Aksi Warga dan Mahasiswa Bersih-bersih di CFD Bundaran HI, Buntut Banyak Puntung Rokok
Sejumlah warga dan mahasiswa menggelar aksi bersih-bersih di area CFD (Cultural Field Discussion) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2023). Aksi ini dilakukan untuk membersihkan sejumlah puntung rokok yang menumpuk di area tersebut. Dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut, puluhan kantong sampah terisi oleh ribuan puntung rokok yang berserakan.
Koordinator aksi, Ahmad Rizki, mengatakan aksi ini merupakan inisiatif masyarakat yang prihatin dengan kondisi lingkungan di Bundaran HI. Menurutnya, jumlah puntung rokok yang berserasan di area tersebut sangat memprihatinkan.
"Kami melihat sendiri bahwa setiap hari, terutama di sore hari, banyak orang yang merokok di area ini. Padahal, tempat ini seharusnya menjadi area terbuka yang nyaman untuk semua orang," ujar Rizki.
Dalam aksi ini, puluhan relawan dari berbagai komunitas mahasiswa serta warga sekitar terlibat. Mereka membagi tugas dalam beberapa kelompok untuk membersihkan area CFD, trotoar, dan sekitaran Tugu Proklamasi. Selain puntung rokok, juga ditemukan berbagai sampah lain seperti kantong plastik, botol minuman, dan sampah organik.
Upaya Menjaga Kebersihan
Rizki menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan sekali saja dilakukan. Mereka berencana untuk mengulanginya secara berkala, bahkan setiap minggu. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami tidak ingin membersihkan sendirian. Harapannya, masyarakat yang berkunjung ke Bundaran HI bisa sadar bahwa merokok di area umum dan membuang puntung rokok sembarangan adalah tindakan yang merugikan lingkungan," tambahnya.
Salah satu relawan, Siti Nurhaliza, mahasiswa semester enam dari Universitas Indonesia, mengungkapkan keheranannya melihat jumlah puntung rokok yang begitu banyak. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kurangnya kesadaran dari pengunjung tempat tersebut.
"Sebagai generasi muda, kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga kebersihan itu mudah. Cukup dengan membuang sampah pada tempatnya atau mengambil inisiatif membersihkan jika melihat ada sampah," ucap Siti.
Respon Pemerintah Daerah
Ketua RT setempat, Budi Santoso, mengapresiasi aksi yang digelar oleh warga dan mahasiswa. Menurutnya, pihaknya sudah berupaya membersihkan area tersebut secara rutin, namun jumlahnya sangat banyak sehingga sulit untuk dikelola hanya oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kebersihan.
"Kami sangat terbantu dengan adanya aksi ini. Semoga ini bisa menjadi gerakan yang menular dan makin banyak masyarakat yang peduli," kata Budi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Pusat, Dr. Ir. H. Eko Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan program peningkatan kesadaran lingkungan di berbagai titik strategis termasuk Bundaran HI.
"Kami akan memasang tempat sampah khusus untuk puntung rokok di beberapa titik. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk melakukan edukasi kepada masyarakat," ujar Eko.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk memberikan sanksi administratif bagi pelaku buang sampah sembarangan, termasuk membuang puntung rokok di tempat umum.
Kritik terhadap Kebijakan
Meski demikian, aksi ini juga mendapat kritik dari sebagian warga yang menilai pemerintah daerah kurang maksimal dalam mengatasi masalah sampah di Bundaran HI. Menurut mereka, aksi yang dilakukan oleh warga dan mahasiswa seharusnya menjadi tugas pemerintah.
"Memang baik ada aksi dari masyarakat, tapi ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berdaya dalam mengelola sampah. Kenapa harus masyarakat yang membersihkan? Padahal sudah ada pajak yang dikeluarkan untuk kebersihan," kata salah satu warga, Hasan.
Dalam kesempatan terpisah, seorang tokoh lingkungan, Dr. Dewi Lestari, mengatakan bahwa masalah puntung rokok di Bundaran HI mencerminkan kegagalan sistematis dalam mengelola sampah di Jakarta. Ia menyoroti perlunya kebijakan yang lebih tegas terhadap industri rokok yang dianggap sebagai salah satu penyumbang sampah terbesar.
"Industri rokok seharusnya memikul tanggung jawab atas limbah yang dihasilkan produknya. Mungkin perlu diperkenalkan sistem deposit pada puntung rokok agar bisa dikumpulkan kembali," ujar Dewi.
Sementara itu, Rizki mengatakan bahwa meskipun ada kritik, aksi ini tetap akan dilanjutkan. Ia berharap aksi ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk peduli terhadap lingkungan.
"Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari diri kita sendiri. Meski pemerintah harus bertanggung jawab, tapi sebagai warga negara, kita juga harus turut serta menjaga lingkungan," pungkasnya.
Komentar (0)