19, 2026
Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Hari Ini 19 Oktober 2026, Jadi Segini

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat tipis pada perdagangan hari ini, Senin (19/10/2026).]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Hari Ini 19 Oktober 2026, Jadi Segini

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Senin, 19 Oktober 2026. Harga emas Antam untuk pecahan 1 gram naik Rp 2.000 dibandingkan posisi sebelumnya, sehingga berada di level Rp 2.415.000 per gram. Kenaikan tipis tersebut melanjutkan pergerakan positif yang sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir di tengah kondisi pasar logam mulia yang masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan pantauan harga acuan di Butik Emas Logam Mulia, harga jual emas Antam pecahan 1 gram ditetapkan Rp 2.415.000. Angka tersebut berlaku untuk pembelian di butik resmi dengan pembayaran tunai maupun transfer, sebelum memperhitungkan pajak dan biaya pengiriman apabila transaksi dilakukan secara daring. Kenaikan Rp 2.000 per gram tergolong moderat jika dibandingkan dengan fluktuasi harian yang terjadi sepanjang tahun ini.

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan

Selain pecahan 1 gram, harga emas Antam untuk berbagai ukuran lain juga mengalami penyesuaian dengan besaran yang bervariasi mengikuti bobot masing-masing pecahan. Pecahan terkecil 0,5 gram dipasarkan pada level Rp 1.257.500, sementara pecahan 2 gram dibanderol Rp 4.770.000. Untuk pecahan 3 gram, harga yang ditetapkan mencapai Rp 7.130.000 per batang.

Adapun pecahan 5 gram dijual pada harga Rp 11.875.000, pecahan 10 gram Rp 23.695.000, dan pecahan 25 gram Rp 59.115.000. Selanjutnya, emas Antam pecahan 50 gram dipasarkan Rp 118.145.000, pecahan 100 gram Rp 236.195.000, serta pecahan 250 gram Rp 590.215.000. Untuk ukuran besar, pecahan 500 gram ditetapkan Rp 1.180.315.000 dan pecahan 1.000 gram Rp 2.360.470.000.

Harga tersebut merupakan harga acuan yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga pasar. Pembeli yang melakukan transaksi di butik resmi umumnya dikenakan biaya tambahan berupa pajak penghasilan atas transaksi jual beli emas. Bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif yang dikenakan sebesar 0,25 persen, sedangkan pembeli tanpa NPWP dikenakan tarif 0,5 persen. Dengan demikian, harga yang dibayarkan konsumen bisa sedikit lebih tinggi dari harga acuan yang dipublikasikan.

Harga Buyback Ikut Naik

Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan pada hari yang sama. Harga buyback ditetapkan Rp 2.341.000 per gram, naik Rp 2.000 dari posisi sebelumnya. Harga buyback merupakan acuan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali batangan mereka ke Antam melalui butik resmi.

Selisih antara harga jual dan harga buyback atau spread berada di kisaran Rp 74.000 per gram. Bagi investor, besaran spread ini menjadi salah satu pertimbangan penting karena memengaruhi potensi keuntungan bersih ketika emas dijual kembali. Semakin sempit selisihnya, semakin kecil pula kerugian yang harus ditanggung saat melakukan pencairan dalam waktu singkat.

Faktor Pendorong Kenaikan

Pergerakan Harga Emas Dunia

Kenaikan harga emas Antam hari ini sejalan dengan pergerakan harga emas di pasar internasional. Harga emas dunia yang diperdagangkan dalam dolar Amerika Serikat masih bertahan di level tinggi, didukung oleh permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan turut mendorong investor mengalihkan sebagian dana ke instrumen yang dinilai lebih aman, termasuk logam mulia.

Nilai Tukar Rupiah

Faktor lain yang memengaruhi harga emas domestik adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Harga emas Antam ditetapkan berdasarkan harga emas internasional yang dikonversi ke dalam mata uang rupiah. Apabila rupiah melemah, harga emas dalam negeri cenderung ikut naik meskipun harga di pasar global relatif stabil. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat menahan laju kenaikan harga emas domestik.

Permintaan Bank Sentral dan Investor

Permintaan emas dari bank sentral berbagai negara masih menjadi penopang harga di pasar global. Pembelian emas oleh bank sentral dilakukan untuk memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada aset berbasis dolar. Di sisi lain, minat investor ritel terhadap emas batangan juga tetap terjaga, terutama pada periode ketidakpastian pasar keuangan. Kondisi ini memberikan landasan bagi harga emas untuk bertahan di level tinggi.

Pertimbangan bagi Investor

Kenaikan harga yang relatif kecil dalam satu hari menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam rentang terbatas. Investor yang berencana membeli emas perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, serta kemampuan menanggung fluktuasi harga. Pembelian secara bertahap atau berkala dinilai lebih efektif untuk meratakan harga perolehan dibandingkan membeli sekaligus dalam jumlah besar pada satu waktu.

Bagi pemilik emas yang ingin menjual, pemantauan harga buyback menjadi langkah penting agar memperoleh nilai jual yang optimal. Transaksi sebaiknya dilakukan melalui butik resmi atau distributor yang telah terdaftar untuk memastikan keaslian produk dan keamanan transaksi. Konsumen juga disarankan menyimpan bukti pembelian serta sertifikat emas agar proses penjualan kembali berjalan lancar.

Dengan kenaikan Rp 2.000 per gram hari ini, harga emas Antam bertahan di level Rp 2.415.000 untuk pecahan 1 gram. Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih dipengaruhi oleh perkembangan harga emas dunia, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, serta dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter