Isi BBM di Bali Pakai Sistem Ganjil Genap Mulai Hari Ini
Pemerintah Provinsi Bali resmi mengimplementasikan sistem ganjil-genap untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah strategis sejak hari ini. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM selama musim liburan akhir tahun dan mengurangi antrian di SPBU yang semakin panjang.
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan bahwa sistem ganjil-genap akan diterapkan secara bertahap di 15 SPBU yang berlokasi di area wisata padat seperti Kuta, Seminyak, Nusa Dua, dan Denpasar. "Sistem ini kami terapkan untuk memastikan semua pengunjung dapat mendapatkan akses terhadap BBM dengan lebih merata," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di kantor gubernur, Senin (15/11).
Mekanisme Pelaksanaan Sistem Ganjil-Genap
Berdasarkan regulasi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, pengisian BBM akan dibatasi berdasarkan nomor polisi kendaraan. Pada hari ganjil, kendaraan dengan nomor polisi ganjil diperbolehkan mengisi BBM, sedangkan pada hari genap, hanya kendaraan dengan nomor polisi genap yang dapat mengisi. Sistem ini akan berlaku mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA setiap harinya.
"Kami telah menyiapkan petugas di setiap SPBU untuk memastikan sistem ini berjalan dengan baik. Petugas akan memeriksa nomor polisi kendaraan sebelum pengisian BBM dilakukan," jelas Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Putu Sudira.
Untuk kendaraan operasional umum seperti angkutan kota, taksi, dan ojek online, diberlakukan aturan khusus. Kendaraan jenis ini diwajibkan memiliki surat keterangan dari perusahaan atau koperasi yang bersangkutan sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut memang masih dalam operasi selama periode liburan.
Respon Masyarakat dan Pelaku Usaha
Kebijakan ini mendapat beragam respon dari masyarakat. Beberapa pengendara mengapresiasi langkah ini karena dinilai dapat mengurangi antrian yang sering terjadi di SPBU, terutama di area wisata. "Biasanya kalau mau isi BBM di Kuta harus antre berjam-jam, semoga dengan sistem ini bisa lebih efisien," ucap Wayan, seorang wisatawan asal Jakarta.
Di sisi lain, tidak sedikit pengendara yang keberatan dengan kebijakan ini. Made, seorang pengendara sepeda motor di Denpasar, mengaku khawatir sistem ini akan merepotkan. "Saya kerja setiap hari, kalau hari ganjil tidak bisa karena motor saya nomor genap, padahal butuh BBM setiap hari," keluhnya.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha SPBU (SPBU) Indonesia menilai kebijakan ini perlu dievaluasi lebih lanjut. Ketua Asosiasi, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi kelangkaan BBM, namun khawatir sistem ganjil-genap akan menimbulkan kebingungan bagi pengendara. "Kami meminta adanya sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat agar mereka memahami aturan yang berlaku," ujarnya.
Persiapan Pemerintah Daerah
Untuk mendukung implementasi sistem ini, Pemprov Bali telah menyiapkan 50 petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, dan Polri yang akan ditempatkan di SPBU-SPBU yang menjadi titik keramaian. Selain itu, pihak juga telah mempersiapkan rute alternatif bagi pengendara yang mengalami kesulitan akses ke SPBU.
"Kami akan melakukan monitoring secara rutin di lapangan untuk memastikan sistem ini berjalan lancar. Jika ada kendala atau komplain dari masyarakat, kami akan segera menindaklanjutinya," jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali, I Ketut Suardana.
Pemerintah Provinsi Bali juga berencana untuk memperbanyak posko bantuan BBM di beberapa titik strategis jika diperlukan. Selain itu, pihak akan meningkatkan operasional angkutan umum untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi selama periode liburan.
Target dan Evaluasi
Kepala Dinas Perhubungan Bali menyatakan bahwa kebijakan ini akan dievaluasi setelah berjalan selama satu minggu. "Jika sistem ini terbukti efektif dalam mengurangi antrian dan distribusi BBM lebih merata, maka akan kita terapkan secara bertahap di seluruh Bali," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi masalah kelangkaan BBM yang sering terjadi di Pulau Dewata, terutama saat musim liburan. Dengan sistem ganjil-genap, diharapkan distribusi BBM dapat lebih merata dan tidak terjadi penimbunan di beberapa SPBU tertentu.
Sebagai langkah preventif, pemerintah juga telah meminta seluruh SPBU untuk meningkatkan stok BBM dan memastikan mesir pengisian berfungsi dengan baik. "Kami akan terus memantau situasi di lapangan dan siap mengambil langkah-langkah korektif jika diperlukan," tutup Gubernur Mangku Pastika.
Komentar (0)