30, 2026
Teknologi

Manusia Pernah Mengebor 12 Km ke Dalam Bumi, Ini yang Ditemukan

Pada 24 Mei 1970, pengeboran dimulai pada sebuah lubang yang saat itu tidak mencolok, yang terletak di Semenanjung Kola.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Manusia Pernah Mengebor 12 Km ke Dalam Bumi, Ini yang Ditemukan

Pada 1970-an, Uni Soviet memulai proyek pengeboran super dalam yang ambisius di Semenanjung Kola, Rusia barat laut. Proyek yang dikenal sebagai Kola Superdeep Borehole ini bertujuan menembus kerak bumi sedalam mungkin, melampaui rekor pengeboran mana pun yang pernah dilakukan manusia. Setelah hampir dua dekade pengeboran, lubang bor mencapai kedalaman 12.262 meter atau sekitar 12,2 kilometer pada 1989. Angka itu masih tercatat sebagai salah satu lubang buatan manusia terdalam di dunia hingga saat ini.

Latar Belakang dan Tujuan Proyek

Proyek Kola Superdeep Borehole merupakan bagian dari persaingan ilmiah antara Uni Soviet dan Amerika Serikat selama Perang Dingin. Ketika itu, Amerika Serikat menjalankan Proyek Mohole untuk mengebor dasar laut, sementara Soviet ingin membuktikan kemampuan teknologinya dengan menembus lapisan terdalam kerak bumi di daratan. Selain motif prestise, proyek ini memiliki tujuan ilmiah yang serius: mempelajari komposisi dan struktur kerak bumi secara langsung, bukan sekadar melalui inferensi dari gelombang seismik.

Penelitian dimulai pada 1970 menggunakan rig pengeboran khusus yang dirancang untuk kondisi ekstrem. Lokasi dipilih di Semenanjung Kola karena kerak bumi di wilayah itu relatif tua, stabil, dan tidak banyak mengalami deformasi tektonik. Hal ini memungkinkan para ilmuwan menembus lapisan batuan yang usianya mencapai miliaran tahun.

Temuan yang Mengejutkan Ilmuwan

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah tidak adanya lapisan basal pada kedalaman yang diperkirakan. Sebelumnya, para ahli geologi menduga akan menemukan batas antara granit dan basal pada kedalaman sekitar 7 kilometer. Kenyataannya, pengeboran tetap menemukan batuan granit jauh lebih dalam dari perkiraan tersebut. Penemuan ini mengubah pemahaman tentang struktur kerak bumi bagian atas.

Temuan penting lainnya adalah keberadaan air di kedalaman yang sangat dalam. Air bukan dalam bentuk cairan bebas, melainkan terperangkap dalam pori-pori dan retakan batuan. Air itu terbentuk melalui reaksi kimia antara mineral batuan dengan oksigen dan hidrogen di bawah tekanan serta suhu ekstrem. Sebelumnya, banyak ilmuwan meyakini air tidak mungkin bertahan pada kedalaman seperti itu.

Para peneliti juga menemukan gas dan mikroorganisme fosil pada kedalaman lebih dari 6 kilometer. Sisa-sisa kehidupan mikroba itu menunjukkan bahwa kehidupan pernah ada jauh di bawah permukaan bumi pada masa lampau. Selain itu, pengeboran mengungkap adanya endapan mineral seperti emas dan nikel, meski konsentrasinya tidak cukup ekonomis untuk ditambang.

Kondisi Ekstrem di Kedalaman

Suhu di dasar lubang bor mencapai sekitar 180 derajat Celsius, jauh lebih tinggi dari perkiraan awal yang hanya sekitar 100 derajat Celsius. Tekanan di kedalaman itu juga sangat besar, diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 atmosfer. Kondisi ini menyebabkan peralatan pengeboran cepat rusak dan sulit dikendalikan.

Pada kedalaman sekitar 12 kilometer, batuan menjadi lebih plastis dan cenderung menutup kembali lubang bor. Mata bor yang digunakan tidak mampu lagi menembus lapisan batuan yang semakin keras dan panas. Pada 1992, pengeboran akhirnya dihentikan karena keterbatasan teknologi dan biaya yang membengkak. Proyek resmi ditutup pada 2005, dan situs tersebut kini terbengkalai.

Dampak bagi Ilmu Pengetahuan

Meski tidak mencapai target awal sekitar 15 kilometer, proyek Kola Superdeep Borehole memberikan kontribusi besar bagi ilmu geologi. Data yang dihasilkan membantu ilmuwan memahami perilaku batuan pada kedalaman ekstrem, distribusi air di kerak bumi, serta sejarah geologis Semenanjung Kola. Proyek ini juga menjadi acuan bagi proyek pengeboran ilmiah modern seperti Program Penemuan Samudra Internasional.

Hingga kini, lubang bor Kola tetap menjadi salah satu pencapaian teknik paling berani dalam sejarah eksplorasi bumi. Kisahnya menunjukkan bahwa pengetahuan manusia tentang planet tempat kita hidup masih menyimpan banyak misteri yang menunggu untuk diungkap.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter