30, 2026
Internasional

Pramono Umumkan Jakarta Peringkat 140 dari 1.000 Kota dalam Global Cities Index

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/16/6aaa55e19811c-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jakarta Raih Peringkat 140 dari 1.000 Kota Dunia dalam Global Cities Index

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa Jakarta berhasil menempati peringkat 140 dari 1.000 kota di dunia dalam pemeringkatan Global Cities Index. Capaian tersebut disampaikan Pramono sebagai hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan pemerintah provinsi dalam sejumlah sektor strategis, mulai dari transportasi publik, penataan ruang kota, hingga peningkatan layanan kepada warga.

Menurut Pramono, posisi Jakarta dalam daftar tersebut merupakan gambaran atas pengakuan internasional terhadap perkembangan kota yang terus berbenah. Ia menilai pemeringkatan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kerja kolektif semua pihak, termasuk jajaran pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat yang turut menjaga kualitas kehidupan di ibu kota.

Indikator Penilaian Global Cities Index

Global Cities Index merupakan salah satu rujukan pemeringkatan kota-kota dunia yang menilai sejumlah indikator utama. Indikator tersebut mencakup kemampuan ekonomi, kapasitas inovasi, konektivitas, daya tarik budaya, keterlibatan politik, pengalaman pengguna, serta kualitas lingkungan hidup dan keberlanjutan. Penilaian dilakukan terhadap ribuan kota di berbagai kawasan, sehingga posisi Jakarta di peringkat 140 termasuk dalam kelompok kota yang dinilai memiliki daya saing global.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai hasil ini sebagai modal untuk terus mendorong perbaikan. Pramono menyebutkan bahwa Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam aspek mobilitas, kualitas udara, dan pemerataan pembangunan antarwilayah. Ia menegaskan bahwa peringkat tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk mempercepat reformasi di berbagai lini.

Transportasi Publik Jadi Sorotan

Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam penilaian kota global adalah transportasi publik. Jakarta dinilai terus memperluas jaringan transportasi massal, termasuk integrasi layanan antarmoda, pembangunan jalur khusus bus, serta pengembangan angkutan berbasis rel. Pemerintah provinsi menyatakan komitmen untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan permukiman, pusat bisnis, dan simpul transportasi agar waktu tempuh warga semakin efisien.

Selain itu, integrasi tarif dan sistem pembayaran digital menjadi bagian dari upaya menyederhanakan layanan bagi pengguna. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan kota besar yang menuntut mobilitas cepat, terjangkau, dan ramah lingkungan.

Penataan Ruang dan Lingkungan

Aspek penataan ruang juga menjadi bagian penting dalam pemeringkatan kota global. Jakarta disebut terus mendorong pembangunan kawasan berorientasi transit, penambahan ruang terbuka hijau, serta penataan kawasan kumuh. Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan kualitas lingkungan melalui pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran udara, dan penguatan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim, termasuk banjir dan kenaikan permukaan air laut.

Pramono menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga. Karena itu, program-program yang menyentuh kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, hunian layak, dan ruang publik menjadi prioritas dalam agenda pembangunan.

Dampak terhadap Investasi dan Citra Kota

Posisi Jakarta dalam Global Cities Index dipandang berpotensi memperkuat citra ibu kota di mata investor dan mitra internasional. Pemeringkatan kota sering menjadi salah satu rujukan dalam pengambilan keputusan investasi, terutama bagi perusahaan yang mempertimbangkan kualitas infrastruktur, ketersediaan sumber daya manusia, dan stabilitas layanan publik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus memperbaiki iklim usaha melalui penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, dan peningkatan layanan terpadu. Langkah tersebut diharapkan menarik lebih banyak investasi yang menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Tantangan ke Depan

Meski mencatat kemajuan, Jakarta masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Kepadatan penduduk, kemacetan, ketimpangan wilayah, serta tekanan lingkungan menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan lintas sektor. Pemerintah provinsi menyebut diperlukan sinergi dengan pemerintah pusat, daerah penyangga, dan pemangku kepentingan lain agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Pramono menegaskan bahwa capaian peringkat 140 merupakan titik awal, bukan akhir. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga momentum perbaikan dan berperan aktif dalam membangun kota. Menurutnya, kota yang maju ditandai bukan hanya oleh gedung tinggi dan pusat bisnis, tetapi juga oleh warga yang merasa aman, nyaman, dan memiliki akses setara terhadap layanan publik.

Pengumuman ini menegaskan posisi Jakarta dalam peta kota global sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Ke depan, publik akan mencermati apakah berbagai program yang dijanjikan mampu mendorong Jakarta ke peringkat yang lebih tinggi, seiring dengan meningkatnya standar penilaian kota-kota dunia dari tahun ke tahun.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter