02, 2026
Nasional

Hatta Rajasa, Mantan Duet Prabowo di Pilpres Kini jadi Wakil Ketua Wantimpres

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Hatta Rajasa Dilantik sebagai Wakil Ketua Wantimpres

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut menandai babak baru dalam karier politik Hatta Rajasa, tokoh senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya dikenal sebagai pendamping Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2014.

Penunjukan Hatta Rajasa ke dalam jajaran Wantimpres menjadi perhatian publik mengingat rekam jejak keduanya yang pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2014. Kala itu, pasangan Prabowo-Hatta diusung oleh koalisi partai yang saat itu berada di luar pemerintahan. Kekalahan mereka dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak mengakhiri hubungan politik antara keduanya, yang justru semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Rekam Jejak Politik Hatta Rajasa

Hatta Rajasa bukan nama baru dalam peta politik nasional. Pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1953, ini telah meniti karier panjang di dunia pemerintahan dan legislatif. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada periode 2009-2014.

Selain itu, Hatta Rajasa juga pernah memimpin Partai Amanat Nasional sebagai Ketua Umum periode 2010-2015. Di bawah kepemimpinannya, PAN menjadi salah satu partai pendukung pemerintahan pada masa itu. Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung dan gelar doktor dari universitas di Jepang menambah kredibilitasnya sebagai tokoh teknokrat yang berpengalaman di bidang ekonomi dan energi.

Sebelum terjun ke politik praktis, Hatta Rajasa berkarier di sektor energi dan pertambangan. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan sejumlah kebijakan strategis yang tengah dijalankan pemerintahan saat ini, terutama yang berkaitan dengan ketahanan energi dan pembangunan ekonomi nasional.

Peran dan Tugas Wantimpres

Dewan Pertimbangan Presiden merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006. Lembaga ini bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. Anggota Wantimpres dipilih dan diangkat langsung oleh presiden dengan mempertimbangkan keahlian, pengalaman, serta integritas yang dimiliki.

Keberadaan Wantimpres bersifat non-struktural dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Lembaga ini tidak memiliki kewenangan eksekutif, melainkan berfungsi sebagai mitra konsultatif yang memberikan masukan strategis terhadap kebijakan pemerintahan. Dalam praktiknya, Wantimpres kerap dilibatkan dalam pembahasan isu-isu strategis seperti politik, ekonomi, hukum, keamanan, dan kesejahteraan sosial.

Posisi Wakil Ketua Wantimpres yang kini diemban Hatta Rajasa menempatkannya sebagai figur penting dalam struktur lembaga tersebut. Ia diharapkan mampu menjembatani berbagai kepentingan dan memberikan perspektif yang luas bagi presiden dalam mengambil keputusan.

Respons dan Dinamika Politik

Penunjukan Hatta Rajasa dinilai sebagai langkah strategis pemerintahan dalam memperkuat koalisi politik yang telah terbangun. Sejumlah pengamat menilai bahwa kehadiran figur senior seperti Hatta dapat membantu menjaga stabilitas politik dan memperluas dukungan terhadap program-program pemerintah.

Namun, tidak sedikit pula yang menyoroti aspek rekonsiliasi politik dalam penunjukan tersebut. Hubungan panjang antara Prabowo dan Hatta, yang pernah berstatus rival dalam kontestasi elektoral, kini berubah menjadi kemitraan dalam kerangka pemerintahan. Hal ini dipandang sebagai cerminan dinamika politik nasional yang cair dan mengutamakan kepentingan bersama di atas perbedaan masa lalu.

Hatta Rajasa sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai agenda kerja yang akan dijalankannya di Wantimpres. Namun, sejumlah pihak menduga bahwa kontribusinya akan lebih banyak diarahkan pada isu-isu ekonomi, energi, dan pengembangan sumber daya manusia yang selama ini menjadi bidang keahliannya.

Dampak bagi Pemerintahan

Masuknya Hatta Rajasa ke dalam lingkaran inti penasihat presiden menjadi sinyal bahwa pemerintahan saat ini berupaya merangkul berbagai kekuatan politik dan sumber daya manusia terbaik yang dimiliki bangsa. Pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan dan legislatif diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi kualitas pengambilan kebijakan di tingkat eksekutif.

Ke depan, publik akan mencermati bagaimana kinerja Wantimpres di bawah kepemimpinan yang baru. Ekspektasi tinggi disematkan kepada lembaga ini agar tidak sekadar menjadi tempat penempatan tokoh politik, melainkan benar-benar berfungsi sebagai think tank yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Dengan latar belakang yang dimilikinya, Hatta Rajasa memiliki modal cukup untuk menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Kini, tugas publik menantikan sejauh mana peran tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk rekomendasi kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter