Kuala Lumpur, Malaysia — Ibu Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka tersebut menandai berakhirnya perjalanan hidup seorang tokoh yang dikenal luas bukan hanya sebagai pendamping pemimpin negara, tetapi juga sebagai sosok profesional di bidang kesehatan dan figur publik yang dihormati di Malaysia.
Profil Siti Hasmah Mohamad Ali
Siti Hasmah lahir pada 12 Juli 1926 di Klang, Selangor. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Malaya, sebuah pencapaian yang tergolong langka bagi perempuan pada zamannya. Setelah menyelesaikan studi, ia menjalani karier sebagai dokter di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di kawasan pedesaan Malaysia. Latar belakang medisnya membuatnya dikenal sebagai sosok yang aktif mengampanyekan pentingnya kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
Sepanjang perjalanan kariernya di dunia kesehatan, Siti Hasmah dikenal sebagai pribadi yang tekun dan rendah hati. Ia sempat bertugas di beberapa daerah terpencil, di mana akses layanan kesehatan masih terbatas. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu alasan baginya untuk terus mendorong program-program kesehatan preventif dan peningkatan gizi masyarakat ketika berada di posisi publik sebagai istri perdana menteri.
Pendamping Setia Mahathir Mohamad
Ibu Siti Hasmah menikah dengan Mahathir Mohamad pada tahun 1956. Pernikahan mereka berlangsung lebih dari enam dekade, menjadikannya salah satu pasangan paling dikenal dalam sejarah politik Malaysia. Mahathir menjabat sebagai perdana menteri dalam dua periode berbeda, yaitu pada 1981 hingga 2003 dan kemudian kembali memimpin pada 2018 hingga 2020. Di sepanjang periode tersebut, Siti Hasmah setia mendampingi suaminya dalam berbagai agenda kenegaraan maupun kunjungan resmi ke luar negeri.
Perannya sebagai istri perdana menteri tidak sekadar seremonial. Ia aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk melalui organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan itu membuatnya memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat Malaysia, terlepas dari dinamika politik yang mengelilingi pemerintahan suaminya.
Penerimaan dari Berbagai Kalangan
Kabar meninggalnya Siti Hasmah segera memicu ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh politik lintas afiliasi, hingga masyarakat umum. Banyak pihak mengenangnya sebagai figur yang tenang, santun, dan jauh dari kesan kontroversial. Sosoknya kerap digambarkan sebagai penyeimbang di tengah sorotan publik yang kerap menerpa keluarganya.
Beberapa mantan menteri dan tokoh masyarakat menyebut kontribusi Siti Hasmah di dunia kesehatan serta pendidikan tidak bisa diabaikan. Mereka menilai perjalanan hidupnya mencerminkan sosok perempuan yang tetap produktif di bidang profesinya bahkan setelah menjadi bagian dari keluarga pemimpin negara.
Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kesehatan
Kiprah Siti Hasmah di bidang kesehatan meninggalkan jejak yang cukup nyata, terutama dalam kampanye kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta penyuluhan gizi. Sejumlah program yang ia dukung turut membantu peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan dasar. Bagi banyak dokter dan tenaga kesehatan muda di Malaysia, sosoknya menjadi teladan bahwa profesi medis dapat berjalan seiring dengan peran sosial di masyarakat.
Selain itu, keterlibatannya dalam berbagai organisasi sosial menunjukkan bagaimana posisi sebagai istri kepala pemerintahan dapat dimanfaatkan untuk mendorong agenda kemanusiaan. Hal tersebut menjadikannya salah satu figur publik perempuan paling dihormati di Malaysia dalam beberapa dekade terakhir.
Reaksi Politik dan Kenegaraan
Di tingkat kenegaraan, kepergian Siti Hasmah diperkirakan akan menjadi momen refleksi bagi banyak pihak. Ia meninggalkan suami yang telah lama menjadi figur sentral dalam peta politik Malaysia. Sejumlah pengamat menilai kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga Mahathir, tetapi juga bagi publik yang telah mengenalnya selama puluhan tahun.
Hingga saat ini, prosesi dan pengaturan lebih lanjut terkait pemakaman belum diumumkan secara rinci. Namun, berbagai pihak telah menyatakan kesiapan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dinilai berjasa bagi bangsa dan negara.
Warisan dan Kenangan
Warisan Siti Hasmah tidak hanya terletak pada statusnya sebagai istri mantan perdana menteri. Lebih dari itu, perjalanan hidupnya mencerminkan kombinasi antara dedikasi profesional, pengabdian sosial, dan keteladanan sebagai figur keluarga. Bagi banyak orang, ia adalah contoh bagaimana seseorang dapat berkontribusi secara bermakna tanpa harus selalu berada di garis depan panggung politik.
Kepergiannya menjadi penutup dari satu babak panjang dalam sejarah Malaysia modern. Nama Siti Hasmah Mohamad Ali akan tetap dikenang sebagai sosok yang menjalani hidup dengan disiplin, kesederhanaan, dan komitmen pada bidang yang ia tekuni sejak muda.
Komentar (0)