03, 2026
Olahraga

John Herdman Ungkap Masalah Timnas Indonesia yang Masih Harus Dibenahi Jelang Final

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/02/6abe98a922347-pelatih-timnas-indonesia-john-herdman-bersama-mitchell-baker-usai-mengalahkan-bangladesh-9-2-di-fifa-asean-cup-2026_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih harus dibenahi skuadnya menjelang partai final. Pernyataan itu disampaikan usai laga semifinal yang berjalan dramatis, di mana Indonesia menang besar atas Bangladesh dengan skor 9-2 dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertahanan Jadi Sorotan Utama

Meski mencatat kemenangan telak, Herdman menilai lini belakang Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Dua gol yang bersarang ke gawang Indonesia menjadi bukti bahwa konsentrasi dan disiplin pemain di sektor pertahanan belum sepenuhnya stabil. Pelatih asal Inggris itu menyebut inkonsistensi sebagai masalah yang paling mengganggu sepanjang turnamen.

"Kami mencetak banyak gol, tetapi gagal menjaga clean sheet. Dua kebobolan dalam satu pertandingan bukan hal yang bisa diabaikan, terutama di partai final nanti. Lawan kami tidak akan memberi ruang sebanyak Bangladesh," kata Herdman dalam konferensi pers.

Ia menekankan bahwa kesalahan kecil di lini belakang bisa berakibat fatal ketika menghadapi tim dengan kualitas lebih tinggi. Menurutnya, transisi dari menyerang ke bertahan masih sering terlambat dan meninggalkan celah di sisi sayap.

Fokus pada Konsistensi di Babak Final

Herdman juga menyoroti pentingnya menjaga mental bertanding para pemain. Menurutnya, kemenangan besar atas Bangladesh tidak boleh membuat skuad cepat puas diri. Ia meminta para pemain segera melupakan euforia kemenangan dan beralih fokus ke persiapan final.

"Yang paling saya khawatirkan adalah bagaimana tim bereaksi setelah menang besar. Itu selalu jadi masalah klasik. Kami harus tetap rendah hati dan bekerja keras," ujarnya.

Pelatih yang sebelumnya menangani Timnas Kanada itu menambahkan bahwa rotasi pemain kemungkinan dilakukan untuk menjaga kebugaran. Jadwal final yang tidak terlalu jauh dari laga semifinal membuat manajemen beban pemain menjadi hal krusial.

Mitchell Baker dan Produktivitas Lini Depan

Di sisi lain, Herdman memuji penampilan Mitchell Baker yang tampil produktif dalam laga kontra Bangladesh. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada satu pemain tidak sehat bagi tim. Herdman ingin lini serang Indonesia lebih variatif dalam membangun serangan.

"Mitchell bermain luar biasa, tetapi kami tidak boleh hanya bergantung pada satu nama. Pemain lain harus mampu mencetak gol, baik dari lini kedua maupun bola mati," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa set-piece menjadi salah satu aspek yang terus diasah. Menurut data tim pelatih, hampir separuh gol Indonesia dalam turnamen ini lahir dari situasi bola mati. Catatan itu dianggap sebagai modal penting, tetapi juga menandakan kurangnya gol dari permainan terbuka.

Adaptasi terhadap Gaya Lawan di Final

Menghadapi final, Herdman memastikan timnya akan menyiapkan skenario berbeda sesuai karakter lawan. Ia mengaku telah menganalisis rekaman pertandingan calon lawan, termasuk kecenderungan mereka dalam menekan tinggi dan memanfaatkan serangan balik cepat.

"Kami sudah punya gambaran tentang siapa yang akan kami hadapi. Mereka tim yang terorganisir dan disiplin. Kami harus siap bermain sabar, bukan hanya mengandalkan intensitas," paparnya.

Ia menambahkan, penguasaan bola menjadi kunci agar Indonesia tidak terus-menerus tertekan. Menurut Herdman, penguasaan bola menjadi kunci agar Indonesia tidak terus-menerus tertekan. Sebaliknya, jika pressing lawan berhasil dipatahkan, ruang terbuka akan muncul untuk penyerang cepat Indonesia.

Evaluasi Menuju Laga Puncak

Herdman mengakui bahwa perjalanan Indonesia menuju final tidak lepas dari sejumlah kekurangan, mulai dari penyelesaian akhir yang masih boros hingga kedisiplinan posisi. Ia menyebut setiap sesi latihan kini difokuskan pada perbaikan detail kecil yang berdampak besar.

"Kami bukan tim yang sempurna. Kami masih harus memperbaiki cara kami bertahan saat unggul, cara kami mengatur tempo, dan cara kami menjaga fokus sampai menit akhir," tegasnya.

Dengan waktu persiapan yang tersisa, Herdman berharap para pemain mampu menyerap instruksi dengan cepat. Ia menargetkan skuadnya tampil lebih disiplin dan efisien di laga puncak, sekaligus memastikan gelar juara menjadi penutup yang layak bagi perjalanan panjang Timnas Indonesia di turnamen ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter