30, 2026
Internasional

Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat Jika AS-Israel Kembali Gempur Teheran

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/05/11/6a01893e1c5be-ilustrasi-perang-as-iran_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Iran Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika AS-Israel Kembali Gempur Teheran

Teheran – Pemerintah Iran menyatakan akan melancarkan serangan dengan kekuatan yang jauh lebih besar apabila Amerika Serikat dan Israel kembali melakukan serangan udara terhadap wilayah Teheran maupun kota-kota strategis lainnya di Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat tinggi pertahanan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut sumber resmi di Kementerian Pertahanan Iran, doktrin pertahanan negara tersebut telah disesuaikan untuk merespons setiap bentuk agresi militer dengan pembalasan berlapis yang tidak hanya menyasar instalasi militer lawan, tetapi juga pusat komando dan infrastruktur strategis. Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap ibu kota Teheran akan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat ditoleransi dan akan dibalas dengan kekuatan berlipat.

Peringatan Keras dari Petinggi Militer

Dalam pernyataan resmi yang dikutip sejumlah kantor berita internasional, seorang komandan senior Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa kemampuan militer Iran saat ini berbeda jauh dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menyebut bahwa sistem pertahanan udara, rudal balistik, serta drone tempur Iran telah mengalami modernisasi signifikan dan siap digunakan dalam waktu singkat.

"Jika musuh kembali melakukan kesalahan dengan mengebom Teheran, maka respons kami tidak akan setara. Respons kami akan jauh lebih dahsyat dan menyakitkan bagi mereka," ujar komandan tersebut, tanpa merinci lokasi atau target spesifik yang dimaksud.

Pernyataan ini muncul setelah serangkaian laporan intelijen yang menyebut adanya peningkatan aktivitas militer AS di kawasan Teluk Persia, termasuk pergerakan aset udara dan laut. Israel juga dilaporkan meningkatkan kesiapan tempurnya di perbatasan utara, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana serangan baru terhadap Iran.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan antara Iran dan AS-Israel bukan hal baru. Konfrontasi kedua pihak telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan puncaknya terjadi ketika AS mengebom fasilitas nuklir Iran dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah pangkalan militer. Serangan balasan Iran yang melibatkan ratusan rudal dan drone sempat mengguncang stabilitas kawasan, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara gabungan.

Sejak saat itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila agresi serupa terulang. Pemerintah Iran juga menuduh AS dan Israel berupaya menggulingkan rezim melalui tekanan militer dan sanksi ekonomi berkepanjangan. Namun, Teheran menegaskan bahwa tekanan tersebut justru memperkuat tekad bangsa Iran untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Dampak Regional dan Internasional

Ancaman terbaru dari Iran ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Teluk. Sejumlah analis menilai bahwa eskalasi militer terbuka antara Iran dan AS-Israel berpotensi menyeret kawasan ke dalam perang besar yang melibatkan kekuatan global. Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar dilaporkan meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengamanan di wilayah udara dan perairan mereka.

Sementara itu, PBB kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB mengingatkan bahwa konsekuensi dari perang terbuka di Timur Tengah akan sangat merugikan stabilitas global, terutama pada sektor energi dan rantai pasok dunia.

Pasar minyak dunia juga bereaksi terhadap pernyataan Iran ini. Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate dilaporkan mengalami kenaikan dalam perdagangan sesi terakhir, seiring kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Teluk. Para pedagang memantau dengan cermat perkembangan situasi keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Respons dari Washington dan Tel Aviv

Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman terbaru Iran. Namun, sejumlah pejabat Pentagon sebelumnya menegaskan bahwa AS memiliki kapasitas untuk melindungi kepentingan nasionalnya dan sekutunya di kawasan. Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa negaranya tidak akan terintimidasi oleh ancaman apa pun dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan warganya.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa pernyataan saling mengancam antara Iran dan AS-Israel saat ini berada pada level yang mengkhawatirkan. Meskipun belum ada indikasi pasti mengenai timing serangan baru, tingginya retorika militer dari kedua pihak dapat meningkatkan risiko kesalahan kalkulasi yang memicu konflik terbuka.

Posisi Iran dalam Diplomasi

Di sisi lain, Iran tetap membuka ruang diplomasi melalui jalur regional. Menteri Luar Negeri Iran dilaporkan telah berkomunikasi dengan sejumlah negara sahabat untuk membahas upaya meredakan ketegangan. Namun, Teheran menegaskan bahwa setiap perundingan harus didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran, tanpa syarat yang bersifat memaksa.

Dengan dinamika yang terus berkembang, situasi di Timur Tengah diprediksi tetap menjadi sorotan utama dunia dalam beberapa pekan mendatang. Iran telah menegaskan posisinya secara jelas: jika Teheran kembali digempur, maka pembalasannya akan jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter