07, 2026
Nasional

Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS 2026

Indonesia mencetak sejarah menjadi tuan rumah 2026 Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques (CMAS) World Championship Underwater Photo and Video.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS 2026

Indonesia Terpilih sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS 2026

Indonesia resmi dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS 2026. Penetapan ini menjadi pengakuan internasional terhadap kekayaan bawah laut Indonesia sekaligus menegaskan posisi negara sebagai destinasi utama wisata selam dunia. Kejuaraan tersebut diselenggarakan di bawah naungan Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS), federasi olahraga bawah air terbesar di dunia yang menaungi ratusan federasi nasional dari berbagai negara.

Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan fotografer bawah air terbaik dari berbagai penjuru dunia. Para peserta berlomba menghasilkan karya visual terbaik dari ekosistem bawah laut, mulai dari terumbu karang, ikan-ikan kecil, hingga biota laut berukuran besar. Penilaian tidak hanya menekankan aspek teknis fotografi, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan konservasi melalui gambar.

Alasan Indonesia Dipercaya sebagai Tuan Rumah

Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah tidak terlepas dari kekayaan biodiversitas laut yang dimiliki. Indonesia berada di jantung Coral Triangle, kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kawasan ini mencakup lebih dari 500 spesies karang dan ribuan spesies ikan, menjadikannya laboratorium alami bagi fotografer bawah air.

Selain faktor alam, penetapan Indonesia juga didukung oleh pengalaman panjang dalam menyelenggarakan event selam internasional. Berbagai lokasi seperti Raja Ampat, Komodo, Bunaken, Wakatobi, dan Bali telah lama menjadi magnet bagi penyelam mancanegara. Infrastruktur pendukung, mulai dari resor selam, operator kapal pesiar, hingga pemandu selam bersertifikat, dinilai memadai untuk menyambut delegasi mancanegara.

Aspek lain yang menjadi pertimbangan adalah komitmen Indonesia terhadap konservasi laut. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memperluas kawasan konservasi perairan. Upaya ini sejalan dengan misi CMAS yang mendorong kegiatan bawah air yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Persiapan Menuju Ajang Internasional

Menjelang pelaksanaan kejuaraan, sejumlah persiapan dilakukan. Federasi olahraga selam Indonesia bersama instansi terkait menyusun rencana lokasi penyelenggaraan, jadwal kompetisi, serta standar keselamatan peserta. Pemilihan lokasi mempertimbangkan faktor arus, visibilitas, kedalaman, dan kekayaan biota laut yang menjadi objek pemotretan.

Panitia juga menyiapkan skema akomodasi dan transportasi bagi peserta dan ofisial dari berbagai negara. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, dan komunitas penyelam lokal menjadi bagian penting agar penyelenggaraan berjalan lancar. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat pesisir dilakukan untuk memastikan kegiatan memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dari sisi teknis, kejuaraan dunia foto bawah air biasanya berlangsung beberapa hari dengan sejumlah kategori lomba. Peserta melakukan sesi penyelaman untuk memotret objek tertentu, kemudian menyerahkan hasil karya kepada dewan juri untuk dinilai. Penilaian mencakup komposisi, ketajaman, pencahayaan, serta nilai cerita yang terkandung dalam foto.

Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi

Penyelenggaraan kejuaraan dunia ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Kedatangan peserta, ofisial, jurnalis, dan penonton berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah penyelenggara. Sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan usaha kerajinan lokal diperkirakan menerima berkah tersendiri.

Lebih dari itu, pemberitaan internasional tentang kejuaraan ini menjadi promosi gratis bagi keindahan bawah laut Indonesia. Foto-foto yang dihasilkan peserta berpotensi tersebar luas melalui media sosial dan publikasi global, memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata selam kelas dunia. Efek berganda ini diharapkan berlanjut setelah acara selesai.

Bagi komunitas penyelam dalam negeri, ajang ini menjadi kesempatan belajar dan berjejaring dengan fotografer internasional. Transfer pengetahuan tentang teknik fotografi bawah air, penggunaan peralatan, hingga etika penyelaman diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.

Tantangan dan Perhatian terhadap Lingkungan

Meski membawa peluang besar, penyelenggaraan kejuaraan dunia tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah menjaga keseimbangan antara kegiatan wisata dan kelestarian ekosistem. Aktivitas penyelaman dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan tekanan terhadap terumbu karang bila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, panitia dan pemangku kepentingan perlu menerapkan protokol ramah lingkungan. Pembatasan jumlah penyelam di lokasi tertentu, larangan menyentuh biota laut, serta pengelolaan sampah menjadi langkah penting. Edukasi kepada peserta mengenai aturan konservasi lokal juga perlu ditekankan agar kejuaraan tidak menimbulkan kerusakan.

Selain aspek lingkungan, kesiapan infrastruktur dan pelayanan menjadi faktor penentu keberhasilan. Pengalaman Indonesia dalam menangani kunjungan wisatawan selam dalam jumlah besar menjadi modal, namun penyelenggaraan skala dunia menuntut standar lebih tinggi. Koordinasi lintas sektor, kesiapan sumber daya manusia, serta promosi yang matang akan menentukan kesuksesan acara.

Dengan penetapan sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Foto Bawah Air CMAS 2026, Indonesia memiliki panggung untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kekayaan lautnya bukan sekadar keindahan, melainkan juga aset berharga yang layak dijaga dan dibanggakan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter