Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai fondasi utama agar Indonesia terus tumbuh dan maju. Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama ulama kondang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Baha. Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan tokoh agama dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.
Silaturahmi Ulama dan Polri untuk Merawat Kerukunan
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan prasyarat mutlak bagi pembangunan nasional. Menurutnya, tanpa suasana yang kondusif, program-program pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama dan tokoh agama, untuk bersama-sama menjaga iklim yang damai.
Gus Baha dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar di kalangan santri dan masyarakat luas. Gaya ceramahnya yang santun, penuh ilmu, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat pesan-pesannya mudah diterima berbagai kalangan. Kehadirannya dalam pertemuan bersama Kapolri dinilai menjadi simbol pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemuka agama dalam menjaga persatuan.
Kapolri menyebut bahwa Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Terdiri atas ribuan suku, ratusan bahasa daerah, serta beragam agama dan kepercayaan. Kemajemukan itu merupakan kekayaan yang harus dirawat, bukan dijadikan sumber perpecahan. Dalam konteks itulah, peran ulama menjadi strategis untuk menyejukkan masyarakat dan mencegah munculnya provokasi yang dapat memecah belah.
Persatuan sebagai Kunci Kemajuan Bangsa
Menurut Kapolri, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan prasyarat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa. Ia mencontohkan berbagai capaian pembangunan yang hanya bisa terwujud ketika situasi keamanan terjaga. Investasi, pariwisata, hingga program-program kesejahteraan rakyat sangat bergantung pada stabilitas yang kondusif.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari ancaman fisik, tetapi juga dari arus informasi yang deras. Perkembangan teknologi digital mempermudah penyebaran informasi, namun sekaligus membuka ruang bagi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Konten-konten semacam itu berpotensi memicu ketegangan antarkelompok jika tidak disikapi dengan bijak.
Dalam kesempatan itu, Gus Baha turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Menurutnya, umat yang baik adalah umat yang mampu menjaga lisan dan perbuatannya sehingga tidak merugikan orang lain.
Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Stabilitas
Kapolri mengapresiasi peran para ulama yang selama ini membantu masyarakat memahami pentingnya hidup rukun. Ia menilai pesan-pesan keagamaan yang sejuk mampu menjadi penyeimbang di tengah derasnya informasi yang belum tentu benar. Karena itu, kolaborasi antara Polri dan tokoh agama akan terus diperkuat, termasuk melalui kegiatan silaturahmi, dialog kebangsaan, serta pembinaan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Polri berkomitmen melindungi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang. Pengamanan terhadap kegiatan keagamaan, termasuk pengajian dan majelis taklim, menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. Menurutnya, rasa aman adalah hak semua warga dan menjadi tanggung jawab bersama.
Gus Baha dalam berbagai kesempatan juga kerap mengingatkan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari keimanan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Menurutnya, menjaga kerukunan adalah bentuk pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.
Sinergi Menuju Indonesia yang Tumbuh dan Maju
Pertemuan Kapolri bersama Gus Baha mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga negeri. Kolaborasi antara penegak hukum dan pemuka agama diharapkan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Dengan sinergi yang kuat, berbagai persoalan bangsa dapat diatasi secara bersama-sama, mulai dari persoalan keamanan, sosial, hingga ekonomi.
Kapolri menutup pertemuan dengan harapan agar nilai-nilai persatuan terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda. Menurutnya, generasi penerus perlu dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
Dengan terjaganya persatuan dan kesatuan, Indonesia memiliki modal besar untuk terus tumbuh dan maju. Stabilitas yang kondusif akan menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pesan yang disampaikan Kapolri bersama Gus Baha menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali.
Komentar (0)