Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
Indonesia akan menjadi tuan rumah International Association of Women Police (IAWP) untuk kedua kalinya dalam sejarah. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada tahun 2025. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penyelenggaraan IAWP di Indonesia merupakan sebuah kehormatan besar bagi negara.
IAWP adalah organisasi internasional yang beranggotakan perwira polisi wanita dari seluruh dunia. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat jejaring, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan profesionalisme di antara anggotanya. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia akan berada di panggung internasional dalam upaya pemberdayaan perempuan di lembaga kepolisian.
Sejarah dan Signifikansi Kehadiran IAWP di Indonesia
Pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah IAWP adalah pada tahun 2005. Pada saat itu, acara tersebut berhasil menarik perhatian internasional dan menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan peran wanita di bidang kepolisian. Kini, dengan menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya, Indonesia menunjukkan perkembangan positif dan komitmen yang konsisten terhadap pemberdayaan perempuan di institusi kepolisian.
Kapolri menegaskan bahwa penyelenggaraan IAWP di Indonesia adalah bukti nyata dari kemajuan peran wanita di Kepolisian Republik Indonesia (Polri). "Kami bangga karena Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah IAWP untuk kedua kalinya. Ini menunjukkan bahwa dunia mengakui komitmen dan kemajuan Polri dalam mengembangkan peran wanita," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11).
Peran Wanita dalam Polri
Saat ini, jumlah perempuan dalam Polri terus meningkat. Berdasarkan data terakhir, terdapat sekitar 60.000 perempuan yang bertugas di Polri, atau sekitar 13% dari total kepolisian. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
"Peran wanita dalam Polri sangat krusial. Mereka tidak hanya bertugas di bidang administrasi, tetapi juga di berbagai lini operasional, termasuk di posisi pimpinan. Kehadiran mereka memberikan perspektif yang berbeda dan sangat berharga dalam menjaga keamanan dan ketertiban," tambah Kapolri.
Persiapan dan Target Penyelenggaraan
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan, menjelaskan bahwa persiapan penyelenggaraan IAWP 2025 telah dimulai. Tim khusus telah dibentuk untuk memastikan acara berjalan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta dari seluruh dunia.
Acara IAWP 2025 diharapkan akan dihadiri oleh ribuan perwira polisi wanita dari lebih dari 100 negara. Selain sesi diskusi dan seminar, acara ini juga akan menampilkan berbagai kegiatan budaya dan wisata yang memamerkan kekayaan Indonesia.
Dampak Positif bagi Indonesia
Penyelenggaraan IAWP di Indonesia diharapkan akan memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata internasional. Pertama, ini akan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan acara internasional skala besar. Kedua, ini akan memperkuat hubungan diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain, terutama dalam bidang keamanan.
"Kami percaya bahwa dengan menjadi tuan rumah IAWP, Indonesia akan semakin dikenal sebagai negara yang serius dalam memajukan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender. Ini juga kesempatan bagi kami untuk belajar dari pengalaman negara lain dalam menghadapi tantangan keamanan yang dihadapi perempuan," kata Kepala Badan Pembinaan Keamanan Polri, Komisiar Jenderal Polisi Agus Andrianto.
Dengan demikian, penyelenggaraan IAWP 2022 di Indonesia bukan hanya sekadar acara internasional, tetapi juga merupakan tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara, di mana wanita memiliki peran yang signifikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Komentar (0)