15, 2026
Nasional

Hasil Sidang Komdis PSSI: Persib Disanksi Rp50 Juta akibat Luka Menalo Tendang LED Board dan Pecahkan Pintu Ruang Ganti GBK

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kembali mengeluarkan putusan terkait insiden dalam pertandingan Liga 1. Kali ini, Persib Bandung menjadi salah satu klub yang mendapat sanksi akibat pelanggaran yang dilakukan oleh pemainnya, Luka Menalo, dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Dalam sidang yang digelar Komdis PSSI,terungkap bahwa Luka Menalo melakukan tindakan indisipliner dengan menendang papan LED (LED board) di pinggir lapangan. Tidak hanya itu, pemain asal Kroasia tersebut juga dilaporkan memecahkan pintu ruang ganti pemain di kawasan GBK. Akibat perbuatan itu, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp50 juta kepada Persib Bandung selaku klub yang menaungi Luka Menalo.

Kronologi Insiden

Berdasarkan laporan yang diterima Komdis PSSI, insiden tersebut terjadi setelah pertandingan berlangsung. Luka Menalo yang saat itu tidak menerima keputusan wasit maupun hasil pertandingan, meluapkan emosinya dengan menendang papan LED yang berada di sisi lapangan. Tindakan itu mengakibatkan kerusakan pada perangkat digital yang biasa digunakan untuk menampilkan iklan serta informasi pertandingan tersebut.

Belum puas dengan aksinya di tepi lapangan, Luka Menalo kemudian melanjutkan tindakan destruktifnya di ruang ganti. Ia dilaporkan membanting dan menendang pintu ruang ganti hingga menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan. Peristiwa ini terekam oleh kamera keamanan serta disaksikan oleh beberapa petugas stadion dan ofisial pertandingan.

Pihak panitia penyelenggara pertandingan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Komdis PSSI sebagai bentuk pelanggaran disiplin yang serius. Laporan itu disertai dengan bukti-bukti berupa rekaman video, foto kerusakan, serta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Putusan Komdis PSSI

Setelah mempelajari laporan dan bukti-bukti yang ada, Komdis PSSI memutuskan bahwa Luka Menalo terbukti melakukan pelanggaran terhadap Kode Disiplin PSSI. Dalam putusannya, Komdis menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp50 juta yang dibebankan kepada Persib Bandung. Sanksi ini dijatuhkan karena klub dianggap bertanggung jawab atas perilaku pemainnya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Selain denda untuk klub, Komdis PSSI juga memberikan sanksi tambahan kepada Luka Menalo berupa larangan bermain dalam beberapa pertandingan ke depan. Sanksi larangan bermain ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pemain yang bersangkutan maupun kepada pemain lain agar tidak melakukan tindakan serupa di kemudian hari.

Komdis PSSI menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang matang dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mereka juga mengingatkan bahwa tindakan indisipliner seperti ini tidak hanya merugikan klub secara finansial, tetapi juga mencoreng citra sepak bola nasional secara keseluruhan.

Respons Persib Bandung

Manajemen Persib Bandung menyatakan akan menerima keputusan Komdis PSSI, meskipun mereka menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Pihak klub menyatakan akan melakukan pembinaan internal terhadap Luka Menalo agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka juga berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya perbaikan fasilitas yang rusak akibat ulah pemainnya.

Persib Bandung juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan, terutama kepada pengelola Stadion Gelora Bung Karno dan kepada seluruh suporter sepak bola Indonesia. Klub berjanji akan meningkatkan disiplin pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai bentuk tanggung jawab profesional sebagai salah satu klub besar di Indonesia.

Dampak bagi Kompetisi

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan sepak bola nasional. Beberapa pengamat menilai bahwa sanksi denda Rp50 juta mungkin belum cukup memberikan efek jera bagi pemain dengan nilai kontrak besar. Mereka mendorong PSSI untuk memperberat sanksi bagi pelaku tindakan indisipliner, terutama yang merusak fasilitas publik.

Selain itu, insiden ini juga menjadi pengingat bagi seluruh klub Liga 1 untuk lebih memperhatikan aspek psikologis dan emosional pemain. Pengelolaan emosi pemain dinilai sama pentingnya dengan pembinaan teknis dan taktik, terutama dalam pertandingan-pertandingan berintensitas tinggi seperti laga derby antara Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Dengan adanya putusan ini, diharapkan seluruh pemain dan klub di Liga 1 dapat lebih menjaga sikap dan perilaku selama bertanding. Komdis PSSI menegaskan akan terus mengawasi setiap pertandingan dan tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang melanggar aturan, demi menjaga integritas dan martabat sepak bola Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter