12, 2026
Ekonomi

Harga Emas Dunia Pekan Ini Diprediksi Naik, Simak Hasil Survei Analis

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Emas Dunia Pekan Ini Diprediksi Naik, Simak Hasil Survei Analis

pasar emas global diperkirakan akan mengalami peningkatan harga pekan ini didorong oleh berbagai faktor ekonomi makro dan geopolitik. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap para analis dan pedagang emas, terdapat konsensus bahwa harga emas spot kemungkinan akan menguat seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan perlindungan investor terhadas aset safe-haven.

Menurut survei terbaru dari Reuters, lebih dari 60% analis memprediksi harga emas akan naik dalam seminggu ke depan. Sisanya memperkirakan harga akan stagnan atau mengalami penurunan yang tipis. Prediksi ini didasarkan pada kombinasi faktor ekonomi yang saling mempengaruhi, termasuk kebijakan moneter bank sentral besar, inflasi global, dan ketegangan geopolitik terkini.

Faktor Pendorong Utama

Salah satu faktor utama yang diperkirakan akan mendorong harga emas naik adalah kebijakan moneter The Federal Reserve Amerika Serikat. Meskipun bank sentral tersebut telah menunjukkan sikap hawkish dalam menghadapi inflasi, beberapa analis memperkirakan bahwa The Fed mungkin akan segera menghentikan kenaikan suku bunginya. Hal ini akan mengurangi biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di samping itu, data inflasi global yang masih relatif tinggi juga berkontribusi pada permintaan emas sebagai instrumen hedging. Inflasi di zona Euro dan Inggris masih berada di atas target bank sentral masing-masing, sementara di China, upaya stimulus ekonomi tengah dilakukan untuk mendorong pertumbuhan. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi emas untuk berkembang.

Ketegangan geopolitik terkini, terutama di Ukraina dan Timur Tengah, juga tetap menjadi pendorong utama bagi investor untuk beralih ke emas. Dalam situasi yang tidak pasti, emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven yang dapat melindungi nilai portofolio dari volatilitas pasar dan risiko geopolitik.

Pergerakan Harga Minggu Lalu

Pada pekan lalu, harga emas bergerak dalam kisaran yang cukup luas. Awal pekan, harga emas sempat turun setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, pada akhir pekan, harga emas berhasil pulih dan ditutup di atas level pembukaan setelah The Federal Reserve menunjukkan sikap yang sedikit lebih lembut daripada ekspektasi pasar.

Menurut data dari Commodity Exchange (COMEX), harga emas spot untuk pengiriman April ditutup pada level $1.935 per troy ounce pada Jumat lalu, naik 0,5% dari penutupan seminggu sebelumnya. Harga emas futures juga menunjukkan performa yang serupa dengan kontrak Juni ditutup pada $1.942 per troy ounce.

Perkiraan Teknis

Dari sisi teknis, para analis memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang $1.910 hingga $1,970 per tony ounce pekan ini. Support utama diperkirakan berada di level $1.910, sementara resisten berada di $1.970. Jika harga berhasil menembus resisten tersebut, potensi kenaikan bisa berlanjut menuju level $2,000 per troy ounce.

Indeks dolar Amerika Serikat juga akan menjadi faktor penting yang perlu dipantau. Indeks dolar yang cenderung melemah akan cenderung mendukung kenaikan harga emas, sebaliknya jika indeks dolar menguat, harga emas cenderung tertekan.

Perkembangan di Pasar Domestik

Sementara itu di pasar domestik, harga emas batangan di Indonesia diprediksi akan mengikuti tren global. Berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Perdagangan Emas Indonesia (Appetri), harga emas batangan 24 karat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya diperkirakan akan mengalami penyesuaian naik seiring dengan kenaikan harga internasional.

Harga emas batangan 24 karat di pusat perbelanjaan emas Glodok, Jakarta pada akhir pekan lalu ditransaksikan pada rentang Rp 1.050.000 hingga Rp 1.060.000 per gram, naik sekitar Rp 5.000 per gram dari pekan sebelumnya. Untuk pekan ini, harga diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp 1.055.000 hingga Rp 1.065.000 per gram.

Menurut Ketua Appetri, Togar Sianipar, "Pergerakan harga emas domestik cenderung mengikuti harga internasional, namun dengan faktor kurs rupiah terhadap dolar AS yang juga berpengaruh. Jika rupiah melemah, harga emas dalam rupiah cenderung lebih tinggi meskipun harga dalam dolar tetap."

Rekomendasi Investor

Berdasarkan survei tersebut, para analis memberikan rekomendasi beragam bagi investor. Beberapa menyarankan untuk menambah posisi beli emas, sementara yang lain menyarankan untuk menunggu peluang pembelian yang lebih baik setelah adanya koreksi harga.

"Emas tetap menjadi aset yang relevan dalam portofolio investor jangka panjang, terutama dalam lingkungan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian," ujar analis dari sebuah perusahaan sekuritas ternama. "Namun, untuk investor jangka pendek, sebaiknya memperhatikan gerakan harga secara teknis dan mengatur risiko dengan baik."

Dengan berbagai faktor yang saling mempengaruhi, pekan ini diprediksi akan menjadi pekan yang cukup menarik bagi pasar emas global maupun domestik. Para investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ekonomi makro dan geoplitik yang dapat mempengaruhi harga emas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter