Kepala Bappisus Tinjau Lapas Cibinong, Tekankan Transparansi dan Larangan Kepentingan Terselubung
Kepala Badan Pembinaan dan Pengawasan Sumber Daya Manusia (Bappisus) melakukan inspeksi mendadak ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada pemeriksaan kondisi hunian, pelayanan terhadap warga binaan, serta tata kelola administrasi lembaga pemasyarakatan. Dalam peninjauan itu, ia menyampaikan pesan tegas agar seluruh jajaran petugas Lapas Cibinong bekerja sesuai dengan prosedur dan menjauhkan diri dari segala bentuk kepentingan terselubung.
Inspeksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Bappisus menegaskan bahwa fungsi pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek integritas dan pelayanan publik. Menurutnya, lapas merupakan ujung tombak pembinaan narapidana, sehingga setiap kebijakan dan tindakan petugas harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.
Pemeriksaan Menyeluruh terhadap Kondisi Lapas
Dalam kunjungan itu, Kepala Bappisus menelusuri sejumlah area penting, mulai dari blok hunian warga binaan, ruang isolasi, dapur umum, klinik kesehatan, hingga ruang registrasi dan administrasi. Ia juga memeriksa langsung kondisi ventilasi, sanitasi, dan ketersediaan air bersih di setiap blok. Pemeriksaan semacam ini dinilai krusial mengingat tingkat hunian lapas yang kerap melebihi kapasitas atau overkapasitas menjadi persoalan klasik di banyak lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
Selain aspek fisik, peninjauan menyoroti pula sistem pengelolaan barang bawaan, jadwal kunjungan, dan prosedur pengeluaran warga binaan. Kepala Bappisus meminta agar seluruh proses tersebut dijalankan secara transparan dan terdokumentasi dengan baik. Ia mengingatkan bahwa celah-celah kecil dalam prosedur dapat menjadi pintu masuk bagi praktik penyimpangan, termasuk peredaran barang terlarang dan pungutan ilegal.
Tekanan terhadap Netralitas dan Profesionalisme Petugas
Dalam arahannya kepada jajaran Lapas Cibinong, Kepala Bappisus menekankan pentingnya netralitas petugas. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun kepentingan politik tertentu. "Jangan ada kepentingan terselubung," ujarnya, seraya meminta seluruh petugas menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
Peringatan tersebut dinilai relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pemasyarakatan, seperti tekanan dari jaringan peredaran narkoba, intervensi terhadap proses pembinaan, hingga potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan anggaran dan fasilitas. Kepala Bappisus menyatakan bahwa pengawasan akan diperketat, termasuk melalui evaluasi berkala terhadap kinerja dan integritas pegawai.
Penguatan Sistem Pengawasan Internal
Kepala Bappisus juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan internal di setiap unit pemasyarakatan. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya bergantung pada kunjungan insidental dari pusat. Setiap lapas harus memiliki mekanisme kontrol berlapis, mulai dari pengawasan atasan langsung, audit internal, hingga kanal pelaporan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan dugaan pelanggaran.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan akuntabilitas, misalnya melalui sistem pemantauan berbasis kamera pengawas, pencatatan digital terhadap kunjungan dan barang bawaan, serta integrasi data warga binaan. Langkah ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak praktik ilegal yang selama ini menjadi sorotan publik.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembinaan sumber daya manusia di lingkungan lapas. Peningkatan kompetensi, pembinaan mental, dan kesejahteraan petugas dinilai menjadi kunci agar mereka tidak mudah tergoda untuk menyalahgunakan wewenang. Menurutnya, integritas tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui sistem yang sehat dan keteladanan pimpinan.
Respons dan Tindak Lanjut
Pihak Lapas Cibinong menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh arahan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut. Mereka mengklaim akan melakukan pembenahan pada sejumlah aspek yang dinilai masih perlu diperbaiki, terutama terkait kebersihan, pelayanan kesehatan, dan ketertiban administrasi.
Pengamat kebijakan pemasyarakatan menilai kunjungan semacam ini penting, namun harus diikuti dengan tindakan nyata. Pengawasan yang bersifat seremonial tanpa sanksi tegas dikhawatirkan tidak akan memberikan efek jera. Karena itu, publik menanti apakah temuan di Lapas Cibinong akan ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistemik.
Kepala Bappisus menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran. Ia meminta setiap temuan dicatat, dilaporkan, dan diproses sesuai ketentuan. Dengan begitu, lembaga pemasyarakatan dapat kembali dipercaya sebagai institusi pembinaan yang bersih, profesional, dan bebas dari kepentingan terselubung.
Komentar (0)