24, 2026
Nasional

Kapolda Jatim Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Subuh Keliling

Kapolda Jatim Irjen Dekananto mengajak warga menjaga keamanan melalui Subuh Keliling. Kegiatan itu sekaligus menyerap aspirasi terkait keamanan lingkungan.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapolda Jatim Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Subuh Keliling

Kapolda Jatim Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Subuh Keliling

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) melalui kegiatan Subuh Keliling. Program ini bertujuan untuk membangun sinergitas antara aparat kepolisian dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam sambutannya saat kegiatan Subuh Keliling di Surabaya beberapa waktu lalu, Kapolda Jatim menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan. "Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga Kamtibmas. Perlu sinergitas dengan masyarakat," ujar Nico Afinta.

Program Subuh Keliling merupakan salah satu inovasi Polda Jatim dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi dengan mengajak masyarakat berjalan-jalan sekitar permukiman sambil beribadah subuh bersama. Selain itu, kegiatan ini juga digunakan untuk silaturahmi dan mendengar langsung aspirasi masyarakat seputar masalah keamanan.

Nico Afinta menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat efektif dalam mendeteksi dini potensi gangguan Kamtibmas. "Saat berkeliling pagi, kita bisa langsung melihat kondisi di lapangan. Ada banyak hal yang bisa kita identifikasi, seperti adanya pohon yang rimbun yang menjadi tempat persembunyian preman, atau jalan yang rusak yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," jelasnya.

Mekanisme Pelaksanaan Subuh Keliling

Mekanisme pelaksanaan Subuh Keliling terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, aparat kepolisian dari Polsek setempat akan berkumpul dengan masyarakat di titik yang telah ditentukan, biasanya di masjid atau musholla terdekat. Kedua, bersama-sama melakukan shalat subuh dan membaca Al-Quran. Ketiga, setelah shalat, dilakukan jalan keliling sekitar permukiman selama 30-45 menit. Selama jalan keliling, aparat kepolisian dan masyarakat membicarakan berbagai hal seputar keamanan lingkungan.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Polda Jatim membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang ikut terlibat dalam Subuh Keliling. Kelompok-kelompok ini nantinya akan menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. "Kita ingin menciptakan sistem keamanan yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar program yang berjalan sementara," tambah Nico Afinta.

Program ini juga melibatkan unsur lain seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat. "Kita tidak bisa mengandalkan hanya aparat kepolisian. Kita perlu dukungan dari semua elemen masyarakat," ujarnya.

Respons Positif dari Masyarakat

Program Subuh Keliling mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat di Jawa Timur. Banyak warga yang merasa aman dan nyaman dengan adanya kegiatan ini. "Dulu kami takut keluar rumah pada malam hari, sekarang sudah lebih aman karena ada patroli malam dari aparat kepolisian dan warga yang bergabung dalam Subuh Keliling," kata Ahmad, warga Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Sementara itu, Rina, seorang ibar rumah tangga dari Kecamatan Tegalsari, Surabaya, mengaku merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian sejak mengikuti program ini. "Sebelumnya kami merasa jauh dengan polisi. Tapi sejak bergabung dengan Subuh Keliling, kami bisa langsung berkomunikasi dengan mereka jika ada masalah," ujarnya.

Tidak hanya di kota, program ini juga diimplementasikan di daerah pedesaan. Di Kabupaten Malang, misalnya, program Subuh Keliling menjadi solusi untuk mengatasi masalah pencurian ternak yang sering terjadi. "Dengan adanya patroli bersama, angka pencurian ternak di wilayah kami menurun drastis," kata Kades Sumberpucung, Malang.

Tantangan dan Solusi

Meski mendapat respons positif, program ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah minimnya jumlah aparat kepolisian yang bisa terlibat dalam setiap kegiatan. "Kita terbatasi jumlah personel, jadi tidak semua Polsek bisa melaksanakan Subuh Keliling setiap hari," jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Untuk mengatasi masalah ini, Polda Jatim mengembangkan sistem bergantian antar Polsek dalam melaksanakan kegiatan. Selain itu, mereka juga memanfaatkan teknologi dengan membentuk grup WhatsApp yang menghubungkan aparat kepolisian dengan masyarakat. "Melalui grup ini, masyarakat bisa langsung melapor jika ada hal mencurigakan," tambah Trunoyudo.

Polda Jatim juga berencana mengembangkan program ini dengan menambahkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. "Kita akan memberikan pelatihan dasar keamanan dan pertolongan pertama, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi mata mata, tetapi juga bisa membantu jika ada kejadian darurat," ujar Nico Afinta.

Dengan program Subuh Keliling, Polda Jatim menunjukkan komitmen dalam membangun sistem keamanan yang berbasis masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang diadopsi oleh daerah lain di Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter