30, 2026
Teknologi

Kapolda Riau Hadiri Tabligh Akbar Bareng UAS di Rohil, Bawa Pesan Jaga Alam

Ribuan warga Rokan Hilir merayakan Maulid Nabi dengan Tabligh Akbar. Ustaz Abdul Somad sebagai pemimpin acara mengajak masyarakat menjaga lingkungan.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapolda Riau Hadiri Tabligh Akbar Bareng UAS di Rohil, Bawa Pesan Jaga Alam

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menghadiri Tabligh Akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Riau itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa pesan penting tentang menjaga alam dan lingkungan di tengah masyarakat.

Silaturahmi Kapolda dengan UAS di Bumi Melayu

Kegiatan Tabligh Akbar yang digelar di Rokan Hilir menjadi momentum pertemuan antara Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Ustaz Abdul Somad. Acara tersebut dihadiri ribuan jemaah yang datang dari berbagai penjuru wilayah, mulai dari kota hingga pelosok desa. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, dengan sebagian besar jemaah telah memadati lokasi acara sebelum rangkaian kegiatan dimulai.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau tidak hanya hadir sebagai pejabat kepolisian, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ingin mendengarkan tausiah sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Kehadiran Kapolda bersama ulama kondang tersebut menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam membangun daerah.

Pesan Kapolda Riau tentang Menjaga Alam

Salah satu poin utama yang ditekankan Kapolda Riau dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga alam dan lingkungan. Pesan ini disampaikan sejalan dengan kondisi Rokan Hilir dan Provinsi Riau secara umum yang memiliki kekayaan alam melimpah, mulai dari hutan, lahan gambut, hingga perairan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia akan berdampak langsung pada kehidupan generasi mendatang. Karena itu, kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan perlu ditumbuhkan, salah satunya melalui pendekatan keagamaan.

Dalam konteks ini, pesan yang disampaikan selaras dengan nilai-nilai ajaran agama yang mengajarkan umatnya untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Pendekatan tersebut dianggap efektif karena mampu menyentuh kesadaran masyarakat dari sisi moral dan spiritual, bukan semata pendekatan hukum yang bersifat represif.

Ancaman Karhutla dan Peran Masyarakat

Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang kerap menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau. Kabupaten Rokan Hilir termasuk wilayah yang memiliki areal gambut cukup luas sehingga rawan terbakar. Dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga penerbangan.

Melalui momentum Tabligh Akbar, Kapolda mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan masalah besar bagi banyak pihak. Selain melanggar hukum, pembakaran lahan juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas.

Kapolda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga lingkungan. Pelaporan dini terhadap potensi kebakaran, kerja sama antardesa, serta kepedulian terhadap kondisi sekitar disebut sebagai langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam mencegah bencana ekologis.

Sinergi Ulama dan Aparat dalam Membangun Masyarakat

Kehadiran Ustaz Abdul Somad dalam acara tersebut menambah bobot pesan yang disampaikan. Sebagai penceramah yang memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat, tausiahnya diharapkan mampu menggerakkan kesadaran jemaah untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga kerukunan.

Kolaborasi antara tokoh agama dan aparat keamanan menjadi salah satu strategi dalam menjaga stabilitas serta membangun kesadaran kolektif. Pendekatan humanis seperti ini dinilai lebih diterima masyarakat dibandingkan sekadar imbauan formal. Selain membahas lingkungan, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, menjauhi konflik, dan menciptakan suasana kondusif di tengah keberagaman.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Menurutnya, keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku yang merusak lingkungan.

Harapan dan Tindak Lanjut

Usai kegiatan, diharapkan pesan-pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai seruan sesaat. Masyarakat diimbau menjadikan nilai menjaga alam sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus bersinergi menjaga Rokan Hilir dan Riau secara umum. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi sumber daya alam yang dimiliki dapat dinikmati secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan untuk generasi yang akan datang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter