Isman Jasulmei Meninggal Dunia, Legenda Persija Jakarta Berpulang
Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional. Isman Jasulmei, mantan pemain sekaligus asisten pelatih Persija Jakarta, meninggal dunia. Pria yang lama malang melintang di jagat sepak bola Tanah Air itu menghembuskan napas terakhirnya dalam usia 58 tahun, Senin (7/9/2020) sore WIB. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen Persija Jakarta.
"Kami turut berduka cita atas berpulangnya Isman Jasulmei. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Presiden Klub Persija Jakarta, Ferry Paulus, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Almarhum meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Isman terlebih dahulu menjalani perawatan intensif di kediamannya kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berdasarkan laporan, Isman meninggal akibat penyakit komplikasi.
Karier Gemilang di Sepak Bola Nasional
Nama Isman Jasulmei tentu tidak asing bagi para pencinta sepak bola Tanah Air, khususnya pendukung Persija Jakarta. Pria kelahiran 19 Juli 1962 ini merupakan sosok yang memiliki ikatan kuat dengan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Hal itu ditegaskan Ferry Paulus yang menyebut Isman sebagai legenda klub.
Sebelum berkarier sebagai pemain, Isman memulai kiprahnya di dunia sepak bola dengan memperkuat klub-klub lokal. Ia mengawali karier bersama Persijatim pada tahun 1980-an. Setelah itu, ia bergabung dengan beberapa klub seperti Arseto Solo dan Assyabab. Namun, namanya kian bersinar ketika memperkuat Persija Jakarta pada awal dekade 1990-an.
Bersama Persija, Isman jelang dikenal sebagai gelandang dan bek tangguh. Ia merupakan bagian dari skuad Persija yang menjuarai beberapa turnamen bergengsi pada awal era 1990-an. Isman juga sempat memperkuat tim nasional Indonesia. Ia tercatat membela Tim Garuda pada ajang SEA Games 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Isman melanjutkan kariernya di dunia sepak bola sebagai pelatih. Ia beberapa kali dipercaya menjadi asisten pelatih Persija Jakarta. Salah satunya saat mendampingi Benny Dollo. Selain itu, ia juga pernah menjadi asisten pelatih tim nasional Indonesia. Pengalamannya sebagai pemain dan pelatih membuatnya dihormati banyak pihak di jagat sepak bola nasional.
Ucapan Duka Mengalir
Kepergian Isman Jasulmei meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar sepak bola Indonesia, khususnya Persija Jakarta. Berbagai ucapan duka cita mengalir dari rekan sejawat, mantan pemain, hingga suporter setia Macan Kemayoran, The Jakmania.
Mantan pemain Persija lainnya, Indra Sjafri, mengenang Isman sebagai sosok yang baik dan penuh dedikasi. "Beliau adalah senior yang sangat baik dan mau membimbing pemain muda. Saya banyak belajar dari beliau," kata Indra Sjafri saat dihubungi media.
Sementara itu, pihak manajemen Persija menyatakan akan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Jenazah Isman Jasulmei disemayamkan di rumah duka kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2020). Prosesi pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Kabar duka ini juga sampai ke telinga para pemain Persija saat ini. Kapten tim, Andritany Ardhiyasa, mengaku kehilangan sosok panutan. "Beliau adalah legenda klub ini. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujar Andritany.
Warisan dan Dedikasi untuk Sepak Bola
Sepanjang hidupnya, Isman Jasulmei dikenal sebagai sosok yang total dalam mengabdi pada dunia sepak bola. Baik saat menjadi pemain maupun pelatih, ia selalu menunjukkan dedikasi tinggi. Ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, pekerja keras, dan rendah hati.
Banyak pemain muda yang dibimbingnya mengaku mendapatkan ilmu berharga darinya. Isman dikenal tidak segan memberikan arahan dan motivasi kepada para pemain muda agar terus berkembang. Hal itu membuatnya dihormati tidak hanya di lingkungan Persija, tetapi juga di dunia sepak bola nasional secara luas.
Kepergian Isman Jasulmei menjadi pukulan berat bagi Persija Jakarta yang tengah bersiap menghadapi kompetisi. Namun, semangat dan dedikasi yang ia tanamkan diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Pihak klub berencana menggelar doa bersama dan mengenang jasa-jasa almarhum dalam laga kandang berikutnya.
Dengan berpulangnya Isman Jasulmei, sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Warisan berupa semangat juang, disiplin, dan kecintaan pada sepak bola akan selalu dikenang. Selamat jalan, Isman Jasulmei. Dedikasi dan jasamu akan selalu menjadi bagian dari sejarah panjang Persija Jakarta dan sepak bola nasional.
Komentar (0)