Bupati Aceh Timur Tinjau Perbaikan Jalan Idi Tunong–Banda Alam Pasca Banjir
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan komitmennya terhadap percepatan perbaikan infrastruktur pasca banjir 2025. Langkah itu diwujudkan melalui peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan rusak di Kecamatan Idi Tunong pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang akrab disapa Bupati Garang itu didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Timur, Muslim ST, M.Si, Camat Idi Tunong, sejumlah kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Jalan Penghubung Antar-Kecamatan Jadi Prioritas
Jalan yang ditinjau merupakan akses vital penghubung antar desa dari Kecamatan Idi Tunong hingga Kecamatan Banda Alam. Ruas jalan tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda wilayah itu pada 2025. Kerusakan pada badan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua kecamatan.
Dalam peninjauan itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Timur Muslim ST, M.Si, yang turut mendampingi Bupati, memastikan bahwa penanganan perbaikan jalan dijalankan sesuai instruksi kepala daerah. Dinas PUPR disebut telah menyusun langkah teknis agar pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal dan sasaran yang ditetapkan.
Kepala Desa Kemuning bersama masyarakat setempat menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bupati yang dinilai mau turun langsung melihat kondisi riil di lapangan. Menurut warga, kehadiran kepala daerah memberikan harapan baru bahwa perbaikan akses penghubung yang selama ini mereka keluhkan akan segera terwujud.
Jembatan Desa Kemuning Ikut Ditinjau
Selain ruas jalan, Bupati juga meninjau jembatan di Desa Kemuning yang kondisinya membutuhkan penanganan segera. Jembatan tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas warga antar desa, sehingga kerusakan pada struktur jembatan berpotensi memperparah hambatan transportasi jika tidak segera ditangani.
"Bukan hanya jalan, kita juga sudah melihat jembatan di Desa Kemuning dan akan kita pacu pembangunannya pada tahun 2027. Insyaallah keluhan masyarakat kita tampung, infrastruktur akan kita bangun secara bertahap untuk kepentingan masyarakat Aceh Timur," ujar Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky di sela-sela tinjauan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah kabupaten menempuh pendekatan bertahap dalam penanganan infrastruktur, dengan mempertimbangkan skala kerusakan, tingkat urgensi, serta ketersediaan anggaran. Jalan Idi Tunong–Banda Alam dan jembatan Desa Kemuning masuk dalam daftar prioritas yang akan dituntaskan secara berkelanjutan.
Harapan Warga dan Dampak Ekonomi
Langkah turun langsung ke lapangan ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap perbaikan jalan penghubung tersebut segera rampung agar aktivitas ekonomi warga kembali normal. Selama ini, kondisi jalan yang rusak membuat biaya transportasi meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama, dan hasil pertanian maupun komoditas lain sulit dipasarkan dengan cepat.
Bagi masyarakat Idi Tunong dan Banda Alam, jalan tersebut bukan sekadar penghubung administratif antar kecamatan, melainkan urat nadi perekonomian. Petani, pedagang, pelajar, dan pengguna layanan publik lainnya bergantung pada kelancaran akses itu setiap hari. Karena itu, percepatan perbaikan menjadi kebutuhan mendesak, bukan semata proyek pembangunan rutin.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas PUPR menyatakan akan terus mengawal proses perbaikan, mulai dari perencanaan teknis, pelaksanaan, hingga pengawasan mutu pekerjaan. Sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mempercepat penyelesaian pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas.
Dengan peninjauan langsung tersebut, perbaikan jalan Idi Tunong–Banda Alam dan pembangunan jembatan Desa Kemuning menjadi bagian dari agenda pembangunan infrastruktur Aceh Timur yang dijalankan secara bertahap. Pemerintah daerah meminta dukungan dan doa seluruh masyarakat agar upaya pembangunan tersebut berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi warga.
Komentar (0)