12, 2026
Ekonomi

Harga Beras Naik di 127 Daerah, Tito Minta Pemda Segera Intervensi

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Beras Naik di 127 Daerah, Tito Minta Pemda Segera Intervensi

Pemerintah diminta segera melakukan intervensi terhadap kenaikan harga beras yang terjadi di 127 daerah di seluruh Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras ini perlu menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut informasi dari Kementerian Perdagangan, harga beras jenis medium di pasar tradisional mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini mencapai antara 5% hingga 15% tergantung dari daerahnya. Beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi daerah dengan kenaikan harga yang paling tinggi.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga beras ini. Pertama, produksi beras di beberapa daerah mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem. Musim hujan yang tidak menentu dan beberapa wilayah mengalami kekeringan membuat panen tidak maksimal.

Kedua, lonjakan harga pupuk dan pestisida juga ikut mempengaruhi. Seiring dengan kenaikan harga bahan baku pertanian, petani harus mengalihkan biaya yang lebih tinggi untuk produksi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga jual beras.

Ketiga, distribusi beras dari produsen ke konsumen juga mengalami hambatan. Pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya berakhir masih menyebabkan kesulitan dalam transportasi dan logistik, sehingga biaya distribusi menjadi lebih mahal.

Respons Pemerintah

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto telah memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah menteri terkait untuk membahas strategi penanganan kenaikan harga beras. Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa langkah yang akan segera diambil.

"Kami akan memastikan pasokan beras stabil dan harga terjangkau untuk masyarakat. Pemerintah akan mempercepat impor beras jika diperlukan dan memastikan distribusi berjalan lancar," ujar Airlangga.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan bahwa pemerintah akan memperbanyak pasokan beras dari dalam negeri. "Kami akan memastikan stok beras cadangan pemerintah (Bulog) mencukupi dan siap disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan," jelasnya.

Minta Pemda Segera Intervensi

Dalam konferensi pers terpisah, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta pemerintah daerah (pemda) untuk segera melakukan intervensi terhadap kenaikan harga beras di wilayahnya. "Pemerintah pusat siap mendukung, tetapi pemda harus proaktif dalam mengawasi harga dan memastikan tidak ada praktik penimbunan atau spekulasi," kata Ma'ruf.

Wakil Presiden juga menekankan pentingnya peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras. Bulog diminta untuk segera menurunkan harga beras melalui operasi pasar di daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga signifikan.

Tanggapan dari Kalangan Petani

Di sisi lain, kalangan petani menyatakan kenaikan harga beras di pasaran seharusnya juga diikuti dengan peningkatan harga gabah yang diterima petani. Ketua Asosiasi Petani Padi Indonesia (APPI), Slamet, mengatakan bahwa harga gabah yang diterima petani masih relatif rendah dibandingkan dengan harga beras di pasaran.

"Kami meminta pemerintah untuk memastikan harga gabah yang adil bagi petani. Jika harga beras naik, harga gabah juga harus naik sejalan dengan itu," ujar Slamet.

Proyeksi Harga di Masa Depan

Menurut analisis dari Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi harga beras di bulan-bulan mendatang akan terus mengalami fluktuasi. Faktor musim tanam dan panen akan mempengaruhi harga beras secara signifikan.

BPS memperkirakan bahwa harga beras akan mulai stabil pada kuartal ketiga tahun ini, mengikuti jadwal panen raya yang akan berlangsung pada bulan Juli-September. Namun, pemerintah diminta untuk tetap waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi jika harga beras masih mengalami kenaikan.

Dengan berbagai langkah yang akan diambil pemerintah, diharapkan harga beras dapat segera stabil dan kembali terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter