandalan tinggi, termasuk penyediaan redundansi jaringan dan skema cadangan pasokan.

PLN juga memperkuat sistem operasi melalui digitalisasi jaringan dan penerapan teknologi smart grid. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi jaringan secara real-time sehingga gangguan dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat. Efisiensi operasional pun meningkat seiring dengan kemampuan sistem dalam mengatur aliran listrik secara otomatis sesuai kebutuhan.

Dampak terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

Kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu faktor kunci yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal di sektor data center. Ketersediaan pasokan listrik yang memadai, stabil, dan kompetitif diyakini akan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi pusat data di kawasan Asia Tenggara.

Berbagai negara di kawasan tengah berlomba menarik investasi data center, dan keandalan pasokan listrik menjadi salah satu pembeda utama. Dengan proyeksi kebutuhan listrik mencapai 25 GW pada 2034, pengembangan infrastruktur kelistrikan yang masif dinilai akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri pendukung, hingga tumbuhnya ekosistem digital nasional.

Lebih jauh, pertumbuhan data center juga berpotensi meningkatkan pendapatan negara melalui investasi asing dan penciptaan nilai tambah di sektor teknologi informasi. Kehadiran pusat data dalam negeri turut memperkuat kedaulatan data nasional, mengingat sebagian besar data strategis kini disimpan di dalam negeri dengan standar keamanan yang lebih terjamin.

Sinergi dengan Kebijakan Pemerintah

Penguatan infrastruktur kelistrikan untuk data center ini sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah, antara lain percepatan transformasi digital, pembangunan Ibu Kota Nusantara, serta upaya menarik investasi di sektor ekonomi digital. PLN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang kawasan industri dan penyedia layanan data center, untuk memastikan kesiapan pasokan listrik sejak tahap perencanaan proyek.

Sinergi lintas sektor ini dinilai penting agar pembangunan data center tidak terkendala oleh keterbatasan infrastruktur kelistrikan. Perencanaan yang matang sejak awal, termasuk proyeksi kebutuhan daya dan lokasi pembangunan, akan memastikan pasokan listrik tersedia tepat waktu dan sesuai kapasitas yang dibutuhkan.

Dengan langkah percepatan yang dilakukan, PLN optimistis mampu memenuhi kebutuhan listrik industri data center yang terus bertumbuh. Penguatan infrastruktur yang disertai pemanfaatan energi hijau diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kelistrikan nasional yang tangguh dalam mendukung era ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter