30, 2026
Nasional

Jenazah Kru Kapal Angkut 5 Jurnalis Hilang Sempat Dimakamkan di Bengkulu

Polda Banten mengatakan jenazah ABK kapal Arupadhatu 1, Surakman (50), ditemukan warga di Pulau Enggano, Bengkulu.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 2 dibaca

Jenazah Kru Kapal Angkut 5 Jurnalis Hilang Sempat Dimakamkan di Bengkulu

Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik nasional. Jenazah seorang kru kapal yang mengangkut lima jurnalis yang hilang di perairan Sumatera sempat dimakamkan di Provinsi Bengkulu sebelum akhirnya dipindahkan ke kampung halaman korban. Prosesi pemakaman sementara tersebut dilakukan karena pertimbangan teknis dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan jenazah segera dibawa ke daerah asal almarhum.

Kronologi Kejadian di Perairan Sumatera

Insiden bermula ketika sebuah kapal yang membawa lima jurnalis bersama sejumlah kru berlayar meninggalkan pelabuhan untuk meliput kegiatan di wilayah perairan. Kapal dilaporkan diterjang gelombang tinggi dan cuaca buruk di tengah perjalanan. Kontak dengan kapal sempat terputus, memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta relawan masyarakat pesisir.

Operasi pencarian berlangsung selama beberapa hari dengan melibatkan kapal patroli, pesawat pengintai, dan penyisiran garis pantai. Kelima jurnalis yang menjadi bagian dari rombongan akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing di laut. Namun nahas, seorang kru kapal ditemukan meninggal dunia. Jenazah korban dievakuasi ke daratan terdekat sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan untuk proses identifikasi.

Pemakaman Sementara di Bengkulu

Karena kondisi jenazah yang memerlukan penanganan cepat dan jarak tempuh menuju kampung halaman korban yang cukup jauh, pihak keluarga bersama otoritas setempat menyepakati pemakaman sementara di Bengkulu. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara sederhana dengan dihadiri kerabat, rekan kerja, serta sejumlah awak media yang berada di lokasi kejadian.

Pemakaman sementara ini dilakukan dengan pertimbangan menjaga kondisi jenazah agar tidak mengalami kerusakan selama perjalanan panjang. Setelah koordinasi antara pemerintah daerah, keluarga, dan pihak terkait selesai, jenazah kemudian digali kembali untuk dipindahkan ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halaman almarhum. Proses pemindahan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan mendapat izin resmi dari instansi berwenang.

Sejumlah pihak menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya kru kapal tersebut. Rekan-rekan sesama kru menggambarkan almarhum sebagai sosok pekerja keras yang selalu mengutamakan keselamatan penumpang selama bertugas. Kelima jurnalis yang selamat juga menyampaikan terima kasih kepada tim pencari yang telah bekerja tanpa henti selama proses evakuasi.

Sorotan terhadap Keselamatan Pelayaran

Insiden ini kembali mencuatkan persoalan keselamatan pelayaran di perairan Indonesia, khususnya bagi kapal yang mengangkut penumpang dan awak media dalam kegiatan liputan. Pengamat transportasi laut menilai perlunya penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem serta pemeriksaan kelayakan kapal sebelum berlayar. Selain itu, ketersediaan alat keselamatan seperti pelampung, radio komunikasi, dan perangkat navigasi menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Peringatan tersebut mencakup potensi gelombang mencapai beberapa meter yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil dan menengah. Namun, tidak semua operator kapal mematuhi imbauan untuk menunda keberangkatan demi keselamatan bersama.

Respons Institusi dan Seruan Evaluasi

Sejumlah organisasi jurnalis mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dalam kegiatan peliputan, terutama yang melibatkan perjalanan laut. Mereka menekankan pentingnya protokol keselamatan yang jelas, asuransi kecelakaan kerja, serta pelatihan mitigasi risiko bagi jurnalis dan kru yang bertugas di wilayah rawan bencana.

Pemerintah daerah di kawasan terdampak juga diminta memperketat pengawasan terhadap kapal penumpang dan memastikan setiap operator mematuhi regulasi keselamatan pelayaran. Koordinasi antara Badan SAR, kepolisian, dan instansi terkait dinilai perlu diperkuat agar respons terhadap insiden serupa dapat lebih cepat dan terorganisir.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum dan investigasi terkait penyebab kecelakaan masih berlangsung. Otoritas berwenang mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk kelima jurnalis yang selamat, untuk mengetahui kronologi pasti insiden. Hasil investigasi diharapkan menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional sekaligus mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa profesi jurnalis kerap menghadapi risiko tinggi saat menjalankan tugas di lapangan. Keselamatan para awak media dan kru kapal harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam setiap kegiatan peliputan. Keluarga korban berharap kepergian almarhum menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan jiwa di laut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter