30, 2026
Internasional

Kabel Fiber Optik Kena Galian, Ribuan Penerbangan Lumpuh

Ratusan hingga ribuan penerbangan di wilayah timur laut Amerika Serikat mengalami pembatalan dan penundaan massal pada hari Senin.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kabel Fiber Optik Kena Galian, Ribuan Penerbangan Lumpuh

Kabel Fiber Optik Terputus Akibat Galian, Ribuan Penerbangan Terganggu

Gangguan pada jaringan kabel fiber optik dilaporkan menyebabkan lumpuhnya sistem komunikasi penerbangan di sejumlah bandara utama. Insiden itu terjadi setelah kabel bawah tanah mengalami kerusakan akibat aktivitas penggalian di sekitar jalur utilitas. Dampaknya, ribuan jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan, ditunda, atau dialihkan ke bandara lain.

Menurut informasi yang dihimpun, pemutusan kabel fiber optik tersebut menghambat transmisi data antara pusat pengatur lalu lintas udara dan maskapai. Sistem yang bergantung pada koneksi data berkecepatan tinggi itu menjadi tidak stabil, sehingga operator penerbangan tidak dapat memproses izin terbang, jadwal kru, serta koordinasi navigasi secara normal.

Kronologi dan Penyebab Gangguan

Peristiwa bermula ketika alat berat yang digunakan untuk proyek penggalian mengenai kabel fiber optik utama yang tertanam di bawah permukaan tanah. Kabel tersebut merupakan bagian dari jaringan tulang punggung telekomunikasi yang menghubungkan sejumlah fasilitas penerbangan. Belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas proyek penggalian tersebut, namun sejumlah sumber menyebut pekerjaan itu dilakukan tanpa koordinasi memadai dengan pemilik jaringan.

Setelah kabel putus, gangguan mulai terasa dalam hitungan menit. Petugas di bandara melaporkan kegagalan sambungan ke sistem manajemen penerbangan. Antrean pesawat di landasan pacu menumpuk karena proses keberangkatan dan kedatangan harus dilakukan secara manual. Beberapa bandara terpaksa menghentikan sementara operasi penerbangan demi menjaga aspek keselamatan.

Dampak terhadap Maskapai dan Penumpang

Maskapai penerbangan menjadi pihak yang paling terdampak. Ribuan penumpang tertahan di ruang tunggu, sebagian bahkan harus menginap di bandara karena jadwal penerbangan mereka dibatalkan. Call center maskapai dibanjiri pertanyaan mengenai jadwal ulang, pengembalian dana, serta kompensasi. Sejumlah maskapai mengeluarkan kebijakan penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan bagi penumpang yang terdampak.

Selain penumpang, gangguan ini juga memengaruhi operasi kargo udara. Pengiriman barang yang sensitif terhadap waktu, seperti produk farmasi dan komponen elektronik, mengalami keterlambatan. Pelaku usaha logistik memperkirakan kerugian finansial yang tidak sedikit akibat rantai pasok yang tersendat.

Upaya Pemulihan dan Respons Otoritas

Tim teknis dari penyedia jaringan telekomunikasi dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyambungan ulang kabel yang putus. Proses perbaikan membutuhkan waktu karena kabel fiber optik harus disambung dengan presisi tinggi menggunakan peralatan khusus. Otoritas penerbangan menyatakan telah mengaktifkan prosedur darurat, termasuk penggunaan sistem cadangan berbasis satelit, meski kapasitasnya terbatas.

Regulator penerbangan sipil menyampaikan bahwa pihaknya melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden dan menilai apakah terdapat kelalaian dalam prosedur penggalian. Mereka juga menekankan pentingnya koordinasi antara kontraktor proyek, pemerintah daerah, dan operator jaringan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pelajaran dan Antisipasi ke Depan

Insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur kritikal terhadap aktivitas pembangunan yang tidak terkendali. Para pengamat transportasi menilai perlunya pemetaan jalur kabel bawah tanah yang terintegrasi serta kewajiban izin galian yang ketat. Selain itu, diversifikasi jalur jaringan dan sistem redundansi dinilai penting agar operasi penerbangan tidak sepenuhnya bergantung pada satu titik koneksi.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah bandara dilaporkan mulai memulihkan layanan secara bertahap. Meski demikian, dampak berantai terhadap jadwal penerbangan diperkirakan masih terasa dalam beberapa hari ke depan. Maskapai mengimbau penumpang untuk memeriksa status penerbangan secara berkala sebelum menuju bandara.

Pemerintah diminta segera mengevaluasi tata kelola proyek infrastruktur yang berpotensi mengganggu jaringan strategis. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dalam pengelolaan ruang bawah tanah dapat berdampak besar bagi sektor penerbangan dan perekonomian secara keseluruhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter